Sumber:http://www.harian-global.com/news.php?extend.51314

Hal ini diungkapkan Nanan saat menghadiri "Smart Business Strategy on Charity 
Dinner Seminar" di Best Western Asean International Hotel, Medan, Sabtu (15/11) 
sekira pukul 17.30 Wib.

Menurut Nanan, polisi brengsek bukan hal baru lagi. Tak hanya di Indonesia, 
tapi di negara-negara maju pun polisi jenis ini masih banyak bertebaran.

"Tapi jangan gara-gara takut bertemu polisi brengsek, lantas pengusaha dan 
masyarakat takut mengikutsertakan pengamanan polisi dalam usahanya. Yang sering 
terjadi begitu ada masalah baru polisi dipanggil. Seharusnya sebelum ada 
masalah sudah ada pengamanan," kata Nanan dalam kata sambutannya.

Nanan mengaku keberengsekan polisi adalah persoalan lama yang mendarah daging 
yang ingin ditumpas sekarang.

"Oleh karenanya pengusaha dan masyarakat jangan segan untuk melaporkannya 
langsung kepada saya ke nomor handphone saya 0811877878," kata Nanan. Begitu 
Nanan menyebutkan nomor ponselnya, para tamu langsung mencatat.

Diiringi alunan petikan musik akustik dan sajian makan malam yang hangat, 
suasana semakin sempurna saja manakala kedua topik tadi menjadi menu dessert 
para tamu.

Sementara itu, Ronald Tedjasasmita, SE, Mpd selaku HR Business Consultant & 
Lead Instructur from Finger Print Network Jakarta, mengutarakan fakta lain 
tentang pendidikan di Medan kurang berkualitas yang disebabkan karena mahasiswa 
hanya mencari gelar, pengajar tidak berkualitas dan materi pengajaran yang 
kurang up to date.

"Dunia usaha tidak hanya butuh semangat dan keberanian tetapi juga kepandaian 
berpikir sistematis dan kecakapan teknis. Di saat perusahaan membutuhkan 
kecepatan justru produk yang dihasilkan pendidikan tidak berkualitas. Sarjana 
di Medan kurang siap kerja sehingga manajemen perusahaan perlu mencari 
terobosan baru untuk pengadaan sumber daya manusia yang berkualitas," katanya.

"Bila hal ini terus berlanjut orang-orang dari luar Medan yang akan mengisi 
jabatan-jabatan kosong di perusahaan-perusahaan di Medan," tambah Ronald.

Acara yang digelar ini menghadirkan dua pembicara lain Dr. Bayu Prawira HIE, 
MBA yang menjabat Executive Director Intellectual Business Community, Host of 
Smart Business Strategis di Smart FM Radio, Strategic Expert Consultant, dan 
Host of CEO Reference TV Program di Q-TV serta Sian Yet selaku Consultant Trend 
marketing.

Di sesinya, Sian Yet mengupas permasalahan bisnis di Medan yakni masih 
banyaknya perusahaan di Medan yang tertinggal dalam inovasi pemasaran karena 
kurangnya sumber daya manusia. Selain sumber daya yang menjadi penghalang lain 
adalah kurangnya sistem dan perhatian terhadap hak paten. Ia juga menekankan 
orientasi pada marketing dan brand. Sedang Bayu membahas mengenai krisis global 
dan bisnis outlook 2009. Di sela-sela seminar digelar lelang amal beberapa 
lukisan milik Panji Sutrisno; pelukis handal kepunyaan Medan.

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community



      

Kirim email ke