Tajuk Rencana Analisa
Operasi Preman
SEBANYAK 8.507 orang terjaring petugas selama pelaksanaan operasi kejahatan
jalanan yang digelar sejak tanggal 2-18 November 2008 di lima Kepolisian Daerah
(Polda). Dari jumlah tersebut, 886 orang di antaranya ditahan sementara sisanya
7.661 hanya diberi pembinaan.
Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Polisi, Susno Duaji
menegaskan, selama razia terhadap ribuan pelaku kejahatan atau biasa disebut
preman itu, pihaknya hingga kini belum pernah melakukan salah tangkap.
"Semuanya sudah tepat," tegasnya. Bahkan diakuinya, razia yang dilakukan di
Polda Sumatera Utara, Metro Jaya, Jawa Tengah, Jawa Timur dan DIY ini Polisi
justru dapat menangkap preman yang sebelumnya telah dimasukan dalam daftar
pencarian orang (DPO).
Apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian tersebut tidaklah berjalan dengan
‘mulus’. Ada yang berpendapat ‘kerja’ tersebut hanya kerja sambilan yang
dilakukan pada saat pergantian kepemimpinan di jajaran Kepolisian, karena hal
semacam ini juga pernah dilakukan Kapolri yang lama. Hanya sekedar show of
force, untuk menunjukkan ada perbedaan dalam masa pergantian, demikian beberapa
pengamat.
Selain itu, pola yang dilakukan masih tetap sama hanya menangkap dan menahan
sementara pembinaan sangat kurang dilakukan. Padahal yang diharapkan adalah
pembinaan. Inilah yang dijawab Anton Medan, ketika ditanya apakah operasi ini
berjalan efektif atau tidak, maka ia menjawab “Tidak!” Karena tidak adanya
pembinaan sehingga para preman tersebut setelah keluar dari tahanan akan
kembali pada habitatnya. Selain itu sebagian masyarakat tidak hanya
menginginkan agar polisi merazia preman kelas teri saja tetapi lebih dari itu
juga melakukan operasi kepada preman berdasi dan berseragam yang juga cukup
meresahkan masyarakat.
Fenomena terhadap kejahatan di jalan memang semakin lama semakin meningkat,
apalagi kebutuhan yang semakin tinggi sementara lowongan pekerjaan semakin
sempit. Akibatnya banyak di antara masyarakat yang memilih menjadi preman.
Karena dengan profesi ini paling tidak mereka ‘bekerja’ walaupun harus
berhadapan dengan hukum. Selain itu ada juga yang menjadikan pekerjaan ini
sebagai alternatif mengingat tanpa bekerja keras hanya bermodalkan tampang
seram dan kekuatan serta kekuasaan uang begitu mudah didapatkan.
Pertanyaan selanjutnya sampai kapan operasi ini dijalankan, apakah sampai tidak
ada lagi preman yang berkeliaran atau sampai tidak muat lagi tahanan untuk
mereka? Karena ini juga yang dipertanyakan masyarakat, sering setelah operasi
tidak lagi dijalankan maka kembali muncul preman-preman tersebut. Dan begitu
juga sel-sel di lembaga pemasyarakatan sangat minim dari jumlah pelaku
kejahatan itu sendiri. Sehingga ada sel yang seharusnya kapasitasnya 4 atau 5
orang tetapi harus menampung lebih dari jumlah tersebut.
Setiap orang pasti lega, karena dilakukan operasi preman ini. Karena biasanya
orang-orang seperti ini sangat menyusahkan orang lain baik itu pedagang maupun
pembeli. Di mana-mana para pedagang mengeluh karena setiap hari harus memberi
upahan pajak keamanan kepada mereka. Terbukti operasi yang telah berjalan
sekitar 17 hari ini tersebut memang memberikan dampak yang positif di
tengah-tengah masyarakat, di mana para preman yang biasanya ‘mangkal’ sekarang
ini tidak kelihatan lagi. Dalam operasi ini juga berhasil menyita berbagai
jenis barang bukti antara lain, delapan pucuk senjata api, 88 bilah senjata
tajam, 59 unit kendaraan bermotor, 41 unit telepon genggam (HP) dan ratusan
barang bukti lainnya.
Lalu apakah pekerjaan ini sudah selesai? Belum, masih banyak lagi pekerjaan
rumah yang dilakukan pemerintah untuk memberantas aksi preman ini. Di antaranya
yang terpenting adalah pembinaan terhadap mereka, seperti yang diungkapkan oleh
Anton Medan tersebut. Pembinaan harus dilakukan agar operasi semacam ini tidak
berulang kembali pada saat pergantian pimpinan kepolisian. ****
___________________________________________________
Sök efter kärleken!
Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting:
http://ad.doubleclick.net/clk;185753627;24584539;x?http://se.meetic.yahoo.net/index.php?mtcmk=148783