Re: Fw: In Memoriam Fadjar Sitepu
   
  Fajar Sitepu telah meninggal kemarin 2 mei 2008 di kota Mei Chu, sebuah kota 
di China Selatan dekat Kanton. Beliau berdomisili di Stockholm, ke China 
beberapa bulan lalu sesungguhnya hanya dalam rangka istirahat. Beliau 
meninggalkan seorang istri dan dua orang anak wanita 17 tahun dan 13 tahun. 
  Fajar Sitepu seperti juga alm ayahnya adalah seorang penyair/penyanjak. 
Sangat berjiwa patriotis dan kerakyatan. Sangat tegas dan bersifat keras 
terhadap ketidakadilan yang ditimpakan oleh penguasa negeri kita, terlihat dari 
kata-katanya dalam sanjak-sanjaknya a.l.
   
  pemimpin dan politiker berebut suara
uang berlimpah kebudayaan korupsi merajalela
seru kemerdekaan terjerumus dalam malapetaka
merdeka diam, merdeka bisu
Indonesia dikangkangi penguasa asu

   
  tetapi Fajar Sitepu juga punya harapan dan memberi harapan:
   
  kusebar mawar pagi di udara
bersama mengalirnya air mata
. . . 
  mari kita teruskan cita citanya terus berjuang
bagi Indonesia dan rakyatnya hidup sejahtera dan bahagia.

   
  Selamat Jalan Impal Karo Mergana
  Sura-surandu ras perjuangendu
  Sura-suranta ras
  Perjuangenta ras
  MUG
   
  --- In [email protected], Joey Bangun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  ----- Forwarded Message ----
  From: mediacare <[EMAIL PROTECTED]
  To: wartawan indonesia <[EMAIL PROTECTED]>; aci <[EMAIL PROTECTED]>
  Sent: Saturday, May 3, 2008 8:03:27 PM
  Subject: [ac-i] Re: [mediacare] In Memoriam Fadjar Sitepu
  
   
  ----- Forwarded Message ----
From: mediacare <[EMAIL PROTECTED]
To: wartawan indonesia <[EMAIL PROTECTED]>; aci <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, May 3, 2008 8:03:27 PM
Subject: [ac-i] Re: [mediacare] In Memoriam Fadjar Sitepu

  ----- Original Message -----   From: isa   To: MEDIACARE-MEDIACARE -MEDIACARE 
  Sent: Saturday, May 03, 2008 4:32 PM   Subject: [mediacare] In Memoriam 
Fadjar Sitepu   *IBRAHIM ISA*

*03 Mei 2008*

*IN MEMORIAM FADJAR SITEPU*

FADJAR SITEPU, penyair dan penulis esay muda meninggal dunia kemarin 
setelah lama menderita sakit. Berita duka ini kami sekeluarga terima 
dengan terkejut dan sedih tadi malam, lewat tilpun dari putri kami yang 
tinggal di Jerman. Memang kami tau bahwa Fajar Sitepu sudah lama 
menderita sakit.

Ketika bertemu dengan Fadjar di Stockholm, Desember 2006 yang lalu, 
meskipun tampak ia sakit, namun masih seperti 'biasa-biasa' saja. Kami 
cakap-cakap sebentar. Aku sempat juga diperkenalkannya dengan salah 
seorang putrinya. Ini putri saya Bung, katanya bangga.

Fadjar Sitepu, bukan saja ku kenal baik, tetapi seluruh keluarga kami 
mengenalnya. Kami kenal Fadjar sebagai seorang pemuda yang punya 
cita-cita luhur, yang punya semangat juang demi keadilan dan kebenaran 
bagi rakyat Indonesia. Ciri Fadjar Sitepu ialah: Lugu, jujur serta 
berani berkata apa adanya. Yang paling berkesan padaku dan siapa saja 
yang mengenalnya, Fadjar adalah seorang yang selalu gembira, hangat 
terhadap sahabat-sahabat, dan optimis mengenai haridepan bangsa kita. 
Wataknya: Setia pada cita-cita yang telah dipilihnya seumur hidup, 
cita-cita berjuang demi kebenaran dan keadilan bagi rakyat Indonesia.

Cita-cita dan semangat juangnya yang berkobar-kobar itu dicurahkannya 
dalam banyak sajak dan syairnya. Fadjar Sitepu memamg senang bersajak. 
Banyak teman suka membaca sajak-sajaknya yang berapi-api, memprotes 
kesewenang-wenangan penguasa serta memperjuangkan keadilan dan 
kebenaran. Juga sajak-sajak yang indah, yang mengisahkan penderitaan dan 
harapan rakyat kita.

Satu diantaranya bisa dibaca dalam sebuah syairnya yang tajam, keras dan 
indah, ketika mengenangkan meninggalnya Sidik Kertapati, salah seorang 
pejuang kemerdekaan yang tangguh, salah seorang tokoh Proklamasi Agustus 
1945, sbb:

PAHLAWANKU TELAH PERGI

<Fadjar Sitepu>

Di jaman kemerdekaan dia berjuang di paling depan

dianugerahi peluru agresor Belanda yang bersarang di paha

setelah merdeka dia terus abdikan diri

bagi rakyat jelata

berjuang bagi petani Indonesia

berjuang

bagi seluruh rakyat Indonesia

raksasa itu terus berdiri tegar

pada imperialis

dan kaum klas penghisap

tak pernah gentar.

Kini dikau telah tiada,

pak Sidik Kertapati jasamu tak pernah kulupakan

kusebar mawar pagi di udara

bersama mengalirnya air mata

pak Sidik Kertapati, beristirahatlah yang tenang

semoga arwahmu berada di sisi Tuhan.

mari kita teruskan cita citanya terus berjuang

bagi Indonesia dan rakyatnya hidup sejahtera dan bahagia.

* * *

Ada satu lagi sajak Fajar Sitepu yang hendak kusoroti pada saat 
mengenangkan Fadjar Sitepu hari ini, yaitu sadjaknya menyambut HARI 
KEMERDEKAAN INDONESIA17 Agustus 2007.

Serangkum sajak yang mencerminkan kecintaan Fadjar pada tanahair indah 
tercinta INDONESIA. Dan betapa Fadjar Sitepu mengisahkan perasaan 
senasib dan sependeritaannya terhadap rakyat kita,

KEMERDEKAAN

<Fadjar Sitepu, 17 Agustus 2007>

Lenggang nyiur dibuai angin

di negeri indah ini

seru kemerdekaannya sudah mendingin

sungai dan gunung berlumur darah

pembunuhan massal keji di sepanjang sejarah

seru kemerdekaan yang luka parah

mata cekung karena sakit dan lapar

menggendong bayi kurus kurang gizi

seru kemerdekaan yang sudah lewat sisi

pemimpin dan politiker berebut suara

uang berlimpah kebudayaan korupsi merajalela

seru kemerdekaan terjerumus dalam malapetaka

merdeka diam, merdeka bisu

Indonesia dikangkangi penguasa asu

* * *

Semoga arwah Fadjar Sitepu diterima di sisi Tuhan YME.

Kepada istri dan anak-anaknya, abang dan adiknya semoga tabah menghadapi 
musibah ini.

Amsterdam
  --

       
---------------------------------
Ta semester! - sök efter resor hos Yahoo! Shopping. 
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum: 
http://shopping.yahoo.se/c-169901-resor-biljetter.html

Kirim email ke