Betapa tidak adilnya dunia ini... semua karena satu kata yang disebut BATAK!
Kalimat ini mantap kali impal.
E gia, tersingetna uga penjualan tiket ta. Me laris manis nge?
Perban lit piga2 anggota Depok sanga kami ngerana2 malah latehna lit
pertunjuken Pawang Ternalem.
Egia adi lit sinungkun, me lit denga nge tiket?
Sampe ketemu di TIM ya........
Bujur,
Evie Sitepu......"nga pernah mau disebut Batak"
--- On Wed, 15/10/08, Joey Bangun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Joey Bangun <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: Bls: [komunitaskaro] wejangan untuk pembahasan karo adalah batak?
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Wednesday, 15 October, 2008, 11:23 PM
Mejuah-juah Mama....
Adi Mama Sitepu mergana ngerana apai ka mensupport tulisen anak beruna, enda me
enggo pasu-pasu bas Kalimbubu nari. Bujur sekali nari Ma...digan-digan pagi
banci aku singgah ku inganndu i Peceren.
Terima kasih juga buat Pa Lagan dan bapa MU Ginting (Goteborg-Swedia) yang
telah memforward tulisan saya 'Pembebasan Budaya Karo' di milis ini. Semoga
tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.
Termasuk semangat turang Sagrina br Bangun menulis fakta dan kenyataan dengan
kalimat-kalimat bertaji. Semangat ini adalah semangat khas Girik br Bangun asal
tanah Lima senina. Sekali-sekali nanti mungkin kita bisa berjumpa turang.
Turang pemerhati budaya tentunya, salut!
Sebenarnya ini bahasan lama yang sudah berulangkali terjadi di milis ini.
Termasuk juga di milis
tetangga. Dulu di zaman Belanda, penggunaan Batak adalah politik. Politik
mempersatukan suku-suku yang primitif masa itu. Sekarangpun setelah terjadi
perdebatan di milis ini saya melihat unsur-unsur politik pecah belah.
'Gelah kalak Karo ndai gerupuh dungna'
Hati-hati... Kalak Karo harus kuat jika ingin berbuat... Jangan mau dipecah
belah... Apalagi dipengaruhi unsur-unsur yang menghancurkan keaslian orang Karo
itu sendiri...
Adi kalak Karo la atena i sebut Batak engkai makana kena ka sigerupuh e LAE? E
mamang kal aku ngenin kena pe... Ateta ka lah...
Karo punya budaya sendiri. Punya jati diri. Dan itulah yang selalu kita
banggakan.
Yang menjadi pertanyaan, kenapa selalu Karo dan suku-suku sekitarnya seperti
Simalungun, Pakpak, Mandailing, Angkola, dikaitkan dengan leluhur dari TOBA.
Coba sekali-sekali begini.....
Orang Batak (baca :Toba) adalah keturunan dari Raja Karo Sibayak Lingga, atau
Sarinembah.
Atau keturunan Guru Pakpak Pitu Sedalanen asal tanah Pakpak.....
Atau misalnya, merga Munthe di Toba itu justru berasal dari Ginting Muntenya
Karo yang merantau ke tanah Batak.....
Bisa dibayangkan betapa 'gerupuhnya' nanti mereka....
Betapa tidak adilnya dunia ini... semua karena satu kata yang disebut BATAK!
Joey Bangun
----- Original Message ----
From: karo karositepu <[EMAIL PROTECTED] com>
To: komunitaskaro@ yahoogroups. com
Sent: Wednesday, October 15, 2008 8:01:54 PM
Subject: Bls: [komunitaskaro] wejangan untuk pembahasan karo adalah batak?
MJJ,
Ulasanndu tentang "Karo adalah Batak?" untuk aku pribadi sangat bagus dan
informatif. Dari semua tulisan yang berkaitan dengan topik tersebut diatas
banyak yang menarik tapi Tulisanndu (Sagrina Bangun) dan sdr. Joey Bangun are
the best. Saya tunggu posting ndu berikutna
Kalau kam dan teman-teman, kebetulan ke Berastagi, sempatkan waktu ndu mampir
ke "baroeng" ta, Gelarna "Daling Farm - Produsen Susu Murni Berastagi"..
Lokasina i Jaranguda... 800 m dari stasion KAMA arah ku tahura .Kami sedang
kembangkan lokasi tersebut menjadi Agroturism (Educational mixed Farm - Zero
Waste)... Sabtu dan Minggu 09.00 - 19.00 terbuka untuk
umum.
Per"baroeng" Peceren
--- Pada Rab, 15/10/08, sagrina bangun <[EMAIL PROTECTED] com> menulis:
Dari: sagrina bangun <[EMAIL PROTECTED] com>
Topik: [komunitaskaro] wejangan untuk pembahasan karo adalah batak?
Kepada: komunitaskaro@ yahoogroups. com
Tanggal: Rabu, 15 Oktober, 2008, 8:16 AM
Dear Pak Rumahorbo,
Jawa Solo bukanlah bagian dari Jawa tegal??? saya tidak tahu persis jadi saya
tidak mau komentar banyak ttg itu, mungkin saja amereka memiliki kemiripan
sejarah, budaya, bahasa dll nya jadi mereka tidak keberatan dikatakan bagian
dari Jawa Tegal. dan yang paling penting apakah jawa solo tidak keberatan bila
dikatakan jawa tegal????? kalo iya berarti mereka memang bagian dari itu karena
mereka merasa tidak perlu mempertanyakannya beda dengan orang Karo yang selalu
mempertanyakan bahkan meragukan apakah Karo memang bagian dari Batak.
Apakah anda bisa mebuktikan bahwa Sembiring adalah silalahi,
Ginting adalah Saragih sama seperti Bangun bukanlah Sinaga atau Situmorang
atau what everlah. Bukankah itu semua dibuat hanya untuk penyesuaian karena
kita adalah mahluk sosial. Pertanyaannya adalah siapa yang membuat atau
melahirkan penyesuaian marga itu?????? Entah dari mana datang nya penyesuaian
itu yang saya tau juga kata - katanya orang yang berlandaskan dari dongeng yang
tak jelas (yang katanya asalnya dari tanah Samosir) dan sekali lagi SEPIHAK
bukan dari hasil kesepakatan bersama. Penyesuaian marga itu semua lahir karena
image (yang terbentuk dari penulisan sejarah yang tidak benar) bahwa Batak
memiliki 6 sub suku; toba, simalungun, karo, pak pak, dll. Image itu sudah
terbentuk
sedemikian lamanya sehingga hal itu sudah tidak dipermasalahkan oleh
sub - sub suku lainnya, dan tidak lagi mempertanyakan kebenarannya. Saya secara
pribadi bisa menerima penyesuaian marga itu tapi kebenarannya? ???? maaf saya
sama sekali meragukannya.
Pernah kah anda berpikir kenapa kalian orang Toba jarang mengatakan kalau
kalian adalah orang TOBA bukan BATAK??????? Saya banyak sekali punya teman
orang batak Toba tapi mereka jarang bahkan hampir tidak pernah saya menemui
bahwa ada orang batak Toba yang langsung mengatakan TOBA mereka pasti
mengatakan orang BATAK (kecuali anda mungkin, lain dengan kami yang langsung
mengatakan bahwa kami adalah Karo). Kalau dilihat dari sejarah jaman kolonial
dulu ini bisa saja terjadi karena bukankah sebutan BATAK itu berasal dari
Belanda???? yang artinya buas, dan sebutan itu dipakai Belanda untuk suku2 di
sumatera yang masih primitif. Kalau kita telisik lagi lebih jauh dimana
Belanda paling lama menjajah???? bukankah di Samosir???? Dan kalau pun ada
sumber2/ peneliti
dari
luar, harus dilihat juga dari mana asalnya, kalau dari Belanda bukankah sudah
jelas tujuan nya bahwa dia membuat itu untuk kepentingan politiknya.. ..... ?
karena dialah penguasa pada zaman itu (bahkan Belanda sendiri yang melahirkan
istilah BATAK). bagaimana dengan bangsa lain yang datang sebelum Belanda
seperti Portugis yang mengakui keberadaan Kerajaan HARU yang menjadi cikal
bakal orang Karo. Saya menyamakannya dengan penulisan sejarah G 30 S PKI itu
hanya sebagai bukti bagaimana penulisan sejarah itu sangat bergantung pada
penguasa ataupun masyarakat yang mendominasi pada era itu. Pernahkah anda
melihat atau bisa membuktikan ada kelompok minoritas/yg lebih lemah yang bisa
mengontrol penulisan sejarah????? ???
Saya tidak pernah mengatakan bahwa orang Toba ingin mendominasi suku2 lainnya,
tapi pada kenyataannya suku Toba memang lebih mendominasi dibanding suku
lainnya secara kualitas dan kuantitas
(apakah
anda tidak bangga?) saya tidak tahu apakah ini memang disengaja atau tidak
tapi hal ini mungkin disebabkan dari zaman penjajahan dulu dan terikut sampai
sekarang. Kalau memang Toba tidak ingin mendominasi suku lainnya kenapa kalian
keberatan dengan pernyataan bahwa KARO bukanlah BATAK padahal kalian sendiri
tidak bisa memberikan bukti nya, apakah cukup dengan hanya berdasarkan
penyesuaian marga dan dongeng yang kalian edarkan itu?????? Lalu bagaimana
dengan leluhur2 kami yang tidak mengakui kebenaran dongeng itu??????? haruskah
mereka dipaksa mengaku bahwa mereka adalah keturunan dari Raja Siasi -Asi.....?
By the way, saya punya cerita, ketika saya dan teman2 kantor berkunjung ke
Samosir, sebagai pembukaan speech Guide nya mengatakan selamat datang ditanah
TOBA, Tanah Orang Batak Asli. Loooooh..... ...? (tarik kesimpulan sendiri
ya......)
bujur
----- Original Message ----
From: Lian Rumahorbo Ian <[EMAIL PROTECTED] co.id>
To: komunitaskaro@ yahoogroups. com
Sent: Wednesday, October 15, 2008 2:35:59 PM
Subject: Balasan: Bls: Bls: Balasan: Re: [komunitaskaro] wejangan untuk
pembahasan karo adalah batak?
klo sunda bukan jawa, itu pati bisa di terima...
gimana kalau jawa solo mengaku bukan bagian dari jawa tegal,
apakah bisa di terima?
yang tidak bisa diterima adalah adanya orang karo yang tdk mengaku orang batak,
dengan pernyataan karo adalah karo, n batak adalah batak
apakah anda berani menyatakan sembiring bukan silalahi n ginting bukan saragi
n tarigan bukan girsang(simaungun) ? klo anda berani barulah bisa disebut bahwa
karo bukan batak.
klo masalah melestarikan budaya karo sudah merupakan tanggung jawab kita
aku sendiri orang toba, tp jangan salah, aku pernah menjadi koordinator PESTA
GURO GURO ARON, n aku sangat mencintai budaya tersebut. termasuk ikut dalam
komunitas karo ini..dan aku tau bahasa karo dengan belajar,
adalah sangat mulia kita menonjolkan budaya karo tanpa pernyataan karo adalah
karo, n batak adalah batak,
ahli ahli budaya jaman dahulu bukan cuma orang toba, bahakan
peneliti luar pun menyatakan batak terdiri
dari 6 etnis jd jangan di samakan dengan kejadian G30S PKI. n orang toba tidak
pernah merasa mendominasi suku, apalagi mencoba membenamkan salah satu sub dari
suku batak itu..
buktinya rumah adat batak di taman mini ada 6 rumah sebagai wakil dari ke 6 sub
suku tarsebut.
bujur n mejuah jauh....
. .
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
br>
Cepat sebelum diambil orang lain!
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
br>
Cepat sebelum diambil orang lain!
Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/