Renungan rumah tangga
Enggo ndekah erjabu, deba nina 'sudah muak', perlu ganti udara baru, isteri
baru atau suami baru. Bagem melala terjadi i Swedia, Eropah umumna.
Perkembangan zaman atau sesuai kang ras way of thinking kalak Eropah. Banci
kang teridah bas pepatahna nari, "Berumah tangga sama saja dengan membaca
program sandiwara habis melihat sandiwaranya" nina Sophia Loren. Atau bagi
sikataken Birgitte Bardot: "Nikah dengan seorang laki-laki karena dia tampan,
sama saja dengan beli keju tanpa dicicipin dulu" nina. Ma enggo me sitteh uga
'perjabun' dua wanita Eropah enda.
Nina ka kalak Eropah, "wanita inteligen pilih laki-laki dungu", nina. Enda pe
mbue kang terjadi i Eropah, tentu lit kang dikalangan wanita Indonesia. Uga
wanita-wanita enda menyalah gunakan si laki-laki. Maon mentas kang bas ukurku,
ntah enda termasuk sura-sura sidilaki kang, ertina gelah maksudna sendiri
tercapai ka bas rumah tanggan adah ndai. Jadi semacam 'kontrakt'. Dikalangan
jabu kalak Eropah melala kang tipe ’kontrakt’ enda, pembagian tugas 'tertulis'
dan masing-masing harus memenuhi, ijenda terutama masalah ekonomi dan urusan
anak, bagi rumah tangga yang sudah cerai atau yang masih 'bersama', umumnya
'demi anak-anak'.
"Hampir tidak ada rumah-tangga yang tak tertolong lagi" nina sekalak Pastor
Swedia. Pastor enda enggo ngidah melalasa rumah-tangga pendeta kacau
cerai-berai. Gia pastor enda meneliti dari segi bibel, ertina kalak sipasti tek
cuma kalak gereja, si i Swedia lanai mbue ku gereja (melala gereja ilelangken
lanai terpelihara, lalit durung-durung), tapi kuteliti kalimat adah ndai
mereken semangat menjaga rumah-tangga. Itambahkenna, "tidak ada rumah tangga
yang perfek, tapi harus dibangun terus-menerus" nina.
Enda ka lebe . . .
Selamat merenungkan rumah-tangga.
MUG
__________________________________________________________
Låna pengar utan säkerhet. Jämför vilkor online hos Kelkoo.
http://www.kelkoo.se/c-100390123-lan-utan-sakerhet.html?partnerId=96915014