Hibah Kecil Komunitas Kreatif – Yayasan Kelola
"Membangun Komunitas Kreatif membangkitkan Daya Budaya Masyarakat"
Yayasan
Kelola mengundang organisasi lokal masyarakat, kelompok budaya,
organisasi adat masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan
percontohan Inisiatif Komunitas Kreatif dengan cara mengirimkan gagasan
inovatif dan orisinil dalam menggunakan kebudayaan dalam upaya
memberdayakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan atau gagasan yang
dapat mendukung kegiatan PNPM Mandiri dengan menggunakan pendekatan
budaya.
Inisiatif Komunitas Kreatif muncul karena banyak orang melihat
kemiskinan hanya dengan kacamata ekonomi saa, dimana kekurangan uang
dipandang menjadi satu-satunya masalah orang miskin. Padahal kemiskinan
bukan hanya sekedar kondisi ekonomi dan tidak semua masyarakat miskin
adalah miskin dalam arti yang sama. Maka strategi penanggulangan
kemiskinan Indonesia di tahun 2002 pun mulai memandang kemiskinan
sebagai fenomena multidimensi. Penanggulangan kemiskinan tidak lagi
bisa hanya mengandalkan bantuan uang semata. Yang dibutuhkan adalah
pendekatan yang komprehensif untuk menguatkan masyarakat miskin
sehingga memiliki daya untuk meningggalkan kotak kemiskinannya dengan
kaki mereka sendiri. Pemikiran inilah yang kemudian menjadi dasar
strategi penanggulangan pemerintah sejak tahun 2007 lewat PNPM Mandiri,
yaitu Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri.
Sebagai ruh dari program ini, pemberdayaan sudah pasti tidak bisa
dilepaskan sebagai proses kebudayaan. Dan janganlah menyempitkan
kebudayaan menjadi kesenian. Karena sebetulnya budaya menyangkut pola
pikir, perilaku, komunikasi antar sesama manusia, hasil karya seseorang
atau masyarakat. Kebudayaan meliputi semua kepercayaan dan nilai-nilai
dalam bahasa, ilmu, dan seni; juga menyangkut kebiasaan sosial seperti
kebiasaan makan, pakaian, dan rekreasi.
Pemikiran berbasis kebudayaan inilah yang kemudian mendorong lahirnya
Inisiatif Komunitas Kreatif bagi PNPM Mandiri. Prinsip dasar Inisiatif
Komunitas Kreatif sangat sederhana, yaitu bagaimana PNPM Mandiri dapat
membantu masyarakat menemukenali nilai sosial dan ekonomi mereka
sendiri lalu, mengubahnya menjadi kekuatan penggerak mereka untuk
keluar dari kemiskinannya – dengan langkah mereka sendiri.
Pendekatan budaya yang digunakan dalam Inisiatif Komunitas Kreatif
adalah Pendekatan Berpikir Aset (Asset-Based Thinking) atau kemampuan
melihat diri sendiri dan dunia luar, dengan mata terarah pada kekuatan
dan potensi yang ada. Pendekatan ini mencoba memanfaatkan potensi lokal
untuk mengembangkan masyarakat dalam pembangunan, sehingga mereka
menjadi bagian dari pembangunan itu sendiri dan terlibat aktif di
dalamnya.
Sebagai kegiatan percontohan, Yayasan Kelola dengan memperoleh
bantuan pendanaan dari Japan Social Development Fund (JSDF) melalui
Bank Dunia sejak Mei 2008 mulai melaksanakan inisiatif ini di 30
kecamatan di tiga propinsi yaitu Sumatra Barat, Jawa Tengah dan Nusa
Tenggara Timur.
Bantuan hibah kreatif akan diberikan kepada kegiatan-kegiatan
berbasis masyarakat yang efektif,inovatif yang memenuhi kriteria
sebagai berikut:
• Kegiatan ini dapat diikuti oleh organisasi
lokal masyarakat, organisasi non pemerintah/ lembaga keswadayaan
masyarakat, kelompok budaya, organisasi masyarakat adat, organisasi
perempuan, lembaga pendidikan yang memiliki "track record" yang tidak
tercela baik sepanjang berhubungan dengan Yayasan Kelola maupun dengan
lembaga donor lainnya yang berlokasi di Nusa Tenggara Timur, Sumatra
Barat, dan Jawa Tengah.
• Kegiatan yang diajukan harus berfokus pada pembangunan
berbasis masyarakat dan pengentasan kemiskinan, dengan menggunakan
pendekatan budaya dalam pelaksanaannya.
• Kegiatan yang
diajukan dapat berbentuk kegiatan yang sama sekali baru dan tidak
terkait dengan PNPM Mandiri atau kegiatan yang diajukan dapat juga
terkait dengan pelaksanaan PNPM Mandiri di lokasi kegiatan percontohan .
• Kegiatan yang diajukan harus inovatif, berkelanjutan, memiliki
dampak yang cepat kepada masyarakat, dapat direplikasi, mempromosikan
kesetaran gender, tidak memiliki dampak negatif pada lingkungan. Dapat
merupakan kegiatan yang sama sekali baru atau didasarkan pada
praktek-praktek atau kegiatan kultural yang sudah ada.
• Kegiatan yang diajukan tidak mendiskriminasikan kelompok manapun dalam
masyarakat.
• Kegiatan yang diajukan dapat menciptakan jaringan kepada kelompok marjinal
• Kegiatan yang diusulkan harus mengembangkan nilai sosial dan ekonomis
kebudayaan
• Kegiatan disusun, dikembangkan dan dilakukan oleh masyarakat
sehingga mendapat dukungan dari komunitas/masyarakat (dibuktikan dengan
notulensi proses yang bersifat mendukung dan mengukuhkan usulan
kegiatan tersebut)
• Setiap kelompok hanya boleh mengirimkan satu buah usulan kegiatan
• Kegiatan yang diajukan tidak dalam proses atau sedang mendapat bantuan
dari lembaga lain.
• Usulan kegiatan yang dikirimkan harus mengikuti format proposal yang telah
ditentukan oleh Yayaan Kelola.
• Hibah Kreatif yang diperoleh harus digunakan untuk membiayai
pelaksanaan sebagian atau seluruh kegiatan yang tercantum dalam usulan
kegiatan dan tidak boleh digunakan untuk membayar biaya-biaya
operasional tertentu, seperti gaji staf dan sewa kantor (informasi
lengkap dapat dilihat pada format proposal).
Hibah Kreatif yang akan diberikan maksimal Rp.90 juta untuk
kegiatan dengan masa maksimal 6 bulan. Yayasan Kelola berharap bantuan
akan diberikan kepada dua sampai lima kegiatan per propinsi. Batas
waktu akhir penerimaan proposal adalah 8 November 2008.
Anda yang berminat untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai
Request For Proposal untuk wilayah Jawa Tengah, Sumatra Barat, dan Nusa
Tenggara Timur dapat menghubungi email: [EMAIL PROTECTED] dengan mencantumkan
Permohonan Informasi Request for Proposal pada subject email atau dapat melihat
ke website kami di: www.dayabudaya.blogspot.com.
terimakasih
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Catatan Penting bagi para pelanggan milis DevJobsIndo:
1.Untuk berhenti berlangganan, sila kirim email kosong yang ditujukan
pada:[EMAIL PROTECTED] (Anda harus mengirimkannya
dari email Anda yang terdaftar pada milis).
2. Kami berusaha sebaik mungkin menghubungkan para pencari kerja
dengan pekerjaan yang tersedia di dunia pembangunan di Indonesia dan
atau luar negeri yang relevan, namun milis ini maupun para
moderatornya tidak bertanggungjawab atas segala bentuk penyalahgunaan
layanan publik ini. Kami harap Anda selalu waspada dan berhati-hati
dalam merespon lowongan kerja yang diposting di sini terlebih karena
Anda memberikan informasi pribadi yang bersifat sensitif atau rahasia
di dalamnya. Selain itu, harap tidak mengirimkan informasi pribadi
Anda ke alamat email publik (seperti Yahoo, Hotmail dan Gmail) dan
sebaiknya Anda mengirim aplikasi untuk posisi-posisi di mana alamat
email penerimanya terkait dengan alamat email atau situs web resmi
organisasi/lembaga yang bersangkutan.
Salam,
DevJobsIndo Team