--- In [email protected], dofen <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>cerita bagus banget. cocok sekali untuk dibaca oleh orang2 yang hidup
di jaman sekarang ini.
> salam.
> What a nice story...(dari milis seberang)
> 
> Empat Isteri
> 
> Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri. Dia
> mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan,
> sebab ia yang tercantik di antara semua isterinya.
> 
> Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. ia sangat bangga dengan
> sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik
> ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu kuatir kalau
> isterinya ini lari dengan pria lain.
> 
> Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang pedagang sangat menyukainya
> karena ia isteri yang sabar dan penuh pengertian. Kapan pun pedagang
> mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri ke-2-nya ini,
> yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa2 sulit.
> 
> Sama halnya dengan isteri pertama. Ia adalah pasangan yang sangat
> setia dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarganya. 
> Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang
> suami. Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski isteri
> pertama ini begitu sayang kepadanya.
> 
> Suatu hari si pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan segera
> meninggal. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam
> hati, "Saat ini aku punya 4 isteri. Namun saat aku meninggal, aku
> akan sendiri. Betapa menyedihkan. "
> 
> ISTERI KE-4: NO WAY
> Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan bertanya pada isteri
> ke-4-nya. "Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan
> perhiasan indah. Nah, sekarang aku akan mati. Maukah kamu
> mendampingi dan menemaniku?" Ia terdiam.... tentu saja tidak! Jawab
> isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa2 lagi. Jawaban
> ini sangat menyakitkan hati. Seakan2 ada pisau terhunus dan mengiris-
> iris hatinya.
> 
> ISTERI KE-3: MENIKAH LAGI
> Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3. "Aku pun
> mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah
> kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?" Isterinya menjawab,
> hidup begitu indah di sini. Aku akan menikah lagi jika kau mati. 
> Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul
> dengan jawaban tsb. Badannya terasa demam.
> 
> ISTERI KE-2: SAMPAI LIANG KUBUR
> Kemudian ia memanggil isteri ke-2. "Aku selalu berpaling kepadamu
> setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu membantuku sepenuh
> hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu. Kalau aku mati, maukah engkau
> mendampingiku? " Jawab sang isteri, "Maafkan aku kali ini aku tak bisa
> menolongmu. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur. Nanti
> akan kubuatkan makam yang indah untukmu."
> 
> ISTERI KE-1: SETIA BERSAMA SUAMI
> Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa itu, tiba2
> terdengar suara, "Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemana
> pun kau pergi. Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.
> 
> Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya di
> sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang kelaparan. 
> Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau saja aku bisa
> merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus
> seperti ini, isteriku."
> 
> HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI
> Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini. Isteri ke-4
> adalah TUBUH kita. Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita
> keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah. Semua ini
> akan hilang dalam suatu batas waktu dan ruang. Tak ada keindahan dan
> kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.
> 
> Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN. Saat kita meninggal,
> semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan
> melupakan kita yang pernah memilikinya. Sebesar apapun kedudukan kita
> dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan
> berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.
> 
> Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN. Seberapa pun dekat
> hubungan kita dengan mereka, kita tak akan bisa terus bersama
> mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita.
> 
> Dan sesungguhnya isteri pertama kita adalah JIWA DAN AMAL KITA. 
> Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus
> setia mendampingi kemana pun kita melangkah. Hanya amallah yang
> mampu menolong kita di akhirat kelak.
> 
> Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijak serta jangan
> pernah malu untuk berbuat amal, memberikan pertolongan kepada sesama
> yang membutuhkan. Betapa pun kecilnya bantuan kita, pemberian kita
> menjadi sangat berarti bagi mereka yang memerlukannya.
> 
>  They Can Try, But They Can't Take That Away From Me...
>


Kirim email ke