Selamat lebe man kam Teater Aron si enggo sukses melakukan pertunjukan 'Pawang 
Ternalem', amin pe bage enda lit saran ras kritik bas aku nari:
 
1. Saya menyarankan dialog tetap dalam bahasa Karo, karena itu terasa lebih pas 
ditelinga, ketika dialog terjadi dalam bahasa Indonesia 'tempa' kita 
nonton sinetron, padalah ini pentas cerita rakyat, rakyat Karo. Untuk bisa 
dinikmati orang di luar Karo, bisa dicetak Narasi/dialog dalam bahasa 
Indonesia. 
 
2. Pemeran 'Pawang Ternalem' sangat kurang, baik dari sisi dialog 
maupun peran, dari sisi dialog intonasi rata sekali dan sisi peran, kaku dan 
tidak luwes megambarkan seorang pawang dan kalak Karo.
 
3. Pemeran 'beru Patimpar' juga kurang, baik dari sisi dialog maupun perannya, 
dari sisi dialog sitik pe la lit mekarona dari sisi peran seperti artis 
sinetron aja ditambah dengan kipas yang tidak pernah lepas.
 
4. Kostum, kostum juga kurang baik, Kostum Beru Patimpar tidak mengambarkan 
kostum Singunda-nguda kalak Karo, Kostum seperti kostum pemain sinetron zaman 
sekarang, lit kin sinnguda-nguda si nai baju na bagi beru Patimpar itu, begitu 
juga kostum pemain lainnya tidak mencermikan kostum sesuai zamanya,  intinya 
kostumnya terlalu modern dan 'sinetron'an.
 
5. Dialog, masih ada pemain yang tidak hafal dialognya.
 
6. Peran bibi simerwa-rawa lalap, apakah dialog nya harus seperti itu? dan 
harus dengan mimik muka seperti itu?, menurut saya terlalu berlibahan, enda  pe 
teralalu sinetron.
7. Lighting, ada variasi lighting tapi masih kurang terutama pada saat puncak 
cerita.
8. Design panggung, Desain panggung juga seperti ada yang kurang, dan terkesan 
terburu-buru.
9. Alur cerita, alur cerita terlalu panjang, ada pengambaran situasi yang 
terlalu panjang dan monoton, alur cerita paling panjang 150 menit lah lebih 
baik kalau 120 menit, jadi la sempat kalak munduk-unduk.
 
10.Kalau saya bisa memilih, untuk pemain terbaik hanya satu 'bibi pawang 
ternalem' Juanita beru Sembiring adi la kusalah gelarna, dialog dan 
perannya bagus.
 
Kalau Teater Aron ingin pentas lagi, agar pemilihan pemain lebih selektif dan 
riset dilakukan lebih dalam baik dari segi sejarah maupun sosiobudaya yang 
melatarbelangani ceritanya.
 
Sentabi,
Andree
 
 
  
--- Pada Sel, 28/10/08, Aron on Art <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

Dari: Aron on Art <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: [tanahkaro] What next?!
Kepada: "Tanah Karo" <[email protected]>, "Komunitas Karo" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Teater Aron" <[EMAIL PROTECTED]>, "Seniman Karo" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "Fotografer Karo" <[EMAIL PROTECTED]>, "Permata GBKP" <[EMAIL 
PROTECTED]>, "MOB 2008" <[EMAIL PROTECTED]>, "Batak Cyber" <[EMAIL PROTECTED]>, 
"Generasi Batak" <[EMAIL PROTECTED]>, "Go Batak" <[EMAIL PROTECTED]>, "Media 
Sumut" <[EMAIL PROTECTED]>
Tanggal: Selasa, 28 Oktober, 2008, 10:09 AM








A TEATER ARON PRODUCTION


the tale of North Sumatera

Karo & Melayu Deli

present


~PUTRI HIJAU~


directed by 
JOEY BANGUN



COMING UP 2009!

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~



 



Dapatkan alamat Email baru Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!  














      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke