Mejuah-juah,
Dari tanggal 17 Oktober - 31 Oktober, kami sekeluarga pulang kampung, alias ke
Sumatera Utara. Kampung bapak di Namo Buah ( Dusun Namo Buah, Kampung Si Lebo
Lebo ) kecamatan Kutalimbaru. Kampung mamak di Ujung Barat Jahe, kecamatan
Kutalimbaru.
Sewaktu kami ke Ujung Barat Jahe, aku dan adekku naik kereta ( motor ) dari
arah simpang glugur, trus menuju lau bekeri dan berdirikari. Ziarah ke makam Bi
tengah ( kakak mamak, yang tgl 11 Sept 2008, idilo Dibata ), ke makam tua (
senina sepemerenku ), dan ke makam bulang dan biring ( ortu dari mamak ).
Pulangnya kami tidak dari jalan pergi tadi, melainkan dari arah lain, agar beda
pemandangan kata unda ( senina sepemerenku ).
Bener sekali, lebih banyak kampung yang kami lewati. Yang membuat aku kaget,
aku liat semacam gapura yang bertuliskan " Selamat Datang Di Pekan Sawah ". Aku
tanyakan ke adik aku, bukan kah ini Kuta tiga sabah ?, betul bang, tapi di
indonesiakan jadi Pekan Sawah.... wah2.... Memang gitu bang kata adikku, Juma
Buluh pun udah jadi Desa Ladang Bambu, semakin aku kaget. Gimana jadinya
generasi anakku, bisa2 dia tidak tahu kalo dulu ada kampung karo di Kabupaten
Langkat dan Kabupaten Deliserdang bila semua kampung2 karo yang ada dijadikan
bahasa Indonesia ( jangan sampai ya,,,,, ). Aku belum tau cara menyampaikan
uneg2 ini ke PEMDA setempat, tapi aku sedang berusaha mencari tau. Bila ada
teman2 yang kerja diĀ pemerintahan,, tolong disampaikan keluhan ini.
Bujur ras mejuah-juah kita kerina
SGM V ( Suryadana Ginting Munthe
)-------------------------------------------------------------------Hidup ini
adalah proses, pilihlah Pasu-pasu Ula Palu-palu