DPRDSU Tanya Bupati Karo, Apakah Pemkap Tidak Beradat dan Berbudaya Lagi 
Terhadap Masyarakat`?
by Redaksi on Nopember 15th, 2008
 
Kabanjahe (SIB)
Tim X DPRD Sumut tanya Bupati Karo Drs Daulat Daniel Sinulingga, apakah pejabat 
Pemkab sudah tidak beradat dan berbudaya lagi terhadap masyarakatnya, sehingga 
dengan keji mengusir dan menganiaya para pedagang buah Berastagi hingga 
berdarah-darah pada aksi bentrokan dengan Satpol PP baru-baru ini.
Hal itu dilontarkan Sekretaris Tim X DPRD Sumut Ir Taufan Agung Ginting 
didampingi Ketua, Wakil Ketua dan anggota tim Ir Edison Sianturi, Ir Tonnies 
Sianturi dan Drs H Azis Angkat MSP dalam pertemuannya dengan Bupati Karo yang 
diwakili Plh Bappeda Karo, Kamis (6/11) di Aula Pemkab Karo.
"Kami sangat kesal atas sikap Pemkab Karo, mengapa sampai terjadi penggusuran 
secara paksa disertai bentrokan sampai 3 kali terhadap para pedagang buah 
Berastagi. Apakah Pemkab tidak beradat dan berbudaya lagi sehingga masyarakat 
dijadikan musuh. Tidak ada lagikah budaya Karo "arih-arih muat simehuli" 
(musyawarah), "ujar Taufan.
Taufan sebenarnya dalam pertemuan ini sangat berharap hadir Bupati Karo, 
sehingga bisa secara terbuka menyampaikan kekesalan hati masyarakat atas 
kebijakannya mengusir dan menganiaya pedagang Pasar Buah hingga berdarah-darah 
akibat bentrok dengan Satpol PP.
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut ini melihat saat ini di Pemkab Karo telah 
terjadi krisis kebudayaan dan mata hati oknum pejabatnya telah buta, sehingga 
perlu diadakan kembali pelatihan "adat dan budaya" agar bisa tumbuh dan 
berkembang seperti budaya yang mengedepankan adat kekeluargaan dan musyawarah.
"Saya tanya Bupati, apakah kami di DPRD Sumut perlu menganggarkan dana 
pelatihan adat dan budaya", di APBD Sumut TA 2009 untuk melatih kembali oknum 
pejabat Pemkab yang sudah mulai krisis budaya", ujar Taufan dengan nada tinggi 
sembari menyatakan bahwa masyarakat Karo sangat kental dengan azas musyawarah 
dan mufakat.
Berkaitan dengan itu, Taufan mengingatkan Pemkab Karo, bahwa masyarakat Karo 
disegani karena adat dan budayanya dan jangan sampai terulang kembali aksi 
kekerasan terhadap para pedagang buah Berastagi. Jika Pemkab tetap memaksakan 
kehendak mengusir pedagang, lihat sendiri akibatnya.
Tidak Bisa Jelaskan
Menanggapi pernyataan keras Taufan Agung Ginting, Plh Bappeda Tanah Karo Ir 
Pantas Samosir meminta maaf kepada Tim X yang tidak bisa menjelaskan secara 
terbuka dan mendetail pertanyaan tapi berjanji akan menyampaikannya kepada 
Bupati Karo.(M10/c)
--


      __________________________________________________________
Låna pengar utan säkerhet. Jämför vilkor online hos Kelkoo.
http://www.kelkoo.se/c-100390123-lan-utan-sakerhet.html?partnerId=96915014

Kirim email ke