Mujuah-juah, perlu kuakap isosialisasikan lebe man kerina kalak karo terutatama man generasi muda.tentang tokoh tokoh pejuang kalak karo ras perjuangenna. sebab karo terberita sebagai dareah pejuang terutama dalam perang kemerdekaan.ini tebukti dengan makam pahlawan yang ada di kabanjahe. menurut cataten 70% kalak kalak karo adalah pejuang jadi pasti ada diantara tokoh pejuangta layak iusulken sebagai pahlawan. bujur..
________________________________ From: kontan tarigan <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Saturday, November 22, 2008 4:24:45 PM Subject: Re: [tanahkaro] Re: Prosedur Pengusulan Gelar Pahlawan Mejuah-juah Kalimbu MUG bagepe permilis kerina! Merandal kuakap usulndu enda, sada trobosan si mungkin ka. Tiap kali trobosan, tiap kali e ka pergeseran perkembangenta ku lebe. Andaikata ada seorang karo apalagi beberapa dan selalu disebut-sebut sebagai pahlawan nasional, tentu dengan sendirinya karo akan semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia. Bisa jadi nilai positip ini akan menutup (mengaburkan) nilai negatip dari karo itu sendiri. Kita selaku manusia karo akan merasa bangga dengan nilai lebih ini. Saya kira rasa bangga itu penting sekali, apalagi buat generasi muda. Rasa bangga itu lambat-laun dapat menjadi pencitraan diri. Suatu saat rasa bangga kita itu dapat mencegah dari perbuatan tercela, mendorong berbuat lebih baik dan lebih berprestasi, serta lebih percaya diri. Melihat persyaratan yang dibutuhkan, kemungkinan pahlawan karo non-SK itu ada beberapa. Sekarang baru satu yang mempunyai SK, Pa-Garamata. Kita tidak bisa selalu katakan, kita mesti bangga menjadi orang karo sementara yang dibanggakan itu tidak ada (lebih dari suku lain). Rasa bangga kita itu mesti diakui oleh orang lain (pemerintah) . Oleh karena itu merupakan langkah bagus jika SK para pahlawan karo itu diperjuangkan. Setelah berhasil diperjuangkan, nilai positip yang mereka buat terus diekspos dan dikelola dengan baik. Nilai positip itu kelak kita harapkan menjadi citra manusia karo karena mereka itu teladan bangsa. Jika sudah demikian (ada beberapa pahlawan nasional yang punya SK) maka tinggal menunggu waktu pengakuan orang lain, orang lain akan menggadang-gadang nama pahlawan karo itu, seperti pemberian nama Bandara Kuala Namo itu. Sekarang karena non-SK itu, yang terjadi malah sebaliknya, justru orang karo (anggota DPRD lagi) yang mengusulkan nama tokoh lain menjadi nama bandara yang tempatnya di tengah-tengah masyarakat karo itu. Jika kita tidak sabar, maka kita bisa murka karena salah paham, sedang diadu-domba oleh orang lain. Merandal perkaden-kaden kita Karo, gia lenga ka seri pengangkaanta ras kalak diluar Karo uga perkade-kaden Karo enda ndai. Maka bagi sikatakendu permilista enda banci nge kerina persada arih gelah rasras ka nggerakken ras ngusulken man kade-kade si lit denga itadingken calon pahlawanta. Lit sitek pengalamenku kalimbubu ras bulang alm. Selamat Ginting. Pada mulanya saya tidak kenal sama sekali dengan beliau, kecuali tahu namanya dari mama saya yang seorang pejuang kemerdekaan. Suatu saat, karena beliau tantang, saya mengajukan sebuah proposal terhadapnya (tak usah saya sebut di sini). Pendek cerita, kami terlibat dalam pembahasan proposal itu, dan sampai pada diskusi keluarga. Ternyata kami ada hubungan famili. Beliau katakan, kita orang karo ini kalau dicari-cari akan ketemu pertalian keluarga itu. Betul saja, ketika KKN di Lau Solu dulu, saya juga menemukan banyak keluarga di sana, padahal nama Lau Solu saja baru saya ketahui saat KKN itu. Adi sindeher atau kade-kade Selamat Ginting tah labo meserasa ndaramisa. Seran nge kari ndarami atau nggerakken kade-kade capah (calon pahlawan) si enggo ndekah perjuangenna, bagi Datuk Sunggal Badiuzzaman Surbakti, paling lama berperang ngelawan Belanda ibandingken isepe pahlawan sideban. Prof. H. Ahmad Samin Siregar pada 27 Juni 2004 di Mdedan pernah ngusulken a.l. ditulisnya: "Perang Sunggal" yang bermula pada 15 Mei 1872 di bawah pimpinan Datuk Badiuzzaman Surbakti ini merupakan perang terhadap penjajahan Belanda yang menunjukkan adanya nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, dan rasa cinta tanah air yang sangat besar. Oleh karena itulah, Datuk Badiuzzaman Surbakti ini sangat pantas kiranya diangkat menjadi "Pahlawan Nasional". Saya pun setuju dengan usulndu ini kalimbubu. Saya juga pernah membaca perjuangan beliau itu dengan cara Salimi=musuh berngi (kalau tidak salah), pasukannya bergerak pada malam hari membakar bangsal-bangsal VOC. Paling tidak, secara simbolik, beliau menunjukkan ada perlawanan terhadap pendudukan Indonesia oleh Belanda. Andaikata saat itu (1872) sudah ada PBB, mungkin saja Indonesia dapat merdeka lebih awal. Kita mulai usul dari Datuk Badiuzzaman Surbakti lebih dulu. Jika tim ini kelak memperoleh fakta-fakta otentik maka resistensi pengusulan akan lebih minim dari yang lebih muda. Mengenai skenario pengusulan itu kita boleh belajar kepada Keluarga Pa-Garamata. Satu sudah gol maka pengusulan yang lain akan lebih mudah. Mengenai pencaharian keluarga Datuk Badiuzzaman Surbakti, mana tahu ada anggota milis ini, lapor dong! Mungkin perkoran-koran karo (SS, SM, dll)tahu lebih banyak. Kedua, kita mulai mendata capal-capal yang lain. Ise usulndu menjadi capal-capal itu permilis? Sibarem lebe, Bang KT --- On Tue, 11/18/08, MU Ginting <[EMAIL PROTECTED] se> wrote: From: MU Ginting <[EMAIL PROTECTED] se> Subject: [tanahkaro] Re: Prosedur Pengusulan Gelar Pahlawan To: [EMAIL PROTECTED] ps.com Date: Tuesday, November 18, 2008, 2:52 PM Mejuah-juah Bang KT bagepe permilis kerina Merandal kuakap usulndu enda, sada trobosan si mungkin ka. Tiap kali trobosan, tiap kali e ka pergeseran perkembangenta ku lebe. Merandal perkaden-kaden kita Karo, gia lenga ka seri pengangkaanta ras kalak diluar Karo uga perkade-kaden Karo enda ndai. Maka bagi sikatakendu permilista enda banci nge kerina persada arih gelah rasras ka nggerakken ras ngusulken man kade-kade si lit denga itadingken calon pahlawanta. Adi sindeher atau kade-kade Selamat Ginting tah labo meserasa ndaramisa. Seran nge kari ndarami atau nggerakken kade-kade capah (calon pahlawan) si enggo ndekah perjuangenna, bagi Datuk Sunggal Badiuzzaman Surbakti, paling lama erperang ngelawan Belanda ibandingken isepe pahlawan sideban. Prof. H. Ahmad Samin Siregar pada 27 Juni 2004 di Mdedan pernah ngusulken a.l. ditulisnya: "Perang Sunggal" yang bermula pada 15 Mei 1872 di bawah pimpinan Datuk Badiuzzaman Surbakti ini merupakan perang terhadap penjajahan Belanda yang menunjukkan adanya nilai-nilai patriotisme, nasionalisme, dan rasa cinta tanah air yang sangat besar. Oleh karena itulah, Datuk Badiuzzaman Surbakti ini sangat pantas kiranya diangkat menjadi "Pahlawan Nasional" karena beberapa pertimbangan tertentu seperti berikut ini." (Waspada) Bujur ras mejuah-juah kita kerina MUG --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, kontan tarigan <kontan_tarigan@ ...> wrote: Prosedur Pengusulan Gelar Pahlawan Mejuah-juah permilis. Informasi di bawah ini adalah Prosedur Pengusulan Gelar Pahlawan beserta pendefinisiannya: http://www.depsos. go.id/modules. php?name= Publikasi& nama=UsulPahlawa n Menurut Mensos (Bahtiar Chamsayah) saat pemberian gelar Pahlawan Pa- garamata, masih ada tokoh karo yang layak mendapat gelar pahlawan, seperti Selamat Ginting, dll. Namun semua proses harus dimulai dari keluarga. Katanya, dia telah mendorong agar diajukan tapi sampai sekarang belum ada yang sampai di mejanya. Mungkin [EMAIL PROTECTED] ps.com dapat mempeloporinya. Semua orang karo adalah keluarga. Sebelum karo menjadi tokoh dunia dan manusia, kita mulai dari tokoh nasional lebih dahulu. Kesempatan itu telah di depan mata. Kalau orang lain (menteri lagi) mengatakan bisa, mengapa kita karo (orang muda lagi) tidak mewujudkannya? Salam dari Bang KT
