Belajar dari Pengalaman adalah hal yang sangat baik sekali, karena 
menurut pepatah "Pengalaman adalah Guru yang baik". Melihat begitu 
banyaknya rakyat Tanah Karo dan Umat GBKP yang telah menjadi Korban 
HIV AIDS dan Narkoba (Data atau Informasi dari LSM atau NGO "Medan 
Plus" bahwa ada 20an orang di Tanah Karo Positip HIV AIDS, belum di 
hitung Korban Narkoba). Secara pribadi kami melihat sudah saatnya 
Pemkab Tanah Karo dan GBKP memikirkan masalah Bencana ini dengan 
serius. Untuk mengetahui Korban HIV AIDS dan Korban Narkoba secara 
jelas di Tanah Karo, perlu dilakukan Test Gratis HIV AIDS dan Test 
Narkoba. Bila hal ini dilakukan, kami sangat yakin pasti sudah 
banyak rakyat Tanah Karo dan anggota GBKP yang menjadi korbannya. 
Pemkab Tanah Karo perlu lebih serius lagi memperhatikan masalah ini 
dan diperlukan kerjasama dengan Gereja GBKP Komisi NAPZA dan HIV 
AIDS, Aparat Kepolisian, Dokter, Psikolog, Psikiater, Kehakiman, 
Kejaksaan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Yayasan Cinta Anak bangsa, 
Yayasan Kasih Mulia, Granat (Gerakan Anti Narkotika Nasional), BNN 
(Badan Narkotika Nasional) dan Lembaga LSM HIV AIDS dan Narkoba lain.
Pemkab Tanah Karo dan Gereja GBKP perlu berdampingan untuk menyikapi 
masalah ini, Mereka harus bergandengan tangan satu dengan lain dan 
bukan berjalan sendiri-sendiri. Dalam hal ini BND atau sering di 
sebut Badan Narkotika Daerah yang di bawahi oleh Pemkab harus 
bekerja sama dengan Komisi Napza dan HIV AIDS GBKP baik secara 
Moderamen, Klasis-klasis dan Runggun-runggun di Tanah Karo. Pemkab 
bisa melakukan sesuatu hal yang baik untuk Peduli rakyatnya di Tanah 
Karo dan demikian juga Gereja GBKP seharusnya lebih serius lagi 
untuk Peduli terhadap Jemaatnya dan Keluarga-keluarga yang menjadi 
Korban HIV AIDS dan Narkoba tersebut. Pemkab Tanah Karo bisa saja 
memerintahkan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan para Dokter yang ada 
di Tanah Karo agar lebih memfokuskan masalah HIV AIDS dan Narkoba 
ini.
Secara Pribadi dan atas nama Kelompok KESAKTIAN PEDULI GENERASI 
INDONESIA yang dalam hal ini Kami adalah Pendirinya mengajak seluruh 
Pdt, Pt, Dkn dan Jemaat GBKP untuk memikirkan masalah ini secara 
serius. Terus terang secara pribadi Kami tidak mau menyalahkan siapa-
siapa, namun belajar dari kekurangan dan kesalahan kita di masa lalu 
yang selalu mengurus sesuatu dengan "setengah hati" maka itu kami 
membuat Seruan Aksi Keprihatinan Bersama Masalah HIV AIDS dan 
Narkoba ini untuk sekedar Mengingatkan kita semua Klasis-klasis dan 
Runggun-Rungun GBKP bahkan juga Moderamen agar melihat masalah ini 
sebagai sesuatu yang sangat dan sangat perlu di sikapi. Minimal 
Moderamen dan Klasis-klasis juga dengan Runggun GBKP bisa saling 
bekerja sama untuk menangani dan mengantisipasi masalah ini. Mengapa 
Kami katakan demikian? Sekali lagi karena sudah banyak yang menjadi 
korban!!
Seharusnya Pemkab Tanah Karo dan Gereja GBKP sudah sejak lama harus 
memiliki Pusat Konseling dan Panti Rehabilitasi sebagai suatu Wujud 
Kepedulian dan Keprihatinan terhadap para Korban HIV AIDS dan 
Narkoba dan keluarga Korban ini. Tapi belum terlambat. Sesuatu yang 
kita mulai saat inipun sudah mewujudkan itikad kepedulian kita 
terhadap masalah HIV AIDS dan Narkoba ini. Kita bisa membuka 
jaringan untuk mengantisipasi bila sudah ada korban HIV AIDS dan 
Narkoba tersebut misalnya ke Rumah-rumah Sakit maupun ke Panti-panti 
Rehabilitasi. Kita harus memikirkan dan memprogramkan anggaran Dana 
untuk masalah ini agar dapat melakukan kegiatan yang terprogram 
serta berlangsung terus-menerus bukan hanya sekali atau dua kali 
saja. Banyak hal yang bisa kita lakukan bila kita mau melakukannya 
untuk lebih fokus dalam masalah ini. Misalnya : melakukan Dialog 
Interaktif, Seminar, Penyuluhan, Lokararya, Pelatihan, membuat 
Stiker, Brosur, Buku Saku, Spanduk, VCD, Kalender, Plang Nama Anti 
Narkoba dan Peduli HIV AIDS di Tanah Karo, Iklan Layanan Masyarakat, 
pengobatan dan terapi bagi para Korban HIV AIDS dan Narkoba. 
Berkampanye ke Sekolah-sekolah, Kampus, Instansi dan sebagainya 
untuk Mensosialisasikan Bahaya HIV AIDS dan Narkoba tersebut. Yang 
kita lakukan ini, sangat mulia sekali dan inilah yang dibutuhkan 
sekarang, mengantisipasi bahaya HIV AIDS dan Narkoba ini. Tugas kita 
bukan menghancurkan/memberantas peredaran Narkoba (hal tersebut kita 
serahkan kepada Aparat Kepolisian), akan tetapi minimal kita melawan 
pergerakan perkembangannya melalui pendidikan yang kita lakukan 
terhadap Masyarakat dan Gereja GBKP di Tanah Karo maupun di 
Indonesia. Apabila Masyarakat telah kuat secara otomatis mereka 
sendirilah yang melawan dan menghadapi para pengedar Narkoba 
tersebut.
Sebenarnya, Pemkab Tanah Karo dan Gereja GBKP bisa mengajak DPRD TK 
II Tanah Karo duduk bersama untuk membicarakan Program Mulia ini. 
Dan apabila di sepakati, maka Program Peduli Korban HIV AIDS dan 
Korban Narkoba di Tanah Karo bisa dilakukan dengan segera. Program 
ini bisa dianggarkan di RABD (rancangan anggaran belanja daerah) 
setiap tahunnya. Kami yakin, apabila hal ini dilakukan maka bukan 
tidak mungkin di Tanah Karo akan berdiri sebuah Pusat Informasi Anti 
Narkoba Dan Peduli HIV AIDS. (Penggabungan dua kekuatan Komisi Napza 
dan HIV AIDS GBKP dan Badan Narkotika Daerah yang di bawah naungan 
Pemkab Tanah Karo) Hal ini sangat-sangat di perlukan karena 
merupakan sebuah sarana yang baik untuk mensosialisasikan sejak dini 
tentang apa itu HIV AIDS, Narkoba dan bahaya-bahayanya. Sehingga 
rakyat Tanah Karo tahu akibat dari penyalahgunan Narkoba itu, lalu 
kemudian mereka pasti tidak akan memakai Narkoba lagi. Atau paling 
tidak tingkat persentasi penggunaan Narkoba di Tanah Karo akan 
berkurang drastis karena ada Gerakan Anti Narkoba dan Peduli HIV 
AIDS secara Bersama.
Badan atau lembaga tersebut, bekerja sama dengan dinas Kesehatan, 
Kejari, Kodim, Polres, Dinas Pendidikan, Para Pendeta, Pastor, 
Hakim, Jaksa, Guru, Tokoh Masyarakat, Penjara, LSM, PERS, Dokter, 
Psikolog, Psiater, Panti Rehabilitasi, Para Aktivis, Mantan Pecandu 
yang telah bertobat dan lembaga Gereja yang ada. Untuk menembus ke 
Kecamatan-kecamatan dan Desa-desa di seluruh Tanah Karo bisa melalui 
Sekda Tanah Karo yang langsung membawahi mereka, untuk melakukan 
sosialisasi masalah Narkoba dan HIV AIDS ini. Bisa juga bekerja sama 
dengan Gereja-gereja GBKP se Tanah karo.
Dari peta Tanah Karo, kita bisa mempelajari daerah-daerah mana yang 
rawan peredaran atau paling banyak penduduknya yang menggunakan 
jenis-jenis Narkoba mulai dari Minuman Keras, Ganja, Pil Ekstasi, 
Shabu-shabu, Putaw, Heroin, Kokain, Morpin dan lainnya. Memang, kita 
pasti membutuhkan dana yang besar untuk memberikan penyadaran bagi 
rakyat Tanah Karo yang berjumlah 350 ribu orang ini. Cukup mahal, 
akan tetapi makna dari program ini kami pikir sudah sangat di 
butuhkan sebagai sebuah Badan yang benar-benar konsern untuk 
mempedulikan Generasi Karo kedepan (dengan bahasa kami, tidak 
setengah Hati). Bila Badan atau Lembaga ini terwujud maka, seluruh 
rakyat Tanah Karo bisa datang setiap hari ke Sekretariat "Pusat Anti 
Narkoba dan Peduli Hiv Aids Tanah Karo" ini untuk saling bertukar 
Informasi dan berdiskusi tentang masalah Narkoba dan HIV AIDS. Badan 
atau Lembaga ini akan berkedudukan di Kabanjahe. (Kalau bisa 
Kantornya nanti didekat Kantor Bupati Tanah Karo Kabanjahe agar 
gampang terjangkau).
Pemkab Tanah Karo dan Moderamen GBKP tidak perlu Khawatir masalah 
tenaga ahlinya, kita memiliki banyak sekali anak-anak "Muda Karo" 
yang sangat peduli masalah Narkoba dan HIV AIDS ini, kami pikir 
untuk Kabupaten Tanah Karo yang tidak terlalu Luas dan Besar ini 
hanya membutuhkan 7 orang Staf Ahli. Dari 7 orang Staf Ahli itu kita 
membutuhkan seorang Pendeta yang Peduli dan ahli di bidangnya, 
Psikolog, Dokter, Ahli Hukum, ahli Informatika, Aktivis (boleh 
mantan Pecandu) dan seorang ahli Management. Untuk merekrut mereka 
perlu banyak hal karena ini menyangkut banyak tentang masalah HIV 
AIDS dan Narkoba. Para calon tenaga kerja tersebut minimal harus 
tahu dan paham masalah HIV AIDS dan Narkoba. Memiliki sertifikat 
Pelatihan, Seminar atau Lokakarya mengenai Masalah HIV AIDS dan 
Narkoba. Mereka harus betul-betul peduli masalah HIV AIDS dan 
Narkoba ini.
Bukan hanya sekedar tahu tentang Teori saja tapi memberikan seluruh 
hidupnya untuk masalah ini. Dan yang tak kalah penting harus bebas 
Narkoba dan HIV AIDS. Sebelum Tim Ini bekerja untuk Tanah Karo perlu 
Pelatihan Khusus atau Penelitian Khusus di Yayasan Cinta anak Bangsa 
Jakarta, Yayasan Kasih Mulia Jakarta, Badan Narkotika Nasional 
Jakarta, Yayasan Spritia Jakarta, Yayasan Rumah Damai Semarang dan 
Panti Rehabilitasi Kolam Betesda Medan. Hasil pelatihan atau 
penelitian itu ditulis dan dilaporkan lalu di presentasikan (berupa 
Fit and Profet Test) di hadapan Moderamen GBKP, Bupati dan DPRD TK 
II Tanah Karo. Untuk menguji ketulusan, keseriusan dan panggilan 
mereka untuk melayani di Tanah Karo ini. Mengapa kami 
merekomendasikan Yayasan atau Lembaga ini karena memang mereka benar-
benar peduli masalah Narkoba dan HIV AIDS ini. Jadi untuk masuk 
kedalam "Tim Pelayanan" ini harus melalui banyak "Test Pelayanan dan 
Pengabdian". Jadi tidak menjadi "Lahan Cari makan" benar-benar Badan 
atau Lembaga yang peduli. Tidak hanya pelayanan nama tapi benar-
benar bergerak kearah yang di fokuskan untuk melawan gerakan 
peredaran Narkoba dan Peduli HIV AIDS ini. Apakah Badan ini nantinya 
tidak banyak menghadapi tantangan? Sudah pasti, tapi kita tidak 
perlu takut menghadapi jaringan "Mafia Peredaraan Narkoba dan Sex 
Bebas" ini. Mereka juga manusia yang sama dengan kita.
Mungkin mereka melakukan itu karena terpaksa atau sudah terlanjur 
maka itu tugas kita untuk memberikan penyadaran bagi mereka. Siapa 
tahu mereka bisa bertobat dan sadar akan kesalahannya selama ini. 
Sekali lagi Badan atau Lembaga ini adalah Badan Non Profit!! Murni 
Gerakan Kepedulian.
Akhirnya walaupun Badan atau Lembaga ini bukan lah sebuah jawaban 
untuk menghancurkan peredaran Narkoba di Tanah Karo akan tetapi 
minimal Badan ini bisa menjadi salah satu "Benteng Pertahanan" 
nantinya di Tanah Karo untuk mengantisipasi maraknya peredaran 
Narkoba dan maraknya Sex Bebas di Tanah Karo yang bisa mengakibatkan 
terinfeksi HIV Aids. Jadi untuk itulah kami merekomendasikan agar 
Badan ini di dirikan di Tanah Karo. Dan bila ternyata Di Tanah Karo 
sudah banyak Korban HIV AIDS dan Narkoba maka Badan ini juga akan 
mendirikan sebuah Panti Rehabilitasi Bagi para Korban HIV Aids dan 
Narkoba (suatu saat nanti). Saatnya Tanah Karo melakukan antisipasi 
terhadap HIV AIDS dan Narkoba sebagai bentuk pelayanan kepedulian 
bagi rakyatnya. Karena itu merupakan tugas dan tanggung jawab kita 
bersama, bila kita tidak ingin "Generasi Karo" hancur dan hilang 
oleh "Bencana Narkoba dan HIV AIDS" yang sangat mematikan.
Sebagai Pemerhati Sosial kami berpikir hal ini harus dilaksanakan 
secepat mungkin. Bila tidak, maka "Bom Waktu" itu akan meledak. 
Jangan Sampai terlambat!! Demi Generasi kita. Sebagai Penutup Kami 
mengutip
Firman Tuhan Dari Injil Matius 25:36b "Ketika Aku Sakit Engkau 
Melawat Aku"

Seruan ini sekaligus untuk memperingati HARI ANTI NARKOBA SEDUNIA 
yang jatuh pada Tanggal 26 Juni 2008 dan Hari HIV AIDS Sedunia 1 
Desember 2008 ini. Salam Anti Narkoba dan Peduli HIV AIDS!!



Pdt Masada Sinukaban
KESAKTIAN PEDULI GENERASI INDONESIA

TUHAN YESUS MEMBERKATI, AMEN

http://kesaktianpeduligenerasi.blogspot.com

Kirim email ke