KSAD: Purnawirawan Kalah Pilkada, Memalukan
Makassar (SIB)
Purnawirawan TNI AD diminta tidak maju dalam Pilkada kalau tidak yakin menang.
Sebab jika kalah, hal itu akan memalukan TNI AD.
"Jika tidak terpilih, itu memalukan," kata KSAD Jenderal TNI Agustadi Sasongko
Purnomo saat memberikan pengarahan kepada perwira Kodam VII/Wirabuana di
Makodam VII/Wirabuana, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Sulawesi Selatan.
Pernyataan tersebut dilontarkan Agustadi saat dimintai pendapatnya soal
kekalahan sejumlah purnawirawan TNI di Pilkada beberapa daerah. Misalnya
kekalahan Mayjen (Purn) Tritamtomo di Pilkada Sumut dan Jenderal TNI (Purn)
Agum Gumelar di Pilkada Jabar.
Agustadi menambahkan, dirinya telah meminta staf ahli Mabes TNI AD mempelajari
kekalahan sejumlah purnawirawan tersebut. "Staf TNI harus meneliti hal ini
untuk pembelajaran saja," ujar Agustadi. Demikian detikcom.
Tritamtomo sebelumnya sudah diingatkan
"Kalau tidak pasti menang, jangan maju, sebab kalau nanti kalah, memalukan,"
katanya menjawab ANTARA usai memberikan pengarahan kepada sekitar 1.000 perwira
Kodam VII/Wirabuana di Makodam VII Makassar, Jumat.
Kasad yang didampingi Pangdam VII/Wirabuana, Mayjen TNI Djoko Susilo Utomo
dimintai tanggapannya menyusul kekalahan Mayjen TNI (Purn) Tri Tamtomo dalam
Pilkada Sumatera Utara dan Letjen TNI (Purn) Agum Gumelar dalam Pilkada Jawa
Barat.
Menurut Kasad, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya telah meminta
kepada dirinya dan juga Panglima TNI agar purnawirawan TNI sebaiknya tidak
mencalonkan diri dalam Pilkada kalau tidak yakin menang.
Kepada pak Tritamtomo, kata Kasad, sebelumnya sudah diingatkan bahwa kalau
tidak pasti menang lebih baik jangan maju.
"Tapi beliau waktu itu yakin akan menang, tetapi kenyataannya babak belur,"
ujar Kasad.
Karena itu, Kasad mengaku telah memerintahkan staf ahli Mabes TNI AD untuk
mengkaji mengapa purnawirawan TNI tersebut kalah dalam Pilkada.
"Perintah pengkajian ini hanya untuk pembelajaran bagi kami saja," ujarnya lagi.
Menurut Kasad, TNI tidak akan melarang purnawirawan untuk mencalonkan diri
dalam Pilkada di suatu daerah karena seorang anggota TNI yang sudah purnatugas
memiliki hak politik yang sama dengan warga negara sipil lainnya.
"Bila purnawirawan TNI terjun dalam Pilkada, TNI juga tidak akan memihak dan
mendukung mereka karena TNI harus bertindak netral," ujarnya.
Saat memberi pengarahan kepada perwira Kodam, Kasad beberapa kali menekankan
pentingnya netralitas TNI dalam Pilkada.
Ia kemudian menyinggung kisruh Pilkada di Maluku Utara yang konon disebabkan
antara lain tidak netralnya Polri dan TNI di sana. (detikcom/Ant/q)
--
---------------------------------
Ta semester! - sök efter resor hos Yahoo! Shopping.
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum:
http://shopping.yahoo.se/c-169901-resor-biljetter.html