Mejuah juah Pa, Mejuah juah Impal Tarigan Mergana bage ka pe man kam kerina Per-Milis sada pe la ketadingen..
Satu hal yang saya lihat disaat Indonesia menyatakan mulai Demokrasi, disanalah azas musyawarah sepertinya di kebelakangkan, dulu Seorang bupati di pilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), masih terlihat budaya arih arih, dimana bupati selalu menghormati DPRD dan juga sebaliknya. Tetapi pada saat Bupati di pilih langsung oleh rakyat sepertinya kerenggangan terjadi antara Bupati Dan DPRD. Jarang sekali dilapangan terlihat Bupati bergandengan tangan terjun ke masyarakat dan juga sebaliknya, semuanya sibuk dengan pekerjaan masing masing. Hal yang lain, kurang potensialnya orang-orang yang dipilih untuk menduduki Kursi kursi Pemerintahan dan wakil rakyat. Seperti ungkapan seorang teman kepada saya, "Program kerja di dinas tempat saya bekerja sangatlah jauh dari hal hal yang menyengkut seperti apa layaknya yang harus kami kerjakan, Saya menjawab apakah kepala dinas, yang memimpin pada saat sekarang ini, orang yang memang mempunyai potensi dalam pekerjaan yang dia pimpin. teman saya hanya terdiam dan berpikir. memang tidak, dia bukan orang atau mempunyai pendidikan yang menjurus ke instansi yang di pimpinnya (saya tidak sebutkan apa instansinya), itu yang membuat program kerja di instansi tersebut tidak sejalan dengan apa yang di butuhkan. Kembali kepada potensi (SDM) yang ada Karo, Karo membutuhkan SDM yang banyak, mempunyai kwalitas kerja dan bertanggung jawab untuk membangun Karo kedepan. Cendurung sifat rela berkorban di Karo untuk membangun Karo sangat tipis, sekali, semuanya bila tidak ada uang, tidak bekerja. rata rata disemua sektor seperti itu, pegawai negeri yang jumlahnya ratusan orang, hanya duduk duduk dan bermalas malasan di kantor, tanya kenapa tidak bekerja, tidak ada yang dapat dikerjakan disini, kami datang saja sudah luar biasa, sampai tanggalnya kita menerima gaji.. Seperti inilah kadar kerja kita buat saat ini.. Potensi Pertanian saya rasa masih bisa dipertahankan di Tanah Karo, mungkin SDM Karo yang sangat potensial dalam hal ini bisa campur tangan untuk membangun Karo kedepan. Saya lebih setuju bila berkarya tidak selalu bertopang tangan kepada Pemda Karo. Siapa yang mau bekerja, mari berkarya. Sekecil apa pun usaha kita sangat bermanfaat nantinya.. "Sitik jena Nari, Sitik Ka jenda Nari, Me enggo Mbue" Endam lebe sitik yah, nimai nimai man ciger i tengah juma emon... Bujur Eddy Surbakti 2008/6/1 jonihendra tarigan <[EMAIL PROTECTED]>: > Mjj Kalimbubu Sitepu mergana. > > Kalo pemerintah daerah ka nge siarapken, 2010 nggo me sada keajaiban dunia > adi realisasikan pemkab karo erban LABORATORIUM. Adi lalit dana ningen > Kantor Bupati nge i pegalang miliaren rupiah. Lokasi Pasar Buah Brastagi pe > jadi persoalen. Tapi adi la ku pemkab, kujanari kita erpengarapen,,,. > > Tah kai nge atena maka merga kel iban kantor Bupati, bahsan dari LUAR > NEGERI sgala,,. Adi kin ate membangun rakyat,ENGKAI MAKA LA MANFAATKAN > pruduk rakyat.DARI KITA, OLEH KITA, UNTUK KITA bage min mottona me tergejab > man masyarakat. Enda lang, DARI KITA, OLEH KITA , UNTUK KAMI ( PEJABAT) > SAJA. Adi lit pe sura2 rakyat si mehuli,LABO DIATENA PEH. > > Pernah tersinget bang Eddy kerna sura2 erban kincir air untuk irigasi di > daerah yang dilairi sungai. Kusungkun " UGA KIRA2 ADI PROPOSALKEN KU PEMKAB? > ". Yah,, lo lit e,, Nggo min idahna berhasil e mungkin banci erdalan. ( > Tersinget na bang Eddy, sentabi kel yah, lenga terdadap aku ttg Kincir air > ndai ya pal.., sangana aku kejar tayang skribsi. Tgl 18 Juni Sidang. Sentabi > kel e pal,,). > > Yea, tah arah kam banci sitik mbuena nampati kade2nta si kujuma kurumah > MA,,, atur ka perkusurndu. Sitik2 saja kita arih2, dua telu kalak kita > errunggu, di la kita ermedumedu tah lit nge pagi malemna. > > Bagem lebe sitik arah aku kalimbubu. Tarigan mergana anak perana medanak > denga, tah bagi si mejarjar gia aku akapndu ngerna labo enda karusku. > > Mjj. > > Joni HEndra Tarigan-NL > > ----- Original Message ---- > From: karo karositepu <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Sunday, June 1, 2008 10:34:33 AM > Subject: Re: [tanahkaro] Belajar dari Karo, belajar menyaingi Karo...Karo > jangan kalah. > > MJJ, > Apa yang dikemukakan JG, MUG, JH tarigan dan Eddy memang benar.. dan fakta. > Pada waktu lahan pertanian masih demikian suburnya.... Karo memang leading > dalam usaha pertanian khsusnya hortikultura. .... Pada saat kondisi lahan > sudah berubah.... jadi kurang subur (sebagian besar karena dampak perlakuan > yang tidak seimbang)... pasti solusi dengan pendekatan ilmiah menjadi suatu > harapan. Desember 2007 yang lalu, kebetulan saya diskusi dengan 2 orang > expert pertanian dari Belanda (yang diperbantukan oleh PUM-Belanda ke > PT.Merek Indah Lestari (Sekarang Simalem). Mereka kagum sekali dengan > Pertanian Karo, tapi selain kagum mereka "sangat heran" mengapa Karo tidak > memiliki "Soil Laboratory". Aku cuma bilang... sedang di rencanakan (entah > kapan....ya) > > Selama "jalan-jalan" ke Bogor, saya diundang diskusi oleh teman-teman > dosen senior di IPB (saya sendiri gak pernah sekolah di Bogor), dan > mengunjungi beberapa laboratorium untuk pengujian unsur macro dan beberapa > unsur micro dari tanah dan pupuk di IPB yang di kelola teman saya dengan > manajemen swasta (komersil). Ternyata untuk setting-up laboratorium yang di > kelola (yang telah mendapat sertifikasi) , dana yang dibutuhkan membutuhkan > sekitar 400 jutaan (diluar bangunan gedung). Saya jadi merenung, seandainya > Karo punya laboratorium sendiri.... sudah hampir pasti pemalsuan pupuk > secara significant akan dapat dikurangi, juga penggunaan pupuk akan dapat > dihemat karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan lahan. > Duit yang 400 jutaan memang besar untuk ukuran Per"baroeng" seperti > kami... tapi relatif akan menjadi tidak besar bila dibandingkan dengan APBD > karo yang 600 an miliar.... atau dibandingkan dengan pembelian mobil > dinas..... > > Berbicara pertanian... memang menyangkut banyak hal... tapi yang paling > mendasar adalah pemahaman tentang tanah (soil).....dan untuk hal ini orang > karo banyak yang sudah jago (dengan reputasi internasional) . > > Pertanyaannya. ... apakah masih ada kemungkinan Pemda didukung olah DPRD > "berniat" untuk itu (atau memang tahun ini akan dibangun..?? ?..... kalau > ya... puji Tuhan) , atau haruskah kita menunggu setelah 2010, pada saat > tetangga kita sudah semakin kuat dan melibas kita?? > Regards, > Per:baroeng" Peceren > > *Radio Karo Accees Global <radiokaroaccessglob [EMAIL PROTECTED] com>* wrote: > > Beberapa Hari yang lalui saya sudah membuat sebuah ilustrasi, hati hati > banyak pihak yang lagi gencarnya memecah persatuan karo. pecah sitik habis > bumi turang ini.. > > Dulu ada isu tapanuli sudah mengembangkan tanaman jagung, petani karo geger > setengah mati. pas di cek ke tapanuli tak ada jagungnya .. Hati hati, karena > banyak yang tau masyarakat karo sekarang banyak yang jantungan, jadi > digertak gertaklah trus... biar banyak yang meninggal, pertahanan karo dari > sumber daya manusia Kurang, masih tetapkan bertahan di kampung orang ? > > Bujur > > On Sun, Jun 1, 2008 at 3:09 AM, jonihendra tarigan <jonihendra_tarigan@ > yahoo.com <[EMAIL PROTECTED]>> wrote: > >> >> Mjj Pa, >> >> Mungkin tah aku ipupus perbarung2,, tertarik kel aku masalah pertanian i >> cakapken. Terleih hal itu juga menyangkut SURVIVAL karo. Dari semua >> peyelenggara yang turun ke lapangan semua kalak Karo. Sudah jelas juga, >> karena memang karolah yang duluan berkembang mengenai pertanian. Wajar >> sekali. Kekawatiran seperti Malaysia yang dulu belajar dari Idonesia >> kemudian Indonesia tertinggal, saya kira bijak kalo kita merenung, tapi >> sangat tidak bija merenung terlalu lama. >> Tanpa perlu analisa yang mendalam, kita pasti sudah tau KARO akan >> tertinggal, kalo tidak ada pergerakan. >> >> 2 ato 3 minggu yg lalu, RBK mewawancarai pak Sitepu dari Sukanalu sebagai >> Ketua KPK di Tanah Karo. Lewat SMS saya tanya" Bagaimana kita2 penyelamatan >> pertanian tanah karo, kalo keadaan saat ini sangat terpuruk. PUPUK LA >> TERTUKUR, HASIL PANEN LA LIT ERGANA". >> >> Pak sitepu memberikan beberapa argumentasi. Bgini kira2: >> KALAK KARO BIASANYA IA AKAPNA SIJAGONA BAS PERTANIAN ENDA, adi lit bage >> penyuluhan pertanian, beluhen nge akapna bana. Lanai nggit ia i ajari. >> Masalah tehnik pengolahan tanahlah, penggunaan pestisidalah, , nggo kalak >> karo akapna si jagona. Secara tidak langsung tertutup untuk belajar. >> >> Hasilnya KENTANG tanah karo tidak layak EXPOR ke AUSTRALIA karna kadar >> pestisida terlalu tinggi. Jeruk juga demikian, penanganan hama dan penyakit >> dengan gampangnya ditanggulangi dengan MENGGANDAKAN dossis pestisida. >> Akibatnya expot tidak akan tembus karan kelebihan kadar racun. >> >> Melala kel kalak karo singgo jadi insinyur pertanian, tapi lebih terbuka >> di luar karo unguk menyerap ilmu mreka, DAIRI DAN TAPANULI contoh nyata. >> >> YEA,,adi kita, terjeng si eteh janah banci si baca situasi enda, paling >> lang KADE2NTA LAH GIA SI PESEH KERNA SI enda,,enda pe MASA DEPAN KARO NDAI >> KAN NGE,, >> >> Mjj kita kerina. >> >> Joni HEndra Tarigan-NL >> >> ----- Original Message ---- >> From: MU Ginting <[EMAIL PROTECTED] se <[EMAIL PROTECTED]>> >> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com <[email protected]>; [EMAIL PROTECTED] >> ps.com <[EMAIL PROTECTED]>; komunitaskaro@ yahoogroups. com<[EMAIL >> PROTECTED]> >> Sent: Sunday, June 1, 2008 2:14:45 AM >> Subject: [tanahkaro] Belajar dari Karo, belajar menyaingi Karo >> >> ***Belajar dari Karo, belajar menyaingi Karo* >> Dari postingan Si Laga Man *Jeruk Menjadi Andalan >> Taput*<http://se.mc256.mail.yahoo.com/group/tanahkaro/message/24727>bagepe >> Alexander soal >> *Petani Dairi Pelatihan Pertanian Organik di >> Karo*<http://se.mc256.mail.yahoo.com/group/tanahkaro/message/24730>, >> jelas me si idah uga perdalanen perkembangan dunia, disini Karo dan daerah >> sekelilingnya, melibatkan semua penggerak pertanian, dan mau tak mau >> pemerintah daerahnya menceburkan diri dalam pertandingan , persaingan, pasti >> juga bisa dikatakan demi survival masing-masing daerah. Perkembangan Karo >> berada didepan dimasa lalu sudah semakin terdesak, pengetahuan dan >> pengalamannya bakal diambil dan ditrapkan didaerah lain pertama untuk >> survival dan kedua untuk menyaingi Karo yang tadi sudah duluan. Harus saya >> ingatkan bahwa disini tidak ada yang jelek, apa yang diperbuat oleh daerah >> sekeliling Karo, mengambil pengetahuan Karo dengan belajar secara tulus dari >> pengetahuan dan pengalaman Karo adalah sikap yang patut dipuji, hormat dan >> ilmiah. Akibatnya atau kesudahannya nanti Karo akan kalah atau malah mati >> pertaniannya karena tersingkir dari persaingan, termasuk perjuangan dan >> survival kemanuisaan pada umumnya dan disini ethnicgroups self-assertion >> khususnya. Faktor intern Karo akan menentukan bagaimana nasib Karo, bukan >> faktor extern. Daerah Sumbar pernah belajar bagaiman menangani bunga dan >> bibit bunga, sekarang mereka sudah menguasai, dan banyak bunga dari daerah >> itu. Kita masih ingat bagaimana pada th 70an Malaysia belajar dari Indonesia >> hampir dalam segala hal. Sekarang . . . yah, tidak bisa menyalahkan negeri >> tetangga kalau kita sudah ketinggalan, dan jauh ketinggalan. Apakah Karo >> akan bernasib yang sama dibandingkan tetangganya? >> "saya yakin kita akan merenung sejenak" kata Si Laga Man. Marilah kita >> renungkan sambil berhari Minggu. >> Bujur >> MUG >> >> ------------------------------ >> Går det långsamt? Skaffa dig en snabbare bredbandsuppkopplin g. >> Sök och jämför hos Yahoo! >> Shopping.<http://shopping.yahoo.se/c-100015813-bredband.html?partnerId=96914325> >> >> > > > >
