Dear Joni,
Perdiateken min cara pembuatan rumah adat karo.....lit prinsipna, idarami kan 
warina, bulanna, etc. Janah seri kerina arahna...Yin Yan...karo
sesuatu yang teratur dan direncanakan pasti punya dasar yang kuat, beda dengan 
cara kita membangun rumah sekarang, asal bangun aja, 
ada duit... bangun.....padahal rumah adalah bagian kecil dari alam......yang 
seharusnya rumah itu harus mengikuti irama alam.....jiwa alam, 
alam itu punya hukum....dan seharusnya kita belajar dari alam......ninita 
mbarena enggo angka na e.............Dulu bangun rumah, tidak
sembarang tebang pohon......sentabi lebe .......sebab alam itu ada 
jiwanya......rumah yang dibangun dengan kayu akan terasa berbeda
dengan rumah dari batu.....karena dia berjiwa.......Kita ini sebetulnya sok 
jago aja ya....sok merasa pintar kan.....dan melupakan kebijakan
nininta marenda....

Sebelum ada Yunani dan Romawi, perabadan India sudah sangat besar.........kita 
sangat terpengaruh oleh kebudayaan itu. Kita sudah sampai
pada keseimbangan alam....alam adalah bagian dari kita dan kita adalah bagian 
dari alam....sementara kam lihat sekarang kerusakan lingkungan hidup 
ini......well.....we are really stupid...kan.....Secanggih-cangginya buatan 
manusia ini, alam itu belum tertandingi........kata-kata menaklukkan alam...
well....memahami alam mungkin iya dan belajar dari kebijakkannya......ninita 
marenda enggo angka na e..........



advent tambun



----- Forwarded Message ----
From: jonihendra tarigan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, November 27, 2008 12:07:23 AM
Subject: Re: [tanahkaro] Re: Anding-anding 1


Benar juga bang yah,,,jangan2 peradapan Yunani dan Romawi pun kalah ma nini- 
nininta jaman si adi yang membuat Rakut Sitelu, tutur siwaluh.


Tapi belum pernah diangkat, mungkin buat para Frater bisa kali itu diangkat 
jadi skribsi ya bang yah?? heheh,,,,

Maju terus KARO!

Salam,

Joni Hendra Tarigan




________________________________
From: Advent Tambun <[EMAIL PROTECTED] com>
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Sent: Thursday, November 27, 2008 10:46:04 AM
Subject: Re: [tanahkaro] Re: Anding-anding 1


Filosofi paling besar yang pernah ada mungkin konsep ketigaan:
salah satunya adalah : RAKUT SITELU. Keseimbangan yagn sangat seimbang. 
Sistem demokrasi Romawi kalah dengan RAKUT SITELU. Sistem demokrasi modern kan
sesuatu yang ditempelkan. sementara RAkut Sitelu kita hidupi. 
Mari kita renungkan, bila ada pesta i kuta, me enggo lit kerina si erdahin, 
anak beru...anak beru menteri,
si ngeli bulung, si ku lau....etc.. ...bukankah ini sebuah demokrasi. Pada diri 
setiap orang  karo ada tiga hal sekaligus
RAJA, PEMBANTU,SESAMA. Di dunia mana ada sistem seperti ini? Sudah capek 
belajar filsafat, kayaknya belum ada deh,
 
Mari kita renungkan baik-baik... .maka sebetulnya kita ini telah mengalami 
kemunduran dari peradaapan yang sudah pernah ada di 
tanah lelulur kita. 
 
advent tambun
www.jerukberastagi. com




________________________________
 From: MU Ginting <[EMAIL PROTECTED] se>
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Sent: Thursday, November 27, 2008 4:16:39 PM
Subject: [tanahkaro] Re: Anding-anding 1


Permulaan ide simehuli ka nge kuakap enda Advent Tambun, adi muat 
lalana ka sitteh perumpamaan Karonta.
Melala kel erbagena anding-angding Karo, janah melala ka sinangat 
berisi dua segi bertentangan. Existensi anding-andingen sibagenda 
rusur jadi pemikiren man bangku, asal-usulna janah pemikir 
simenciptakan, sebagai perorangan atau sebagai etnis (Karo).
Misalna 'seh sura-sura tangkel sinanggel' atau 'icaingi muat 
jilena'. Ijenda me jelas 'kesatuan dari segi-segi bertentangan' . 
Bagepe termasuk salah sada si kirimkendu, 'bagi cekala pekepar lau'. 
Ijenda teringet ka aku soal mencapai 'equilibrium' bagi sipernah ka 
isingetken Shodan Purba bas milista. Karo enda ndai enggo me 
kapken 'hebat' cara/tingkat berpikirna nai nari pe teku, la kalah 
bas filosof-filosof Yunani/Eropah nari, cuma la lit tertulis tapi 
dari mulut ke mulut (lisan) saja secara turun temurun. 
Bujur
MUG

--- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Advent Tambun <[EMAIL PROTECTED] > wrote:
Mejuah-juah, 

Memfilekan anding-anding. ......Mungkin ini salah satu cara untuk 
melesatarikan kebijakan etnic, menuliskan kembali anding-anding, 
kuan-kuan,
turi-turin karo, etc. 

Ainda lit piga-piga :
Bagi batang cingkam i tengah kerange la pernah dat kiskisen (Gadis 
cantiktak ada yang mendekati karena judes)
Bagi kaperas lau mambang (Belum cukup umur sudah hamil)
Bagi perjukjuk mbertik lau solu (Diumpamakan kepada seorang pemuda 
yang mau menyampaikan cintanya kepada seorang gadis, rupanya gadis 
tersebut sudah jatuh cinta)
Bagi cekala pe kepar lau (Setiap saat saling melihat tetapi tidak 
pernah bertemu)
Bagi gundur teruh papan (dipakai karena tidak ada lagi yang orang 
lain)

Tambahi kena....bujur, 
advet tambun
www.jerukberastagi. com



    


      

Kirim email ke