Berastagi, (Analisa)
Pagi buta saat warga kota dingin Berastagi tidur
dengan lelapnya sepasukan Satpol PP Pemkab Karo
dibantu aparat kepolisian Polres Karo dan TNI yang
tergabung didalam tim penertiban pembangunan Bale-Bale
Pasar Buah Berastagi, Rabu (28/5) sekitar pukul 05.00
WIB meruntuhkan Pasar Buah Berastagi.
Strategi itu digelar Satpol PP Pemkab Karo agar jangan
diketahui pemilik kios seperti, pembongkaran Jumat
lalu (Analisa, 24/5), ketika ada upaya melakukan
penertiban untuk membongkar bangunan itu, para
pedagang bertahan dan melakukan perlawanan dengan cara
menyerang dan melempari apa saja yang mereka dapat
kepada tim penertiban.
Sehingga pada waktu itu sejumlah anggota Satpol PP dan
pedagang mengalami cedera akibat bentrokan itu.
Meski pembongkaran yang kedua kali ini tidak memakan
korban jiwa, namun situasi di lokasi pajak buah hingar
bingar, jeritan dari pedagang terdengar melengking.
Warga Berastagi yang mengetahui adanya aksi ribut,
tumpah ruah di seputaran tugu Perjuangan, ada yang
sekedar menyaksikan, ada juga yang coba-coba memancing
kekisruhan.
Situasi mulai terlihat tegang sejak pukul 05.00 WIB
pagi, di saat pagi buta itu petugas Satpol PP dengan
dikawal petugas dari Polres Tanah Karo dan TNI sudah
sampai di lokasi pasar buah.
Serangan Fajar
Serangan fajar petugas yang awalnya tidak diketahui
pedagang itu semula masih berjalan mulus, akan tetapi
begitu satu dua bale-bale sudah diratakan aksi
pembongkaran tercium juga oleh para pedagang.
Sekitar pukul 07.00 WIB pagi terlihat para pedagang
datang bergerombol dan serempak menyerang petugas.
Aksi perlawanan pedagang memang tak sehebat
pembongkaran pertama Jumat kemarin.
Kali ini pedagang hanya bisa histeris, berterik dengan
sumpah serapah, sembari melempari petugas dengan
buah-buahan, melompat jingkrak menyaksikan bale-bale
miliknya diratakan dengan tanah.
Petugas yang menjalankan pembongkaran tak menghiraukan
aksi jerit pedagang, bale- bale besar yang berada di
tengah pun roboh dengan mudahnya.
Merasa kesal bale-bale kiosnya berjualan dirobohkan
dengan bergerombol para pedagang keluar dari lokasi
pembongkaran dan melakukan aksi pemblokiran jalan
menuju Gundaling.
Meja, payung dan berbagai jenis buah dagangan mereka
dipindahkan ke badan jalan, disusun membentang
sehingga kenderaan dari dan menuju Gundaling tak dapat
melintas.
Aksi pemblokiran jalan ini membuat petugas keamanan
dan Satlantas Polres Karo menjadi sibuk untuk mengatur
arus lalulintas disekitar itu.
Sambil berteriak para pedagang yang umumnya wanita ini
membentangkan poster yang bernada kritik atas Bupati
Karo Drs Daulat Daniel Sinulingga.
Buah-buahan berserakan sepanjang jalan, para wisatawan
yang ingin menuju Gundaling dengan menggunakan
kendaraan tidak dibiarkan lewat.
Situasi mulai mereda ketika salah seorang diantara
mereka yang diyakini sebagai provokator diamankan
pihak petugas. Sampai pukul 14.00 situasi
berangsur-angsur tenang, pedagang sudah tak terlihat
lagi di badan jalan. Hanya buah-buahan dan dagangan
lainnya masih terlihat berserakan di sana-sini. (ps)
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net