Mejuahjuah juga bang, Kalo saja semua aktivitas pemerintahan memihak kepada masyarakatnya pastilah tidak susah membuat laporannya. Lewat media daerah saja dulu kan gampang tuh di publikasikan.
Tapi yang menjadi susah untuk dilaporkan ialah karena apa yang dilakukan bukanlah untuk masyarakat kendati dana rakyat yang dihabiskan. Apa yang mau dipublikasikan??? Kalo dipublikasikan misalnya perjalana ke luarnegri bupati, belum dijelaskan pasti masyarakat karo ingin marah. Jalananan rusak parah, perekonomian ambruk, relasi dengan pusat tidak harmonis. Jadi kalo ada brita bupati menjajaki apa yang bisa dikerjasamakan dengan Jerman sudah jelas orang berfikir " lanai beres jangna e". Intinya tidak ada yang bisa dipertanggungjawabkan dalam pembangunan Tanah Karo. Bagem ka lebe sitik arah aku, Slam, Joni Hendra Tarigan ----- Original Message ---- From: Advent Tambun <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, September 29, 2008 1:36:41 AM Subject: [tanahkaro] Pemimpin dan Sistem Mejuah-juah, Pemimpin akan silih berganti, datang dan pergi, sebentar si A, lalu si B. Tapi sistem akan berjalan terus. Bersibuk-sibuklah kita mengurusi sitemnya, contoh sederhana sajalah, semua masyarakat dapat mengakses laporan kegiatan publik dari pemimpinnya. Apa sih susahnya, buat ada websitenya, kan gampang, lalu diupdate tiap bulan pengeluaran pemerintah daerahnya. Gampang kan!. Contoh, bulan Agustus Bupati keluar negeri. Bulan September kita sudah bisa lihat berapa duit yang dihabiskan diwebsite. Jadi tidak semata-mata laporan cerita. Gampang kan.....Kan tinggal upload aja laporang keuangan dalam bentuk excelny. Jadi systemnya yang kita kokohkan, soal siapa yang meminpin itu, nomor berikutnya, bujur, mejuah-juah advent tambun
