http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/11/28/00365182/jejak.sisingamaraja.xii
Jejak Sisingamaraja XII
Dalam Surat-suratnya Ada Huruf Arab dan Mandailing
Jumat, 28 November 2008 | 00:36 WIB
Medan, Kompas - Misteri surat-surat Sisingamaraja XII hingga kini belum banyak
terkuak. Dokumen sejarah tersebut hanya sebagian kecil yang diketahui isinya.
Banyak fakta sejarah penting yang bisa menjadi kajian ilmiah dengan menelusuri
jejak Sisingamaraja. Studi ilmiah ini sekaligus untuk menggali jejak-jejaknya.
”Di salah satu surat Sisingamaraja tertulis, 'Saya Tuan Sisingamangaraja
yang memerintah di Bakkara'. Surat ini memakai stempel berhuruf Arab dan
Mandailing,” kata peneliti Universitas Hawaii Amerika Serikat, Uli (Ulrich)
Kozok, dalam ceramah ilmiah Surat-surat Sisingamaraja XII di Universitas Negeri
Medan, Kamis (27/11).
Surat-surat Sisingamaraja XII, kata Uli, bukan ditulis langsung oleh
Sisingamaraja, melainkan disalin dua juru tulisnya, yakni Herman Silaban dan
Manase Simorangkir. Begitu pun dengan stempel atau cap surat. Menurutnya,
stempel surat Sisingamaraja dibuat oleh orang dekatnya dan dikerjakan di Tanah
Batak.
Pemakaian aksara Arab dan Mandailing terjadi lantaran pengaruh kolonial yang
melarang penyebaran Kristen ke Silindung, Tapanuli Utara, ketika itu. Sebelum
masuk ke daerah itu, misionaris Jerman, Ingwer Ludwig Nommensen, berada di
Sipirok selama dua tahun.
Huruf Arab berada di bagian pinggir, melingkari stempel. Adapun huruf
Mandailing dipakai di bagian dalam stempel. Penggunaan huruf Arab lantaran
kedekatan Sisingamaraja dengan Kerajaan Aceh yang saat itu sudah fasih
berbahasa dan menulis Arab.
Di Eropa
Sebagian besar naskah asli surat-surat Sisingamaraja kini masih tersimpan di
Belanda dan Jerman. Dari catatan Uli, salah satu tempat yang menyimpan naskah
surat ini berada di Berlin, Jerman. Di sana disimpan sekitar 50 naskah asli.
Masyarakat, katanya, bisa mengaksesnya secara digital di Museum Negeri Sumatera
Utara di Medan.
Budayawan Sumut, Thomson HS, mengatakan, data sejarah surat Sisingamaraja masih
banyak yang belum diungkap. Selama masa hidupnya, Sisingamaraja juga berkirim
surat kepada tokoh adat Pakpak. Tokoh yang memerintah Bakkara ini juga mengirim
surat kepada para pemeluk Parmalim di Laguboti. Surat ini keluar pada masa
konsolidasi gerilya melawan Belanda. (NDY)
SGM V ( Suryadana Ginting Munthe
)-------------------------------------------------------------------Hidup ini
adalah proses, pilihlah Pasu-pasu Ula Palu-palu