Pancasila Kini Hanya Jadi Simbol Negara
Jakarta (SIB)
Pancasila yang telah diciptakan pendiri bangsa untuk menuju sebuah negara
kesejahteraan kini hanya menjadi simbol negara, tanpa menjadi panduan bagi para
pemimpin untuk melaksanakan kehidupan bernegara. Ketiadaan ideologi di kalangan
pemimpin itu akhirnya membawa dampak yang jauh pada menghilangnya rasa cinta
tanah air di kalangan rakyat. Akibatnya, korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN)
merajalela dan membuat jurang antara si miskin dan si kaya semakin lebar.
Hal tersebut disampaikan Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Khomaruddin Hidayat di
sela-sela peluncuran buku Kearifan Timur Dalam Etos Kerja dan Seni Memimpin,
Rabu (23/4). "Ideologi Pancasila itu hanya ideologi negara, sedangkan pemimpin
kita tidak punya ideologi. Contoh konkretnya adalah korupsi di mana-mana.
Pemimpin mengajari rakyat tidak punya ideologi", katanya.
Pengamat politik Yudi Latief secara terpisah mengatakan, demokrat politik
berjalan selaras dengan demokrasi, ekonomi. Tanpa adanya demokrasi ekonomi
keterbukaan di bidang politik hanya akan menimbulkan jurang antara si miskin
dan si kaya. Dikhawatirkan kepercayaan pada politik juga akan merosot.
Menurutnya, demokrasi politik yang berjalan di Indonesia saat ini hanya
bersifat prosedural. Partai politik (parpol) gagal menjalankan tugasnya sebagai
penyalur aspirasi antara rakyat dengan kekuasaan. Sebaliknya, parpol hanya
menjadi alat berdagang bagi para elite politik untuk merebut kekuasaan yang
sama sekali tidak memikirkan rakyat.
Pemilihan kepala daerah baik di tingkat provinsi dan kabupaten secara
langsung merupakan bukti pilkada yang prosedural dan hanya menjadi alat untuk
menaikkan seseorang yang mengabdi pada kepentingan pemodal.
"Kondisi ini harus diperbaiki. Mereka habis terpilih melalui pilkada terus
mengabdi pada pemilik modal. Ini artinya rakyat untuk demokrasi, bukan
demokrasi untuk rakyat", katanya.
Yudi menambahkan, untuk menyelamatkan negara Indonesia perlu memiliki
kepemimpinan yang tegas. Namun, melihat kondisi yang ada di mana para pemimpin
itu juga menjadi bagian dari sistem yang bobrok, maka jalan keluar untuk
menyelamatkan bangsa ini berada di tangan rakyat. "Rakyat harus mengepung.
Partai politik juga harus dikepung", ujarnya. (SH/c)
--
---------------------------------
Låna pengar utan säkerhet.
Sök och jämför hos Yahoo! Shopping.