Beberapa tahun yl kalau sedang ngobrol dgn teman dijalanan mereka sering
bilang :" sudah ada motor-motornya siregar ini".Semula saya bingung mengartikan
kalimat itu karena waktu itu saya tidak merasa punya motor:-)
Saya setiap hari memulung dengan berjalan kaki dengan membawa goni
plastik.Sehingga saya jadi bingung ketika dibilang "ada motor-motornya".
Belakangan saya sadar bahwa yang dimaksud dengan "ada motor-motornya" berarti
"ada gilak-nya", tidak genap alias ganjil, posisi-nya " jam 7 lewat 5" alias
"miring":-)
Itu adalah cerita masa lalu yang sama sekali gak ada kaitannya dengan Suzuki
Thunder or Yamaha Scorpio.Tapi cerita yang ini sungguh berkaitan dengan motor
beneran...
Sekitar Juli 2007 yl saya usahakan mengganti sepeda motor saya yang bermerk
Kanzen.Karena masih kredit saya carikan motor butut asal tidak mencicil lagi
yang kir-kira bisa memperlacar kerja saya melacak barang rongsokan(pakai
keranjang).
Saya dapatkan seuah motor merek Suzuki Cristal buatan tahun 1992 dan saya
bayari 1 juta 800 ribu dengan memakai uang toke.Lumayan lama juga motor itu
saya pakai dan tidak pernah macet walau sudah terbilang motor tua.
Suaranya halus dan tidak pernah mogok.Dan selama saya memakai motor itu lumayan
banyak barang rongsokan yang saya dapatkan yang bisa saya jual kembali ke toke
sehingga sekitar bulan November 2007 cicilannya sudah saya lunasi.
Tapi mendadak awal bulan Maret 2008 yl motor tersebut ditarik/disita oleh toke
saya-yang saya panggil sebagai Nantulang.Alasannya gak masuk diakal, karena
saya merasa cicilan motor sudah pernah saya lunasi sampai NOL rupiah dan
kalaupun ada hutang itu adalah biasa karena itu adalah hutang bisnis/dagang.
Saya lupa boru apa Nantulang itu...Marga Tulang itupun aku lupa:-)
Yng membekas di ingatan saya adalah bahwa saya tidak diperbolehkan lagi memakai
motor itu dan saya dipersilahkan memulung dengan berjalan kaki persis seperti
yg saya kerjakan pada tahun 1993 awal saya tiba di Batam.
"Kesinikan motor itu Regar jangan lagi pakai motor itu...lebih baik motor itu
kucincang/kukilokan jadi besi tua-daripada kau pakai!!!" begitu kata toke yang
saya panggil sebagai Nantulang.
Saya hanya diam dan nggak bisa bilang apa-apa lagi ketika itu...
Saya hanya ingat suatu nasehat "jangan coba-coba melawan kalau gak punya duit"
itu sebabnya Saya hanya diam ketika motor itu ditarik dan menyimpan semua itu
di bathin.
Seminggu yl saya tiba kembali ke Pulau Batam ini.
Saya kembali cari barang rongsokan dan karena belum dapat motor yang lain saya
terpaksa mencari barang dengan berjalan kaki.Itu biasa...namanya juga baru
sampe ke Batam...
Tapi yang sangat mengejutkan saya adalah ketika saya 3 hari saat menjual barang
di salah satu toke di Sei Panas.Saya melihat motor itu sudah dijual ke pemulung
yang lain dan oleh teman itu sudah dijadikan becak untuk mengangkut rongsokan.
Saya jadi teringat kembali beberapa kisah selama motor itu saya pakai...
sering saya pakai untuk mencari barang dan selalu ber rejeki...
Kadang saya pakai ke Batu Aji, Muka Kuning dan Batam Centre, dan beberapa kali
saya pakai ber-gereja di GPIB Immanuel Batu Ampar.
Beberapa kejadian ketika motor itu terjatuh di komplek Puri Garden karena saya
kebut... membanjiri kenangan saya kembali.
Kalau saya bekerja saya akan memakai keranjang di belakangnya untuk membawa
barang...
Saya ingat beberapa "perempuan yang tidak jelas" yang pernah dibonceng oleh
motor itu...
semuanya itu membanjiri kenangan saya kembali....
Tapi yang sangat sesali sesudah motor itu berpindah tangan adalah motor itu sdh
pernah dinaiki seorang gadis putih cantik di malam natal 24 Desember 2007
yl.Saya gak perlu sebut namanya....pastinya dia boru Surbakti.
Itu sebabnya hati saya teriris ketika melihat motor itu sudah dijual ke orang
lain dan dijadikan becak...
Sejak awal saya sudah berkeras minta tolong ke Nantulang tolong supaya motor
itu jangan dijual menunggu saya ada uang untuk menebusnya.
Saya sudah coba meyakinkan Nantulang bahwa motor itu bagaimanapun juga nilai
historisnya tinggi buat saya.Itu sudah mejadi semacam titian masa lalu, kini
dan mendatang bagi hidup saya:-).Seumur hidup baru sekali itu ada perempuan
baik-baik mau saya bonceng pakai motor jelek ...
Mengingat kenangan motor itu--andaikan bisa memilih-motor itu tidak akan pernah
saya jual.Motor itu sudah menjadi senilai 300 juta sesudah dinaiki boru
Surbakti yang baik itu:-)
Tapi apa boleh buat...
Motor itu kini sudah milik orang lain dan dijadikan becak...
Kenangan tinggal kenangan...
Besok2 kalau ada duit...motor yang sudah dijadikan becak itu mau saya beli
lagi...
Saya mau jadikan motor itu seperti sediakala...
Trus sekitar 50 tahun yad baru di lelang di Balai Lelang Christy di London...
Pasti laku sekitar 2 milyard dolar...hanya karena pernah dinaiki o/ boru
Surbakti:-)
Trus boru Surbakti itu dimana sekarang Win?
Dia?Dia ada di Jerusalem sekarang...kenapa rupanya?:-)
by:siregar, erwin
marchelia batam centre
17:53 wib
Find great new restaurants - Yahoo! Singapore Search.
http://sg.search.yahoo.com/search?p=restaurant+reviews&cs=bz&fr=fp-top