Presiden: Anak-anak Jangan Hanya Kejar Nilai Akademik
Cipanas, (Analisa)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di depan peserta lomba gambar dan cipta
puisi, mengatakan, anak-anak jangan hanya belajar untuk mengejar nilai
akademik.
Di Istana Cipanas, Puncak, Jawa Barat, Minggu, Presiden Yudhoyono mengatakan,
anak-anak selama sekolah diharapkan juga mengikuti kegiatan lain, seperti olah
raga dan Pramuka serta mengembangkan hobi, sehingga memiliki kreativitas seni
budaya.
"Tolong dikembangkan seluasnya, jangan hanya mengejar nilai akademik, yang lain
juga penting," ujarnya.
Presiden mengatakan, anak-anak diharapkan mudah bergaul, termasuk sedini
mungkin bergaul dengan masyarakat.
Di hadapan anak-anak, Presiden kemudian menuturkan masa kecilnya yang sarat
dengan kegiatan menulis puisi serta cerita pendek.
Ia mengaku pertama kali menulis puisi ketika kelas lima Sekolah Dasar dalam
bahasa Jawa dan Indonesia. Presiden juga mengaku karya cerita pendeknya sempat
dimuat dalam majalah anak-anak Kemuning, Si Kuncung, serta Taman Putro.
"Dulu Pak SBY senang sekali menulis. Dulu waktu SMP belum ada komputer,"
ujarnya.
Karya-Karyanya, lanjut Presiden, juga kerap ditempel pada majalah dinding
sekolah.
Sebelum penyerahan hadiah kepada pemenang lomba gambar dan cipta puisi di
Istana Cipanas, dikumandangkan dua lagu baru gubahan Presiden Yudhoyono, yaitu
Budi Temanku diciptakan pada 16 Agustus 2008 serta Liburan Sekolah diciptakan
pada 8 Agustus 2008.
Lomba gambar dan cipta puisi anak-anak diikuti oleh pelajar SD dan SMP dari 33
provinsi. Lomba itu diprakarsai Presiden sejak 2006.
Pemenang pertama lomba gambar tingkat SD adalah Hafidz Najib dari SD
Muhammadyah Bantul, tingkat SMP Diah Nurul Fikriana dari SMP Muhammadyah
Yogyakarta.
Pemenang pertama lomba cipta puisi tingkat SD Cut Karen dari SD 1 Beringin,
Lampung, dengan judul Merah Putihku. Pemenang pertama tingkat SMP Wiranata
Ilahi dari SMP 8, Palembang, Sumatera Selatan.
Presiden Yudhoyono dan Ibu Ani menyerahkan hadiah kepada para pemenang.
Para pemenang menerima hadiah berupa Dana Tabungan Pendidikan dari Presiden dan
Ibu Negara serta Depbudpar.
Juara pertama mendapatkan Rp10 juta, juara kedua Rp8 juta, juara ketiga Rp7
juta.
Harapan Pertama Rp6 juta, harapan kedua Rp5 juta, dan harapan ketiga Rp4 juta.
Bertindak sebagai juri untuk lomba cipta puisi adalah Putu Wijaya, Sapardi
Djoko Darmono, Taufik Ismail, Sony Farid Maulana, Ahmady Herfinda, dan Sujiwo
Tejo.
Sedangkan untuk juri lomba gambar adalah Watie Moerany, Heyi Ma'mun,
Ayuningsih, Setiawan Sabana, Ery Hestu Wahyuni, dan Gilang Cempaka. (Ant)
___________________________________________________
Sök efter kärleken!
Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting:
http://ad.doubleclick.net/clk;185753627;24584539;x?http://se.meetic.yahoo.net/index.php?mtcmk=148783