Setuju .......

Setiap Pihak Menjalani Dan Menjabat Setiap Segi dan jabatan. Hannya Menunggu 
waktu dan tempat nya . ADIL Dan Bijaksana Nina kin ...


  ----- Original Message ----- 
  From: MU Ginting 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, November 27, 2008 10:32 AM
  Subject: [tanahkaro] Re: Anding-anding 1


  Sangat setuju aku pendapatndu enda Advent Tambun
  'Demokrasi-etnis' Karo ras 'Tri Tunggal' Karo enda kapken sada 
  ciptaan besar filosofis sipernah lit idunia, janah kompatibel ka ras 
  perkembangan dunia gundari enda.
  MUG

  --- In [email protected], Advent Tambun <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Re: [tanahkaro] Re: Anding-anding 1 

  Filosofi paling besar yang pernah ada mungkin konsep ketigaan:
  salah satunya adalah : RAKUT SITELU. Keseimbangan yagn sangat 
  seimbang. 
  Sistem demokrasi Romawi kalah dengan RAKUT SITELU. Sistem demokrasi 
  modern kan
  sesuatu yang ditempelkan. sementara RAkut Sitelu kita hidupi. 
  Mari kita renungkan, bila ada pesta i kuta, me enggo lit kerina si 
  erdahin, anak beru...anak beru menteri,
  si ngeli bulung, si ku lau....etc.....bukankah ini sebuah demokrasi. 
  Pada diri setiap orang karo ada tiga hal sekaligus
  RAJA, PEMBANTU,SESAMA. Di dunia mana ada sistem seperti ini? Sudah 
  capek belajar filsafat, kayaknya belum ada deh,

  Mari kita renungkan baik-baik....maka sebetulnya kita ini telah 
  mengalami kemunduran dari peradaapan yang sudah pernah ada di 
  tanah lelulur kita. 

  advent tambun
  www.jerukberastagi.com

  ----------------------------------------------------------
  -----------
  From: MU Ginting <[EMAIL PROTECTED]>
  To: [email protected]
  Sent: Thursday, November 27, 2008 4:16:39 PM
  Subject: [tanahkaro] Re: Anding-anding 1

  Permulaan ide simehuli ka nge kuakap enda Advent Tambun, adi muat 
  lalana ka sitteh perumpamaan Karonta.
  Melala kel erbagena anding-angding Karo, janah melala ka sinangat 
  berisi dua segi bertentangan. Existensi anding-andingen sibagenda 
  rusur jadi pemikiren man bangku, asal-usulna janah pemikir 
  simenciptakan, sebagai perorangan atau sebagai etnis (Karo).
  Misalna 'seh sura-sura tangkel sinanggel' atau 'icaingi muat 
  jilena'. Ijenda me jelas 'kesatuan dari segi-segi bertentangan' . 
  Bagepe termasuk salah sada si kirimkendu, 'bagi cekala pekepar lau'. 
  Ijenda teringet ka aku soal mencapai 'equilibrium' bagi sipernah ka 
  isingetken Shodan Purba bas milista. Karo enda ndai enggo me 
  kapken 'hebat' cara/tingkat berpikirna nai nari pe teku, la kalah 
  bas filosof-filosof Yunani/Eropah nari, cuma la lit tertulis tapi 
  dari mulut ke mulut (lisan) saja secara turun temurun. 
  Bujur
  MUG

  --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, Advent Tambun <[EMAIL PROTECTED] > 
  wrote:
  Mejuah-juah, 

  Memfilekan anding-anding. ......Mungkin ini salah satu cara untuk 
  melesatarikan kebijakan etnic, menuliskan kembali anding-anding, 
  kuan-kuan,
  turi-turin karo, etc. 

  Ainda lit piga-piga :
  Bagi batang cingkam i tengah kerange la pernah dat kiskisen (Gadis 
  cantiktak ada yang mendekati karena judes)
  Bagi kaperas lau mambang (Belum cukup umur sudah hamil)
  Bagi perjukjuk mbertik lau solu (Diumpamakan kepada seorang pemuda 
  yang mau menyampaikan cintanya kepada seorang gadis, rupanya gadis 
  tersebut sudah jatuh cinta)
  Bagi cekala pe kepar lau (Setiap saat saling melihat tetapi tidak 
  pernah bertemu)
  Bagi gundur teruh papan (dipakai karena tidak ada lagi yang orang 
  lain)

  Tambahi kena....bujur, 
  advet tambun
  www.jerukberastagi. com



   


------------------------------------------------------------------------------



  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG - http://www.avg.com 
  Version: 8.0.176 / Virus Database: 270.9.11/1817 - Release Date: 11/28/2008 
8:17 AM

Kirim email ke