Menhut: Pemerintah Masih Pelajari Perdagangan Karbon 
Jambi, (Analisa) 
Pemerintah Indonesia hingga kini masih mempelajari secara mendalam bentuk 
perdagangan karbon untuk dijadikan sebagai jasa lingkungan. 
Hal itu dikatakan Menteri Kehutanan, MS Kaban di sela-sela kunjungan Putra 
Mahkota Kerajaan Inggris Pangeran Charles di kawasan Restorasi Ekosistem 
Harapan Rainforest Sumatera di Desa Bungku, Kabupaten Batanghari, Provinsi 
Jambi, Minggu. 
"Memang sudah ada ketentuannya yang dibahas dalam KTT Bumi di Bali. Tapi kita 
masih hitung-hitungan dulu dan bentuk pasarnya seperti apa," ujarnya. 
Pengaturan distribusinya juga sudah ada, tinggal bagaimana pasar dan harganya. 
Itu yang kini sedang dipikirkan. 
Karena itu pengembangan kawasan restorasi ekosistem di Indonesia yang mendapat 
dukungan penuh dari Kerajaan Inggris seperti di Jambi dan Sumatera Selatan 
seluas 101.000 hektar (Jambi 49.000 ha dan Sumsel 52.000 ha), merupakan sebuah 
kebijakan untuk penyelamatan hutan. 
Program restorasi itu difokuskan untuk hutan produktif, taman nasional, dan 
hutan lindung. 
"Pengembangan restorasi ini diserahkan ke LSM dan masyarakat karena butuh waktu 
panjang untuk menghasilkan. Pembangunan restorasi jelas akan membuang-buang 
duit yang cukup banyak," katanya. 
Ia menambahkan, pelestarian hutan di Indonesia melalui restorasi dan konsesi 
mengutamakan melibatkan masyarakat sekitar untuk meningkatkan pendapatan dan 
pendidikan. 
Masyarakat di sekitar restorasi akan direkrut. Mereka dididik melalui berbagai 
pelatihan sehingga kelestarian hutan tetap terjaga. 
Kawasan Harapan Rainforest di Jambi dan Sumsel itu memiliki kekayaan flora dan 
fauna, dan teridentifikasi menjadi tempat hidup 287 jenis burung yang di 
antaranya 70 jenis terancam punah. 
Selain itu hidup pula 58 jenis mamalia, 43 jenis amfibi, dan 159 jenis pohon 
yang salah satunya kayu khas Jambi yang mulai langka yaitu kayu bulian 
(Eusideroxylon zwageri), serta harimau Sumatera. 
Pangeran Charles melihat secara dekat kekayaan flora dan fauna itu, serta 
keberadaan Suku Bathin IX dan Suku Anak Dalam atau dikenal "Suku Kubu". 
Sementara itu, Direktur Eksekutif Burung Indonesia, Sukianto Lusli mengatakan, 
atas dukungan masyarakat Uni Eropa, kawasan Harapan Rainforest itu kini telah 
merekrut lebih kurang 100 orang petugas pengamanan, serta bantuan sarana dan 
prasarana di lapangan. 
Departemen Kehutanan memberikan izin konsesi restorasi itu selama 100 tahun 
sejak awal 2008. 
Areal itu berdasarkan interprestasi citra landsat memiliki 21 persen hutan 
produktif, 32 persen kurang produktif, dan 47 persen tidak produktif. (Ant) 



      __________________________________________________________
Ta semester! - sök efter resor hos Kelkoo.
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum här:
http://www.kelkoo.se/c-169901-resor-biljetter.html?partnerId=96914052

Kirim email ke