Mejuah2 Bang,

Soal deviasi gaji / upah orang Indonesia itu bukan hanya terjadi untuk 
PRT tapi juga untuk white-collar job. 

Ini terjadi di Internal ( didalam Indonesia sendiri ) dan negara 
tetangga terutama Malaysia dan Singapura.

Dulu  ada satu artikel mengenai ini yang kebetulan saya terlibat  : 
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=20&dn=20070710204429

Ironisnya, deviasi upah  itu tidak terjadi di struktur masyrakat yang 
egaliter seperti di dunia barat, di AS plg tidak semua orang dinilai 
berdasarkan skillset dan output kerjanya, bukan dari warna kulit dan 
kemampuan berbahasa.

( sebagai perbandingan Negara lain yang masih menganut kulitfication 
dan semi-rasisme dalam soal upah: negara2 arab / timur tengah ).

Solusi jangka panjang :
- meniadakan sikap dan karakter semi-feudal dan minderisme (terutama 
UU)

Solusi jangka pendek :
- PRT yang ke LN di training lebih bagus bahasa inggrisnya dan bikin 
semacam UMR sebelum mereka bisa kerja ke LN, tentunya harus dalam 
struktur upah yang kompetitif tapi sekaligus rasional.


bujur,


carlos




--- In [email protected], Anthony Malem Ukur <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> mejuah juah...
>  
> Sangat menarik tuk si bahas...ras hubungenna....adakah PRT dari suku 
Karo??? dan apa yg harus di lakukan.....
>  
> bujur...
> 
> 
> --- On Tue, 9/23/08, MU Ginting <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> From: MU Ginting <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [tanahkaro] bangsa atau bahasa yang membedakan gaji PRT
> To: [email protected], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED]
> Date: Tuesday, September 23, 2008, 6:37 PM
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> PRT Pilipina di Malaysia Digaji 1.400 Ringgit WNI 400 Ringgit 
> Kuala Lumpur, (Analisa)
> Selisih gaji pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia dan Pilipina 
di Malaysia bagaikan langit dan bumi, karena gaji PRT Indonesia rata-
rata 400 ringgit per bulan, sedangkan PRT asal Pilipina dibayar 1.400 
ringgit per bulan.
> Permintaan PRT Pilipina tidak alami gangguan meskipun ada kebijakan 
departemen tenaga kerja untuk luar negeri Pilipina pada Oktober 2006 
yang menetapkan gaji PRT Pilipina minimal 400 dolar AS atau sekitar 
1.400 ringgit per bulan, kata Fiona Kok, Manager Sri Nadin, agensi 
pemasok PRT di Malaysia, demikian The Star, Senin.
> Pada Oktober 2006, pemerintah Pilipina menetapkan gaji PRT di luar 
negeri, suka atau tidak suka negara penerimanya, sebesar 400 dolar AS 
per bulan atau naik 200 dolar AS per bulan dari kebijakan sebelumnya.
> Dubes Pilipina untuk Malaysia, Victariano M Lecaros mengakui bahwa 
standar gaji PRT Pilipina terlalu tinggi bagi warga Malaysia namun 
gaji 400 dolar AS per bulan itu mungkin murah untuk ukuran warga 
Amerika atau Eropa.
> Dengan gaji sebesar 400 Dolar AS per bulan, PRT Pilipina harus mampu 
bekerja lebih dari sebagai tukang masak dan bersih saja tapi juga 
harus mampu menjadi tutor dalam pelajaran anak majikannya, kata 
Lecaros.
> Seorang majikan Malaysia yang enggan disebut namanya menceritakan 
pengalamannya mengambil pembantu Pilipina. 
> Ia menggaji PRT Pilipina sebesar 400 ringgit pada 20 tahun lalu di 
mana saat itu dirasakan sangat tinggi padahal kelebihan PRT Pilipina 
hanyalah mampu berbahasa Inggris. 
> Ia mengakui mampu membayar PRT Pilipina dengan gaji saat ini sebesar 
1.400 ringgit per bulan tapi lebih baik merekrut PRT Indonesia yang 
dapat melakukan pekerjaan yang sama dengan gaji yang jauh lebih murah.
> Ada 30.000 pekerja Pilipina di Semenanjung Malaysia, 20.000 
merupakan PRT, sementara jumlah PRT Indonesia di Malaysia, menurut 
catatan KBRI sekitar 300.000 orang. (Ant)
> --
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Ta semester! - sök efter resor hos Kelkoo. 
> Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum: http://www.kelkoo. se/c-
169901- resor-biljetter. html
>

Kirim email ke