Indonesia Tekankan Hak Setiap Negara Kembangkan Energi Nuklir
London, (Analisa)
Indonesia menyampaikan keprihatinan atas lambannya proses perlucutan senjata
nuklir dan kebijakan beberapa negara pemilik senjata nuklir yang justru
mempercanggih armada nuklirnya, namun menjadi hak setiap negara untuk
mengembangkan energi nuklir.
Keprihatinan disampaikan Kuasa Usaha ad interim Perutusan Tetap RI untuk PBB
di Jenewa, Dubes I Gusti Agung Wesaka Puja, dalam pertemuan Komite Persiapan
ke-2 Traktat Non-Proliferasi Senjata Nuklir yang diselenggarakan di Jenewa.
Sekretaris III, Kantor Perutusan teteap RI di Jenewa, Widya Sadnovic kepada
Antara London mengatakan pertemuan komite persiapan itu berlangsung sejak 28
April hingga 9 Mei 2008 merupakan bagian dari rangkaian persiapan Konferensi
Kaji Ulang Traktat Non-Proliferasi Senjata Nuklir (Review Conference of the
Treaty on Non-Proliferation of Nuclear Weapons) tahun 2010.
Dalam pertemuan itu, Dubes I Gusti Agung Wesaka Puja menekankan kembali,
menjadi hak setiap negara untuk mengembangkan energi nuklir yang dijamin oleh
Nuclear Non-Proliferation Treaty (NPT).
Menurut Dubes, praktik standar ganda yang menekan negara non nuklir untuk
mematuhi kebijakan non-proliferasinya di satu pihak, sementara mengabaikan
kewajiban negara nuklir untuk melucuti senjata tersebut di pihak lain,
berpotensi melemahkan integritas Traktat Non-Proliferasi Senjata Nuklir.
"Adanya kekhawatiran terhadap proliferasi senjata nuklir hendaknya tidak
menjadikan alasan untuk menghambat hak tersebut," katanya.
Karena itu, Indonesia mendorong penguatan peran International Atomic Energy
Agency (IAEA) sebagai lembaga yang relevan dalam menghadapi tantangan yang
berkaitan dengan pencegahan proliferasi dan kerjasama internasional dalam
pemanfaatan energi nuklir.
Indonesia menyerukan agar negara-negara pemilik senjata nuklir dapat
mengikatkan diri pada berbagai protokol kawasan bebas senjata nuklir.
---------------------------------
Går det långsamt? Skaffa dig en snabbare bredbandsuppkoppling.
Sök och jämför hos Yahoo! Shopping.