kam kap la terpeseri . . . 
Apalagi kita berbicara tentang suatu direct link (provinsi) Karo ke pempus, adi 
mesra siakap persada arihta sekalak-sekalak, mberit kal ei.(mberit=jadahaen 
mberat sitik)
Gejala enda merata lit ibas etnis2 sideban, tapi perban kita i jei, mekelek si 
idah kemasabodohan guna persadaan ibas kita kalak Karo: "if it ain't nothin' in 
it (for me), I ain't doin' nothin' for it."
(Sodan Purba)
 
Mejuah-juah permilis kerina.
 
"Gejala enda merata lit bas etnis2 sideban", payo tuhu teridah bas kerina 
daerah etnis si mau mekar jadi propinisi. Sicuba ngenehen Protap misalna, 
melala si la setujua Protap alu alasen bermacam-macam ka. 'Mau cari kedudukan 
saja', 'mau mecah belah', 'primordial' dsb dsb. Adi siteliti terdauhen dari 
segi kekuasaan, jelas kalak Batak la pernah ngalahken hegemono 
Tapsel/Mandailing yang sudah turun temurun menghegemoni Sumut. Timbul pikiran 
bikin kekuasaan sendiri, bahkan mulanya secara diam-diam mau ngikutkan Tapsel 
kiedalam Protap. Tapi Tapsel merespon dengan bikin propinsi sendiri, walaupun 
datangnya telambat tapi coba juga dari pada dimasukkan Protap. Orang-orang 
Tapsel/Mandailing pada mulanya sama sekali tidak ingin mekarkan Sumut, jelas 
karena Sumut adalah daerah empuk internal kolonial mereka sudah turun temurun 
sejak kemerdekaan. Tapi ethnic revival dunia, terutama kebangkitan Karo 
(Mealayu + Sumalungun) dengan program Sumtimnya + gerakan
 berapi-api Protap dari Batak, membikin terkejut orang-orang Tapsel/Mandailing 
dan baru terakhir 2007 mulai mekarkan Tapsel jadi sejumlah kabupaten dan kota 
untuk mencukupi syarat pemekaran jadi propinsi. Sampai sekarang mereka masih 
berdualisme, artinya mempertahankan Sumut sejauh mungkin dan mengembalikan 
orang Tapsel/Mandailing ke top kekuasaan Sumut (Ini dikatakan oleh pemerakarsa 
Tabagsel sendiri yaitu Drs H Rahmad Hasibuan (SIB 09 Oktober 2006): "Yang harus 
kita dorong agar bersama-sama mengangkat citra Tapsel, yaitu kembali menjadi 
pemimpin Sumut dari Tapsel sebagaimana yang telah ditunjukkan sejumlah mantan 
Gubsu yang berasal dari Tapsel" katanya. 
 
Ada juga perkembangan baru terakhir ketika Rudolf Pardede jadi gubsu pengganti 
Rizal Nurdin, yaitu timbul ilusi pada sebagian Batak, menggantikan untuk 
selama-lamanya hegemoni Tapsel/Mandailing di Sumut. Tetapi ilusi ini kabur lagi 
begitu cita-cita Batak jadi gubsu semuanya gagal. Sekarang kembali lagi 
'normal' perjuangkan Protap, walaupun bagi orang Tapsel/Mandailing jadi lebih 
dingin dalam perjuangan Tabagselnya, karena melihat gubsu pemenang ngaku 
'Melayu', etnis mana telah menjadi tulang punggung mereka yang paling 
'terpercaya' (sama-sama islam) selama internal colonialism mereka di Sumtim. 
Jelaslah mengapa kedua daerah ini (Batak dan Mandailing) ingin pemekaran dan 
sekali gus juga tidak ingin pemekaran. Dalam acara yang kedua ini mereka ini 
sama-sama menghalangi pemekaran daeah lain, terutama pemekaran propinsi Karo, 
karena Karo adalah kunci ke cita-cita mereka yang tersembunyi --- meneruskan 
kekuasaan internal-colonialism di Sumut (terutama daerah Sumtim) bagi orang 
Tapsel/Mandailing, dan bagi orang Batak ialah merebut hegemoni itu jika 
mungkin. 
 
Berlainan dengan orang Karo yang punya alasan sama sekali berbeda dengan dua 
etnis diatas. Meneruskan hegemoni atau merebut hegemoni, tidak ada bagi Karo. 
Lantas apa alasan kalak Karo membikin propinsi? Alasan bikin propinsi sudah 
sering saya jelaskan, disini saya tidak singgung, tetapi saya ingin singgung 
persoalan sebaliknya yaitu: Mengapa sebagian orang Karo tidak mau bikin 
propinsi Karo? Karena Takut? Malu? Gagal? Satu nusa satu bangsa? Primordial? 
Cari kedudukan? Atau bagi sikataken Shodan Purba, "if it ain't nothin' in it 
(for me), I ain't doin' nothin' for it". 
 
Kerina alasen enda lit nge bas kita Karo. Tapi alasen 'satu nusa satu bangsa' 
ras alasen 'primordial' enggo mulai bene, lanai mbue jelma si rukur bage. 
Pemikiren enda kapken sisa pemikiren Orba atau alat menakut-nakuti Orba ibas 
nelancarken SARA jawanisasi ras islamisasi, atau dengan perkataan lain kita 
sudah merasakan penipuan dibalik kata-kata itu. Daerah-daerah Karo sendiri 
hancur lebur berkeping-kepang karena itu. Tetapi harus juga dicatat disini 
faktor intern kalak Karo sendiri, sifat mengalah dan la nggit subuk, ditambah 
pula dengan sifat perkembangannya adalah sistem 3-4, dibandingkan islam sistem 
4x12 dan Batak 1x12, telah memperkuat faktor extern tadi, kekalahan Karo hampir 
total. Untungnya ada reformasi, Suharto lengser. Sekali nari keuntungan sejarah 
man kalak Karo, enca nasib baik sejarah kerajaan Haru, Guru Patimpus, Datuk 
Sunggal Surbakti, Djamin Ginting bagepe Ulung Sitepu. Maka bage ka nge 
perkembangan milista enda pe termasuk sada
 keuntungen nasib sejarah adah ndai man banta permilis Karo. 
Sisa alasen-alasen sidebanna adah kuakap la terpisahken ras tradisi way of 
thinking Karo, 
Takut . . . kita selalu menghindari dituduh ini itu, walaupun kita tahu bahwa 
kita benar, bas pengalamenku jenda perlu kedewasaan, labo maksudku umur tua, 
tapi perlu pengalamen atau pemeteh cukup bas tiap soal. Pengalamen banci kang 
idat secara teori atau dari pemeteh. Knowledge is power nina, ibas arti positif 
harus diyakini. Jadi pengalamen ras pemeteh enda kuncina kedewasaan enda. 
Malu . . . kalak Karo terkenal permela, atau penyungkan atau shy, sifat mana 
tidak jarang bikin penyesalan atau frustasi yang sangat mendalam, dan dalam hal 
malu menyatakan pendirian sendiri bahkan sering yang sudah diyakini pun. Ini 
juga tidak meninggalkan kesan yang sehat dalam diri orang Karo. 
Gagal . . .takut gagal sehingga lebih baik tak ikut. Jenda knowledge adah ndai 
kang kuakap. La terdarami alasen banci menang, tentu alasen si talu muncul. 
Cari kedudukan atau "if it ain't nothin' in it (for me), I ain't doin' nothin' 
for it" kuakap menam bali dasar perukurenna, ertina kalau saya ikut dapat 
kedudukan tentu saya ikut berjuang. Ku ukur-ukuri kalimat Purba enda, bagi 
simberat kang kuakap erbahan analisana, ku ukuri bangku sendiri engkai maka aku 
la erleja-leja ergiah-giah ngepkep propinsi Karo enda ndai? Gia kutteh nge 
pasti aku labo dat kai pe jenari, selain visi Karo-ngku. Eak, tapi kam kap la 
terpeseri nindu kang kari mis. Labo kita seri. Payo! Je me kap keuntungenta, 
ningku ka, eh, piah tambah komplikasi ka dungna, terpaksa ka kari kutambahi . . 
. eak bias me lebe. 
Erbage-bage perukuren ras erbage-bage aksi, ngepkep sada misi. Erbage-bage misi 
ngepkep sada visi, . . . visinta Karonta. 
Mejuah-juah kita kerina
MUG


      __________________________________________________________
Låna pengar utan säkerhet. Jämför vilkor online hos Kelkoo.
http://www.kelkoo.se/c-100390123-lan-utan-sakerhet.html?partnerId=96915014

Kirim email ke