Belajar dari Karo, belajar menyaingi Karo
Dari postingan Si Laga Man Jeruk Menjadi Andalan Taput bagepe Alexander soal
Petani Dairi Pelatihan Pertanian Organik di Karo, jelas me si idah uga
perdalanen perkembangan dunia, disini Karo dan daerah sekelilingnya, melibatkan
semua penggerak pertanian, dan mau tak mau pemerintah daerahnya menceburkan
diri dalam pertandingan , persaingan, pasti juga bisa dikatakan demi survival
masing-masing daerah. Perkembangan Karo berada didepan dimasa lalu sudah
semakin terdesak, pengetahuan dan pengalamannya bakal diambil dan ditrapkan
didaerah lain pertama untuk survival dan kedua untuk menyaingi Karo yang tadi
sudah duluan. Harus saya ingatkan bahwa disini tidak ada yang jelek, apa yang
diperbuat oleh daerah sekeliling Karo, mengambil pengetahuan Karo dengan
belajar secara tulus dari pengetahuan dan pengalaman Karo adalah sikap yang
patut dipuji, hormat dan ilmiah. Akibatnya atau kesudahannya nanti Karo akan
kalah atau malah mati pertaniannya karena tersingkir
dari persaingan, termasuk perjuangan dan survival kemanuisaan pada umumnya dan
disini ethnicgroups self-assertion khususnya. Faktor intern Karo akan
menentukan bagaimana nasib Karo, bukan faktor extern. Daerah Sumbar pernah
belajar bagaiman menangani bunga dan bibit bunga, sekarang mereka sudah
menguasai, dan banyak bunga dari daerah itu. Kita masih ingat bagaimana pada th
70an Malaysia belajar dari Indonesia hampir dalam segala hal. Sekarang . . .
yah, tidak bisa menyalahkan negeri tetangga kalau kita sudah ketinggalan, dan
jauh ketinggalan. Apakah Karo akan bernasib yang sama dibandingkan tetangganya?
"saya yakin kita akan merenung sejenak" kata Si Laga Man. Marilah kita
renungkan sambil berhari Minggu.
Bujur
MUG
___________________________________________________
Sök efter kärleken!
Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting:
http://ad.doubleclick.net/clk;185753627;24584539;x?http://se.meetic.yahoo.net/index.php?mtcmk=148783