Panitia Pemko Diintimidasi
Tuesday, 03 June 2008
KARO
(SINDO) – Panitia Pemko Berastagi mendapat intimidasi berupa kecaman
terhadap kinerja jelang kunjungan Komisi II DPR ke Kota Berastagi,Jumat
(6/6).
”Melalui internet, kami dikatakan tidak memiliki
kinerja. Bahkan kerja keras yang telah dilakukan panitia Pemko dengan
dukungan masyarakat dianggap tidak ada sama sekali, bahkan kinerja kami
di pertanyakan.Yang paling tidak masuk akal adalah adanya tuduhan bahwa
sebahagian besar panitia Pemko Berastagi berbisnis prostitusi,” ujar
Ketua Panitia Pemko Berastagi Iwan Sembiring Depari yang didampingi
Wakil Ketua Pemekaran Thomas Ginting, Sekretaris Pemekaran Mimbar
Pencawan, di Berastagi kemarin sore.
Dia
mencurigai intimidasi ini dilakukan pihak-pihak yang menolak kehadiran
Pemko Berastagi yang nantinya akan membawahi Kecamatan Berastagi,
Merdeka, dan Dolat Rayat.
”Semua orang terlibat
di kepanitiaan merupakan orang yang terpandang di Kota
Berastagi.Terpandang, bukan berarti memiliki uang banyak,tetapi
merupakan bahagian dari tokoh adat, masyarakat, pemuka agama,dan tokoh
pemuda. Jadi,menurut saya itu merupakan pekerjaan orang yang memiliki
sentimen pribadi kepada panitia,” tandas Iwan.
Rencananya,
empat anggota Komisi II DPR akan meninjau kesiapan Pemko Berastagi,
Jumat (6/6).Mereka adalah Ketua Tim Ir Hj Andi Yuliani Paris, serta
Made Suwendha,H Sulaiman Effendi, Chufran Hamal,dan Keya Nurcahyo
selaku sekretariat tim. Iwan menyebutkan, dirinya tidak menduga akan
dikunjungi anggota DPR. Sebab, sebelumnya, Menteri Dalam Negeri
(Mendagri) telah mengeluarkan statement bahwa 15 daerah pemekaran,
termasuk Pemko Berastagi akan ditunda setelah pemilu.
Mendagri
akan terlebih dahulu merealisasikan pemekaran 12 daerah yang berkasnya
telah di proses oleh anggota dewan dan Mendagri. ”Mungkin Pemko
Berastagi akan dimasukkan ke dalam 12 daerah pemekaran yang terlebih
dahulu dibahas di pusat. Kita berharap usai kunjungan nantinya, Pemko
Berastagi akan segera di paripurnakan agar cita-cita kita
yangtertundaselamainidapat segera terwujud,”papar Iwan.
Sekadar
diketahui, pada 26 Februari 2008 lalu, anggota Dewan Perwakilan Daerah
(DPD) juga telah melakukan peninjauan tapal batas Pemko Berastagi
dengan Pemkab Karo.Namun, kedatangan anggota DPD ini ditolak oleh
Bupati Karo DD Sinulingga.
Hal ini sempat
menimbulkan kecaman keras dari DPD dan masyarakat yang mendukung
pemekaran Pemko Berastagi. Dalam kesempatan kemarin, Iwan juga
mengimbau masyarakat Berastagi agar tetap bersabar menantikan Pemko
Berastagi. ”Kita harap masyarakat bersabar dan menahan diri apabila ada
hujatan dari orang yang tidak menghendaki kehadiran Pemko Berastagi”
katanya.
Untuk menyambut kedatangan anggota
dewan yang akan meninjau Berastagi dan rencananya menemui Bupati Karo,
Iwan meminta seluruh masyarakat di tiga kecamatan yang tergabung dalam
Pemko Berastagi ikut serta dalam kegiatan itu. (makmur sembiring)
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net