--- In [email protected], MU Ginting <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Â > Â > Technology > The Wealth of Yet More Nations > By FAREED ZAKARIA > Published: May 1, 2005 > Â > Friedman describes his honest reaction to this new world while he's at one of India's great outsourcing companies, Infosys. He was standing, he says, "'at the gate observing this river of educated young people flowing in and out. . . . They all looked as if they had scored 1600 on their SAT's. . . . My mind just kept telling me, 'Ricardo is right, Ricardo is right.' . . . 'These Indian techies were doing what was their comparative advantage and then turning around and using their income to buy all the products from America that are our comparative advantage. . . . Both our countries would benefit. . . . But my eye kept . . . telling me something else: 'Oh, my God, there are just so many of them, and they all look so serious, so eager for work. And they just keep coming, wave after wave. How in the world can it possibly be good for my daughters and millions of other young Americans that these Indians can do the same jobs as they can for a fraction of the > wages?'Â " > Fareed Zakaria, the editor of Newsweek International and author of "The Future of Freedom," is the host of a new current affairs program on public television, Foreign Exchange. > -- > Thomas L Friedman adalah pengarang buku 'the world is flat' dalam posting Carlos Patriawan. Kebangkitan India dan China dll dalam soal IT memang luar biasa dan telah merupakan faktor pendorong yang luar biasa pula dalam perkembangan IT serta pemakaiannya keseluruh dunia. Memang betul sekali Carlos begitu tak bosan-bosannya menganjurkan anak-anak muda Indonesia khususnya Karo untuk berkecimpung dalam perkembangan dan kemajuan IT ini. Bagaimanaa kalau perguruan tinggi UKA Kabanjahe dijadikan salah satu pengembang IT si SUMUT? Dengan perkembangan ini sebenarnya dan saya yakin bahwa istilah pengangguran bisa cepat tak terpakai lagi di tanah air kita, artinya akan jadi peninggalan sejarah saja. > Satu lagi yang sering jadi pemikiran saya ialah bagaimana nanti setelah kemungkinan berkembangnya pula 'free software' yang sudah sering dalam perbincangan. Saya hubungkan pula dengan kerjaan Carlos Patriawan . . . gimana ini saling kaitannya Carlos, kayaknya . . . cuma kayaknya, menghilangkan pengangguran dengan menambah pengangguran hehehe . . . > Bujur ras mejuah-juah > MUG > Â > >
uai benar sekali. lucu kali dunia ini, disatu sisi ada bidang dimana pekerjaan datang terus meneruz tapi yang mampu mengerjakan makin sedikit ; disatu sisi masih banyak lulusan universitas di indonesia yang tidak tahu mesti ngapain setelah lulus. jumlah pekerjaan dibidang ini memang lumayan banyak dan sangat dinamis. dalam beberapa tahun belakangan ini banyak org2 IT di jakarta imigrasi ke luar negeri (arab, singapur sampai eropa) sehingga scr tidak langsung menciptakan lowongan pekerjaan baru juga di Indonesia (yg jago keluar negeri mengambil pekerjaan , sementara yg junior atau baru lulus bisa mengambil peluang2 yang ditinggalkan mereka). Mempelajari ilmu ini juga tidak sulit koq, ada temen tadinya bekerja sbg salesman real estate di Jakarta, setelah diskusi dia belajar IT kurang dari 6 bulan, langsung kemudian dapat kerja di persh IT di jkt, gak sampai setahun di persh itu dia pindah lagi ke persh IT spore ..ada countless cerita seperti ini. Gak pakai beasiswa dll. soal free soure, free source itu sebenarnya dibikin oleh hobbyist yang sudah punya pekerjaan tetap jadi kegiatanya dibikin sbg hobinya saja dan bukan sebagai mata pencarian , atau , yang mengerjakanya adalah mahasiswa, jadi open source gak ada hubungan langsung dengan job market. Ibarat orang mancing, saking senangnya dia mancing, dia bagi hasil 20% ikan hasil pancinganya ke orang lain , begitu kira2.. bujur, carlos
