Medan (ANTARA News) - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut periode 
2008-2013 nomor urut tiga RE Siahaan-Suherdi menyatakan siap menerima kekalahan 
jika pemilihan kepala daerah (pilkada) Sumut dilakukan secara sehat.
 
 "Kami siap kok untuk kalah, asal kompetisi dalam pemilihan gubernur dan wakil 
gubernur ini dilakukan secara sehat," kata calon Wakil Gubernur Sumut, Suherdi 
kepada wartawan di kediaman pribadinya di Medan, Rabu.
 
 Dia juga mengatakan, jika Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut menyatakan 
pasangannya menjadi pemimpin Sumut dalam lima tahun ke depan maka hal itu 
dianggap sebagai amanah dari masyarakat di provinsi itu.
      
 "Kalau kami menang itu amanah, dan jika kami kalah mungkin itu yang terbaik 
diberikan Allah untuk saya saat ini," ujarnya.
      
 Menurut dia, apa yang dilakukan pihaknya sejak mendaftarkan diri hingga proses 
pelaksanaan pemungutan suara telah maksimal dalam menarik simpati masyarakat 
dalam pilkada Sumut.
      
 "Dari awal kami memang tidak terlalu ambisius, namun kami tetap melakukan 
upaya semaksimal mungkin untuk memperoleh simpati dari masyarakat dalam 
pemilihan gubernur hari ini," katanya.
      
 Untuk mengikuti pilkada Sumut 2008 pasangan RE Siahaan-Suherdi diusung oleh 
delapan partai politik di Sumut yakni PKB, PDS, PPD, PPIB, PNBK, PBSD, PNI 
Marhaenisme, dan Partai Pelopor.
      
 Sementara itu Suherdi menderita kekalahan mencolok dari hasil perhitungan 
suara di tempat ia mencoblos. Dari 222 surat suara yang sah pasangan RE 
Siahaan-Suherdi hanya memperoleh 47 suara atau menempati posisi kedua setelah 
pasangan Syamsul Arifin-Gatot Pujonugroho menempati posisi pertama dengan 
perolehan 103 suara.
      
 Pada hari yang sama Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menempatkan pasangan H. 
Syamsul Arifin, SE-Gatot Pujo Nugroho yang diusung oleh sebelas parpol 
merupakan pemenang dalam pilkada Sumut dengan perolehan suara sebesar 27,67 
persen.
      
 Berdasarkan hasil "quick count" LSI bersama JIP, pasangan HM Ali Umri/H. 
Maratua Simanjuntak meraih 16,26 persen suara, Tritamtomo/Benny Pasaribu 22,35 
persen, RE Siahaan/Suherdi 16,51 persen, Abdul Wahab Dalimunthe/Raden Syafi`i 
17,22 persen dan pasangan Syamsul/Gatot meraih 27,67 persen.(*)

Tanggapan: Semoga hal untuk dapat menerima kekalahan yang telah diutarakan oleh 
kandidat calon GUBSU/WAKIL diatas ini dapat diikuti oleh semua pasangan calon 
GUBSU/WAKIL yang kalah dalam PILKADA Sumatera Utara Nantinya.

Hal seperti itu juga tentu sangat diharapkan dilakukan sepenuhnya oleh seluruh 
Tim Sukses, sekaligus simpatisan para kandidaat calon yang kalah nantinya, dan 
semoga dengan cara-cara yang seperti ini, situasi Sumatera Utara yang selama 
ini senantiasa dalam keadaan kondusif, tidak tercederai oleh moment PILKADA 
yang telah usai dilaksanakan pada hari ini.


Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net

       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke