Mjj Pa,

Mungkin tah aku ipupus perbarung2,,tertarik kel aku masalah pertanian i 
cakapken. Terleih hal itu juga menyangkut SURVIVAL karo. Dari semua 
peyelenggara yang turun ke lapangan semua kalak Karo. Sudah jelas juga, karena 
memang karolah yang duluan berkembang mengenai pertanian. Wajar sekali. 
Kekawatiran seperti Malaysia yang dulu belajar dari Idonesia kemudian Indonesia 
tertinggal, saya kira bijak kalo kita merenung, tapi sangat tidak bija merenung 
terlalu lama.
Tanpa perlu analisa yang mendalam, kita pasti sudah tau KARO akan tertinggal, 
kalo tidak ada pergerakan.

2 ato 3 minggu yg lalu, RBK mewawancarai pak Sitepu dari Sukanalu sebagai Ketua 
KPK di Tanah Karo. Lewat SMS saya tanya" Bagaimana kita2 penyelamatan pertanian 
tanah karo, kalo keadaan saat ini sangat terpuruk. PUPUK LA TERTUKUR, HASIL 
PANEN LA LIT ERGANA".

Pak sitepu memberikan beberapa argumentasi. Bgini kira2:
KALAK KARO BIASANYA IA AKAPNA SIJAGONA BAS PERTANIAN ENDA, adi lit bage 
penyuluhan pertanian, beluhen nge akapna bana. Lanai nggit ia i ajari. Masalah 
tehnik pengolahan tanahlah, penggunaan pestisidalah,,  nggo kalak karo akapna 
si jagona. Secara tidak langsung tertutup untuk belajar.

Hasilnya KENTANG tanah karo tidak layak EXPOR ke AUSTRALIA karna kadar 
pestisida terlalu tinggi. Jeruk juga demikian, penanganan hama dan penyakit 
dengan gampangnya ditanggulangi dengan MENGGANDAKAN dossis pestisida. Akibatnya 
expot tidak akan tembus karan kelebihan kadar racun.

Melala kel kalak karo singgo jadi insinyur pertanian, tapi lebih terbuka di 
luar karo unguk menyerap ilmu mreka, DAIRI DAN TAPANULI contoh nyata.

YEA,,adi kita, terjeng si eteh janah banci si baca situasi enda, paling lang 
KADE2NTA LAH GIA SI PESEH KERNA SI enda,,enda pe MASA DEPAN KARO NDAI KAN  NGE,,

Mjj kita kerina.

Joni HEndra Tarigan-NL

----- Original Message ----
From: MU Ginting <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Sunday, June 1, 2008 2:14:45 AM
Subject: [tanahkaro] Belajar dari Karo, belajar menyaingi Karo


Belajar dari Karo, belajar menyaingi Karo
Dari postingan Si Laga Man Jeruk Menjadi Andalan Taputbagepe Alexander soal 
Petani Dairi Pelatihan Pertanian Organik di Karo, jelas me si idah uga 
perdalanen perkembangan dunia, disini Karo dan daerah sekelilingnya, melibatkan 
semua penggerak pertanian, dan mau tak mau pemerintah daerahnya menceburkan 
diri dalam pertandingan , persaingan, pasti juga bisa dikatakan demi survival 
masing-masing daerah. Perkembangan Karo berada didepan dimasa lalu sudah 
semakin terdesak, pengetahuan dan pengalamannya bakal diambil dan ditrapkan 
didaerah lain pertama untuk survival dan kedua untuk menyaingi Karo yang tadi 
sudah duluan. Harus saya ingatkan bahwa disini tidak ada yang jelek, apa yang 
diperbuat oleh daerah sekeliling Karo, mengambil pengetahuan Karo dengan 
belajar secara tulus dari pengetahuan dan pengalaman Karo adalah sikap yang 
patut dipuji, hormat dan ilmiah. Akibatnya atau kesudahannya nanti Karo akan 
kalah atau malah mati pertaniannya karena tersingkir
 dari persaingan, termasuk perjuangan dan survival kemanuisaan pada umumnya dan 
disini ethnicgroups self-assertion khususnya. Faktor intern Karo akan 
menentukan bagaimana nasib Karo, bukan faktor extern. Daerah Sumbar pernah 
belajar bagaiman menangani bunga dan bibit bunga, sekarang mereka sudah 
menguasai, dan banyak bunga dari daerah itu. Kita masih ingat bagaimana pada th 
70an Malaysia belajar dari Indonesia hampir dalam segala hal. Sekarang . . . 
yah, tidak bisa menyalahkan negeri tetangga kalau kita sudah ketinggalan, dan 
jauh ketinggalan. Apakah Karo akan bernasib yang sama dibandingkan tetangganya?
"saya yakin kita akan merenung sejenak" kata Si Laga Man. Marilah kita 
renungkan sambil berhari Minggu. 
Bujur
MUG 

________________________________
 Går det långsamt? Skaffa dig en snabbare bredbandsuppkopplin g.
Sök och jämför hos Yahoo! Shopping.    


      

Kirim email ke