12 Ribu Hektar Areal Jagung di Dairi Terlambat Tanam
Sidikalang, (Analisa)
Seluas 12 ribu hektar lebih areal pertanaman jagung
di tiga kecamatan yakni Tigalingga, Gunung Sitember dan Tanah Pinem
Kabupaten Dairi terlambat tanam. 
“Musim penanaman kali ini molor jauh. hal itu
dikarenakan sukarnya mendapatkan pupuk urea,” kata Adil Tarigan, Camat
Tigalingga dan Suasta Ginting, Camat Tanah Pinem di Kutabuluh,
baru-baru ini.
Jangankan pupuk urea bersubsidi, urea non subsidi juga
tidak ada di toko. Petani tak tahu dimana tempat pembelian. Rasanya,
pembudidaya tak mau memulai penanaman kalau belum memberi urea.
Padahal, lahan sudah lama diolah.
Maruasal Purba Kepala Seksi Tanaman Pangan Dinas
Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Dairi mengatakan, sebenarnya
urea untuk petani sudah tersedia di gudang Pusri di Sidikalang dalam
jumlah besar. 
Tetapi pendistribusiannya harus mengikuti aturan baru
dimana kelompok tani mesti mengajukan RDKK (rencana defenitif kegiatan
kelompok tani) sebagai landasan bagi pengecer. 
RDKK dimaksud merinci tentang komoditas dan luas areal
yang diusahai sehingga jelas berapa kebutuhan pupuk setiap desa atau
kelompok tani. Begitu dokumen rampung dan dapat dipertanggungjawabkan,
maka pupuk segera disalurkan.
Suasta mengaku sangat prihatin atas masalah yang menimpa
petani. Keterlambatan tanam jelas menimbulkan kerugian dimana gulma
akan tumbuh, panen terlambat yang kesemuanya menambah ongkos. Padahal,
kata dia, harga selama enam bulan terakhir cukup membangkitkan semangat
warga dimana harga jual minimal Rp2.400 per kilogram dan harga terakhir
tercatat Rp2.600. 
Camat ini mengutarakan, budidaya tanpa pupuk bersubsidi
pasti mengurangi keuntungan petani. Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah Drs Arsenius Marbun memprediksi, harga jagung itu
bakal terus membumbung seiring bertambahnya penggunaan jagung sebagai
sumber energi oleh negara maju. (ssr)

Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net



      

Kirim email ke