Tabloid "Cikurak"...menarik juga. Berhubung belum ada tabloid Karo yang beraliran infotainment, mungkin ini jadi satu alternarif. Mungkin saja 'orang-orang lama' sudah pengangguran semua, alias minim berita akhirnya dibuatlah gosip menjelek-jelekan orang. Supaya ada berita. Biar laku. Atau yang lebih tragis 'biar naik cetak'.
Oh ya, teman yang merasa nama baiknya sudah di 'zolimi' oleh tabloid itu, Sabtu pagi SMS aku untuk menegaskan pemberitaan itu betul-betul omong kosong. "Pencemaran nama baik!" kata teman itu. By the way, kalo mau coba-coba jadi tabloid gosip belajarlah dari pak uda Cipta Perangin-angin. Pak Cipta adalah produser infotainment dan lama bekerja di tabloid gosip Cek & Ricek. Sebagai ketua panitia, dia sukses menggelar acara Putri Tudung di Jakarta semalam. Joey Bangun ----- Original Message ---- From: Andreas Bangun <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED] Sent: Sunday, August 10, 2008 7:58:18 PM Subject: [tanahkaro] Tabloid cakap SERPI Saya sangat terkejut membaca salah satu Tabloit yang bernuansa Karo. Selama ini saya suka berlangganan Tabloit, majalah yang bernuansa karo karena sebagai sumber informasi keadaan Karo saat ini. Walaupun Tabloit yang keadaan Sederhana apapun sepanjang memberikan pemberitaan Karo saya tidak memandang walau Tabloid tersebut Kurang Berita dan membuat 2 sepasi agar penuh, kemasan tulisannya asal-asalan, agar naik cetak saja tampa melihat kualitas. Pada 3 hari yang lalu saya membeli koran (tabloid) tersebut,Melihat kondisi tulisan tersebut sangatlah janggal. antara foto dan judul dan isi. sebenarnya saya ingin melihat perkembangan karo ternyata isi berita tersebut CIKURAK, karena memberikan informasi sepihak saja, dan nara sumber yang di konfirmasi atau pemberitaan tidak ada kejelasannya, sedangkan Rakyat menderita karena tidak ada peranan Pemda malahan di terbalikkan. apakah pemda sudah kasi serpi untuk tabloit tersebut sehingga Pemda amatlah Dewa bagi Tabloid ini. selama ini saya memang menganggap Tabloid ini tidak profesional tapi ada bakat. tetapi nyatanya tidak Profesional dan tidak ada bakat. Mungkin hanya untuk menjatuhkan oknum-oknum tertentu yang tidak segaris atau mengangkat oknum yang tidak wajar di angkat demi serpi . Jadi kuan-kuan bertambah 1.ada koran terbit untuk Pilkada saja, koran terbit jika ada momen pilkada untuk mendapatkan serpi 2. Ada Juga koran atau Tabloid untuk menghabisi Popularitas atau sebaliknya. Koran yang terbit untuk menghabisi popularitas seseorang, sekelompok untuk mendapatkan SERPI. kalau tidak ada serpi la ka jalan koran e. Kepada Masyarakat Jangan terpengaruh dengan salah Satu Tabloid atau Koran yang menyesatkan dan menanamkan ilmu CIKURAK, ANCENG, CIAN. kalaupun anda mendapatkannya cukup untuk di jadikan tempat duduk agar celana tidak kotor MAAF YANG BERILMU TINGGI Saya harap bertobatlah. ... Bujur
