Pedagang Pasar Buah Kembali Berjualan
Monday, 02 June 2008
KARO
(SINDO) – Pedagang Pasar Buah Berastagi kembali berjualan di lapak yang
sederhana di lokasi pasar yang dirobohkan Pemkab Karo Rabu (28/5) lalu.
Dari pantauan SINDO kemarin, meski belum seluruh
kios selesai dibangun oleh pedagang, frekuensi jual beli di Pasar ini
terlihat ramai karena bertepatan dengan hari libur. Sebelumnya, sejak
Jumat (30/5) lalu pedagang mulai membersihkan puingpuing bangunan
kios.Setelah itu,pedagang dengan inisiatif sendiri mulai mendirikan
kios darurat dengan menggunakan plastik sebagai atap kios.
Ratna,salah
seorang pedagang yang sebelumnya menjadi korban penggusuran mengatakan,
inisiatif untuk membangun sendiri lokasi berjualannya ini karena hampir
mayoritas pedagang hanya mengandalkan pasar tersebut untuk mencari
nafkah. ”Kami tidak memikirkan bahaya yang datang hari esok,
karenamungkintimSatuanPolisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Karo akan
mengusir kami kembali,”kata Ratna.
Saat ini
pedagang terlihat untuk sementara saling berbagi tempat. Misalnya,
biasanya untuk satu lokasi kios ditempati enam pedagang. Namun karena
keadaan masih darurat, untuk sementara satu kios ditempati delapan
pedagang. Ketua LSM Panji Demokrasi Cici Ardy ketika ditemui di
kediamannya mengatakan, pihaknya mendukung sikap yang dilakukan oleh
pedagang Bale-Bale Pasar Buah Berastagi.
Dia
menilai Pemda Karo kurang perhitungan dalam melaksanakan tugasnya dan
terkesan selalu memaksakan kehendak.”Saat ini masyarakat Karo sudah
merasa berat dengan kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Sejauh ini
masyarakat tidak ikut ribut soal BBM,tetapi mengapa Pemda Karo membuat
permasalahan baru,” ungkap Cici. (makmur sembiring)