--- In [email protected], "MU Ginting" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> "Untungnya, manusia tidak selalu sebodoh masa lalu" nina Si Laga
> Man, soal pupuk palsu pe enggo banci iperiksa salu cara sederhana
> (Sora Sirulo Juni).

Suatu kali, seorang ahli pertanian mengunjungi website
http://sorsirulo.info dan melihat ada berita mengenai pupuk palsu di
sana. Dia lalu menelepon Pemred Sora Sirulo dan mengundangnya ke
kantornya untuk berbincang-bincang mengenai pupuk palsu. Dalam
perbincangan itu dia memberikan beberapa tip cara menguji pupuk palsu
atau asli. Caranya ternyata dapat dilakukan oleh siapa saja dengan
mudah sekali.

Selanjutnya dia menjelaskan bagaimana lembaga tempatnya bekerja
bersedia membantu petani memeriksakan tanahnya di laboratorium (milik
pemerintah) untuk mengatahui pupuk apa saja dan dengan komposisi
bagaimana dibutuhkan oleh tanahnya.

Wah, inilah peran media yang kami cita-citakan selama ini, pikirku.
Bukan hanya berceritera ada kejadian di sana, pada waktu begini dan
begono ceritanya. Tapi juga bisa menjembatani orang-orang 'erpemeteh'
dengan masyarakat luas (khususnya Karo) yang membutuhkan
'pemeteh'untuk meningkatkan taraf hidupnya. Pembicaraan dengan pakar
ini membuat kita juga tahu apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk
kita bila kita mau. Dan, kita sampaikan kepada masyarakat luas.

Karena si pakar juga adalah member milis ini, kuucapkan salam
mejuah-juah man bandu, Pa. Orangnya sebenarnya masih muda, tapi karena
dia mengawini bibiku yang juga teman se-SMP VIII seangkatan Nayan
Batam, jadi erbapa aku man bana.

Berita selengkapnya baca Sora Sirulo edisi Juni 2008: halaman 8.

jg

Kirim email ke