Eh.ndigan.ndigan.. Ya.

 

Nggo ka merga..software ka pe lebih merga..

 

Bujur,

Bp. Ita Ginting

 

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of jonihendra tarigan
Sent: 31 Juli 2008 22:03
To: [email protected]
Subject: Re: [tanahkaro] Laptop 100 ribu-an

 

Wah,, wah,, wah,,,,,,

Kita ndigan nge  bagi kalak India e  ari kade2,,,,,???,

Mjj,

Joni Hendra Tarigan

 

----- Original Message ----
From: pelangiharum <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, July 31, 2008 6:06:03 AM
Subject: [tanahkaro] Laptop 100 ribu-an

http://tekno. <http://tekno.kompas.com/read/xml/2008/07/29/22372243/>
kompas.com/ read/xml/ 2008/07/29/ 22372243/
india.kembangkan. laptop.harga. rp100.000

NEW DELHI, SELASA - Untuk mendukung pemanfaatan teknologi informasi
dalam pendidikan, pemerintah India mendorong pengembangan laptop
seharga 10 dollar AS atau sekitar Rp100.000-an. Laptop tersebut akan
dipakai di sekolah-sekolah menengah atas.

"Risetnya akan dilakukan Institut Sains India di Bangalore dan
Institut Teknologi India di Chennai," ujar D Purandeswari, Menteri
Negara Pendidikan Menengah India dalam sebuah konferensi pers di
Delhi, Selasa (29/7). Ia tidak menyebutkan lebih lanjut mengenai
spesifikasi komputer tersebut, namun memastikan sebagian ongkos
pembuatannya akan disubsidi pemerintah.

Selain penyediaan laptop murah, pemerintah India juga mengembangkan
peralatan akses Internet murah. Jaringan Internet akan dibangun sampai
ke pelosok untuk meningkatkan pembelajaran jarak jauh berbasis IT.
Sekolah-sekolah menengah rencananya juga akan diberi bandwidth
cuma-cuma untuk mengakses Internet dalam program pendidikannya.

India termasuk negara dengan penetrasi Internet rendah. Dari 1,13
miliar penduduk, hanya terdapat 4,38 juta pelanggan Internet
berkecepatan tinggi.

Upaya memajukan IT India untuk pendidikan telah dirintis sejak lama
bersama dengan sejumlah perusahaan besar seperti Microsoft dan Intel.
India juga pernah mencanangkan pengembangan komputer dengan harga
murah sebelumnya.

Pemerintah India tidak berminat dengan program One Laptop Per Child
(OLPC) yang digagas Nicholas Negroponte. Alasannya, pemberian laptop
untuk setiap anak sekolah dinilai akan menghasilkan dampak sampingan
terutama menmghambat kreativitas dan daya analisis. Meski demikian,
pilot project OLPC dilakukan di sana sejak tahun lalu dengan dukungan
salah satu penyedia jasa Internet, Reliance Communication.

Microsoft Research Center di India, sejak dua tahun terakhir justru
mengembangkan aplikasi agar satu komputer dapat diakses lebih dari
satu orang. Selain akan menekan biaya, penggunaan berkelompok akan
memacu kolaborasi. Salah satunya aplikasi MightyMice yang memungkinkan
30 mouse dapat dipakai bersama di satu komputer yang telah diinstal
platform Multipoint.


 

Kirim email ke