Sumber:
http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/21/06480861/musim.caleg.ki.joko.bodo.laris.manis
'Banyak Jalan Menuju Roma'. Demikian kata pepatah. Entah benar atau memang
terlalu memaksakan diri, tapi inilah yang pemikiran dipakai sejumlah calon
anggota legislatif (caleg) untuk memuluskan jalannya agar terpilih sebagai
anggota dewan yang terhormat.
Karena itulah, banyak caleg yang mencoba 'pengobatan alternatif'. Bukan
berdiskusi dengan ahli strategi politik, melainkan mendatangi dukun alias
paranormal untuk konsultasi cara apa yang mujarab untuk menggaet pendukung agar
bisa terpilih.
Banyaknya caleg yang konsultasi ke dukun itu diakui paranormal kondang, Ki Joko
Bodo, Senin (18/8). "Caleg yang datang konsultasi ke saya ya sembunyi-sembunyi.
Karena yang ke paranormal itu simbolnya kekuasaan dengan kemunafikan. Beda
kalau ke kiai, itu diekspos juga tak masalah," kata Joko Bodo.
Siapa saja caleg yang datang berkonsultasi itu? Joko Bodo tak mau membocorkan.
Yang jelas, kata dia, caleg yang datang kepadanya baik langsung ataupun melalui
perantara orang lain jumlahnya cukup banyak. "Ada yang ingin maju menjadi
anggota DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD kabupaten/kota.
Soal tarif konsultasi, Joko Bodo mengatakan tergantung pada caleg bersangkutan.
"Mereka tentu saja bayar," ujarnya.
Menurut Joko, caleg ke paranormal bukan terjadi tahun ini saja. Dalam pemilu
sebelumnya paranormal juga kebanjiran caleg. Paranormal yang tinggal di Kawasan
Lubang Buaya, Jakarta ini mengatakan konsultasi caleg ke paranormal bukan
masalah sepanjang untuk tujuan yang baik.
"Artinya kalau terpilih kelak, jangan melupakan rakyatnya. Kalau rakyatnya
makan batu, caleg juga harus makan batu," katanya.
Joko melanjutkan, tak hanya caleg yang minta petunjuk ke paranormal. Sejumlah
calon kepala daerah dan petinggi partai politik juga melakukan hal itu. "Ya
orang juga tahu begitu kok," jelasnya.
Pengamat budaya asal Universitas Negeri Jember Prof Ayu Sutarto mengemukakan,
banyaknya caleg atau calon kepala daerah mendatangi dukun adalah bagian dari
mitos yang diyakini sebagian besar masyarakat. Ada kepercayaan, bahwa selain
menempuh jalur formal seperti seleksi adminsitratif lewat partai, mereka harus
menempuh jalan gaib.
“Kalau orang dulu mengistilahkan ngenger, harus mengabdi dulu kepada penguasa
sebelum diangkat. Tapi sekarang, mereka harus mendapatkan pulung dan wahyu. Di
tingkat bawah itu diterjemahkan dengan mendatangi paranormal atau kiai,”
bebernya.
Best Regarts
www.dausmedia.cjb.net