Mejuah-juah,

Aku dapet ini dari teman. 
Klo memang ini benar,  "HEBAT" juga ya Ketua Pansusnya itu. 
Udah UU juga masih pro kontra. Cara soasialisasinya lebih "hebat" lagi.
Benar-benar dagelan!!!!!!!!

Sentabi kade-kade.................






 Rekaman Suara Sdr. Balkan (Ketua RUU Pornografi) yg Rasis



Dear All,



Aku mempunyai rekaman suara Sdr.Balkan-Ketua Pansus RUU Pornografi yg

sangat rasis itu. Rekaman itu merupakan rekaman dari kegiatan dengar

pendapat di Yogyakarta.



Apabila berminat mendengarkannya bisa minta kepadaku di email: 

titiana.adinda@ gmail.com / titiana.adinda[ at]gmail. com



Mari kita lawan sikap anggota DPR yg rasis tersebut!



Salam hangat,



Dinda

===

Kunjungi blogku di:

http://titiana- adinda.blogspot. com/



surat terbuka



Posted by: "dcute_ema" [EMAIL PROTECTED] . dcute_ema

Fri Oct 17, 2008 6:39 pm (PDT)



Surat Terbuka

Yogyakarta, 16 Oktober 2008

Kepada kawan-kawanku Bangsa Indonesia



Kawan,

Senin, 13 Oktober 2008 kemarin, saya dan teman-teman Forum Yogyakarta

untuk Keberagaman (YuK!) mengikuti acara `Dengar Pendapat dalam Rangka

Uji Publik RUU Pornografi'. Acara yang diadakan oleh Pansus RUU

Pornografi dari DPR berlangsung di Gedung Pracimosono, Kompleks Kantor

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketua Pansus RUU Pornografi,

Balkan Kaplale, juga datang ke acara itu.



Sekitar enam puluh orang â€"pro (mayoritas) maupun kontraâ€" hadir

sebagai peserta forum. Dalam sesi dengar pendapat pertama, enam

peserta dipilih untuk bicara. Acara sudah berlangsung sekitar 1 jam

saat seorang kawan dari Papua, Albert, ditunjuk moderator untuk

menyampaikan pendapat.



Albert datang mewakili 3000 mahasiswa Papua di Jogja, dan telah

meminta ijin pada dewan adat dan tokoh masyarakat Papua untuk mewakili

warga Papua dalam menyampaikan aspirasi. Di forum, ia mengusulkan agar

RUU Pornografi tidak disahkan. Sebab, RUUP tidak memberi ruang bagi

kaum minoritas, dan membuat Negara Indonesia seolah-olah hanya milik

sekelompok orang. Jika RUUP disahkan, lebih baik Papua melepaskan diri

saja, karena tidak diperlakukan adil.



Saat giliran Pansus bicara, Balkan Kaplale langsung menanggapi

pernyataan Albert. Balkan menyapa Albert dengan sebutan "Adinda" dan

berkata: "Jangan begitu dong ah..overdosis. .tak usah ngapain keluar

dari NKRI. Timor-timur aja perdana menterinya kemaren mengadu ke

Komisi 10, nangis-nangis, rakyatnya miskin sekarang. Betul, belajarlah

ke Ambon, saya kebetulan dari Saparua loh. Kalau mendengar begini

tersinggung! Belajar baik-baik dari Jawa! (diucapkan dengan kencang

dan bernada bentakan)"



Balkan juga berkata "Belajarlah baik-baik! Kalau perlu kau ambil orang

Solo supaya perbaikan keturunan! (membentak)"

Sebagian besar peserta forum langsung tertawa mendengar kalimat itu.

Namun kemudian beberapa peserta lain dan para wartawan berteriak,

"Rasis! DPR Rasis!!"



Balkan: "Diam dulu nanti kita kasih kesempatan bicara, sampai malam

kita di sini! Diam dulu! Ini kan hak Ketua DPR juga dong, Ketua

Pansus!"

***



"Belajar baik-baik dari Jawa! Kalau perlu kau ambil orang Solo supaya

perbaikan keturunan!"



Kawan,

Hati saya sakit sekali saat mendengar perkataan Balkan Sang Anggota

DPR sekaligus Ketua Pansus RUUP. Padahal kata-kata itu tidak ditujukan

pada saya. Saya bukan orang Papua. Saya tak bisa membayangkan,

bagaimana perasaan Albert dan kawan-kawan lain dari Papua mendengar

ungkapan Balkan yang bernada kasar dan isinya jelas menghina itu.

Betapa pedihnya!



Yang membuat hati saya lebih sakit lagi, sebagian besar peserta forum

yang mayoritas dari etnis Jawa, langsung tertawa saat mendengar ucapan

Balkan. Mengapa masih bisa tertawa saat ada saudara kita yang dihina?

Apa karena Balkan meninggikan etnis Jawa, lantas kita layak tertawa

bahagia?



Kita adalah saudara. Sabang sampai Merauke. Kita: orang Batak, Jawa,

Sunda, Betawi, Madura, Dayak, Bugis, Flores, Papua, dan lain-lain;

telah berikrar untuk bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kita setara. Tidak ada satu suku atau etnis pun yang tebih tinggi

derajatnya dari yang lain. Tidak ada pula yang lebih tidak beradab.



Sebagai kesatuan, mestinya kita bersedih jika saudara kita direndahkan

karena etnisnya berbeda dengan kita. Bukan tertawa. Mestinya rasa

empati dan solidaritas kita tumbuh. Mestinya kita menggugat hinaan

itu! Bukan malah ikut tertawa menghina. Saya kecewa, Kawan.

Perbedaan etnis, suku, budaya bukanlah perkara salah-benar. Tiap

kelompok harusnya menyadari bahwa sejak awal Indonesia memang beragam.

Merasa diri lebih tinggi derajatnya dari kelompok lain hanya akan

menimbulkan konflik. Yang merasa diri paling benar memaksakan

keyakinan kelompoknya pada orang lain. Yang merasa diri beradab

menghujat kelompok yang dianggap tidak beradab.



Kawan,

Menurut saya perbedaan adalah perkara bagaimana kita berbesar hati

untuk menerima dan menghargai orang atau kelompok yang tidak sama

dengan kita. Andai kita semua mau membuka hati terhadap perbedaan dan

memiliki toleransi, saya yakin tak seorang pun akan tertawa saat

mendengar ucapan Balkan tadi.

***

"Belajar baik-baik dari Jawa! Kalau perlu kau ambil orang Solo supaya

perbaikan keturunan!"

---"DPR Rasis!"

"Diam dulu! Ini kan hak Ketua DPR juga dong, Ketua Pansus!"



Kawan-kawanku,

Saya heran sekali dengan kalimat terakhir itu. Apa yang Balkan maksud

dengan hak ketua DPR dan hak Ketua Pansus? Hak untuk menghina orang

lain? Saya rasa, tidak ada orang yang memiliki otoritas menghina orang

lain, sekalipun ia pejabat pemerintahan. Kata-kata Balkan terkesan

sangat otoriter, seolah-olah ia berhak melakukan apapun sebab ia

adalah anggota DPR.



Menurut Pansus RUU Pornografi dan pihak yang setuju terhadap

disahkannya RUUP, RUU ini tidak akan menimbulkan disintegrasi bangsa.

Alasan mereka, RUU ini tidak diskriminatif. RUUP mengakomodir

kepentingan seni dan budaya, adat istiadat, dan ritual tradisional.

Mari kita gugat pernyataan itu, kawan! Benarkah RUU ini mengakomodir

semua itu dan tidak diskriminatif? Pertanyaan ini sangat patut

dilayangkan dan dijadikan bahan pertimbangan, sebab ternyata Balkan

Kaplale, anggota DPR RI dan ketua Pansus yang menyusun RUUP adalah

seseorang yang Rasis!



Kawan,

Seseorang yang sudah tidak adil sejak dalam pikirannya tidak akan bisa

bertindak adil dalam perbuatannya. Perkataan Balkan Kaplale pada

Albert yang rasis dan menghina menunjukkan pikirannya yang tidak adil

terhadap saudara-saudara kita orang Papua. Maka saya berani berkata,

RUUP yang diketuai oleh orang rasis dan tidak adil itu tidak layak

disahkan!



Dengan cinta pada bangsa dan Negara Indonesia,



Maria Listuhayu.



* saya memiliki rekaman rapat dengar pendapat umum ini.

** tulisan ini akan dikirim ke media sebagai surat terbuka.




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke