sumber: 
http://hariansib.com/2008/07/07/pupuk-kimia-mahal-petani-karo-berharap-pemerintah-prioritaskan-pupuk-organik/

Pupuk Kimia Mahal, Petani Karo Berharap Pemerintah Prioritaskan Pupuk OrganikT 
Karo (SIB)

Dampak terus meningkatkannya harga-harga pupuk dan pestisida di Karo,
membuat banyak petani umumnya tidak mampu lagi membelinya. Akibatnya,
beragam tanaman hortikultura cenderung tak terurus sehingga tidak
berproduksi. Bahkan banyak tanaman mati dan akhirnya areal pertanian
ditumbuhi semak-belukar, seolah menjadi lahan tidur. Mengantisipasi
itu, pemerintah sebaiknya memprioritaskan pembangunan pupuk organik.

Hal itu dikatakan Sanggup Colia, Ketua Kelompok Tani bibit jeruk “Sada
Perarih Kubucolia” kepada SIB baru-baru ini di areal penangkaran bibit
jeruk siam berkualitas di Kubucolia.

Sanggup Colia, mantan kepala desa didampingi Sadrah Sembiring, selaku
ketua penangkar bibit jeruk dan puluhan anggota kelompok tani ini
menjelaskan, harapan petani agar pemerintah memprioritaskan pembangunan
pupuk, organik tidak sebatas sebagai pupuk alternativf, melainkan juga
untuk menyesuaikan produk pertanian yang diminati pasar luar, non
pestisida.

Selama ini, salah satu kendala produksi beragam jenis produk
hortikultura Indonesia pada umumnya tidak diterima pasar luar akibat
produksi sarat mengandung kimia. “Kenapa kita tidak beralih dan tidak
menyesuaikan syarat pasar luar dengan produksi pertanian,” katanya.

“Buktinya, sampai sekarang belum satu pun pasar luar mau menerima
produksi pertanian kita yang diduga kuat karena sarat kandungan kimia.
Jadi tidak ada gunanya pemerintah kita menunda-nunda transisi
penggunaan pupuk kimia ke organik ini. Lagi pula petani saat ini tidak
cukup mengharapkan pupuk bersubsidi saja. Sebab sampai saat ini,
beragam pupuk bersubsidi dari PT Pusri dan Petro Kimia Gersik sulit
didapat. Salah satu penyebab kelangkaan akibat kuota ke Karo sangat
sedikit,” ujar Colia mengharap.

Masih sebatas demplot

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian-Perkebunan dan Peternakan Pemkab
Karo, Ir Sidharta Pinem yang baru-baru ini dikonfirmasi melalui Kabid
Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Ir Noumi Sinuhaji di kantornya
menyebutkan, sangat positif pembangunan dan penggunaan pupuk organik
bagi petani dan pasar luar.

“Pembangunan pupuk organik yang dilakukan pihak dinas masih sebatas
demonstrasi plot (Demplot) di beberapa tempat. Memang beberapa petani
sudah mencoba melakukan pembangunan organik. Tapi kalau dinas belum
tampak memprioritaskan pembangunan organik,” ujarnya. (M37/m)

Best Regarts

www.dausmedia.cjb.net



      

Kirim email ke