Petani Karo Dapat Presentasi  dan Penyuluhan
Berastagi, (Analisa)  
Meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah
Indonesia, khususnya Kabupaten Karo, sangat membutuhkan pengetahuan,
pelatihan dan penyuluhan dalam tata cara dan penggunaan produk produk
agrokimia yang aman bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat pertanian.

Karenanya, para pengelola pertanian harus memiliki
pengetahuan yang berarti, dalam memilih produk agro kimia yang tepat
dan berdaya guna bagi tanaman, sehingga mampu mendapat kan keuntungan
dan manfaat serta peningkatan hasil panen yang memadai dan lebih
produktif.
Hal ini diungkapkan Field Control PT Dalzon Chemical
Indonesia (DCI) Sumut Ir Olman Simbolon, saat memberikan presentasi,
pelatihan dan penyuluhan kepada para petani jeruk di Berastagi.
Para petani jeruk yang mendapat peresentasi, pelatihan
dan penyuluhan di antaranya, dari desa Bukit Kec. Dolat Raya Berastagi
yaitu, ketua gabungan kelompok tani ( Gapoktan) desa Bukit, Simpang
Karo Karo, kemudian wakil ketua, Wisman Sembiring dan ketua kelompok
tani Antoni Bukit, beserta pengelola pertanian jeruk dari Sukanalu,
Kecamatan Barus Jahe Kab.Karo, Saksi Sitepu dan istrinya Riahate
Ginting.
Pada paparannya Ir Olman. menyatakan keprihatinannya,
kerena ada beberapa petani di wilayah Karo yang belakangan merasa
resah, karena sejumlah tanamannya terserang lalat buah yang sangat
mengganggu kualitas dan hasil panennya.
Dalam hal ini, kata Olman, pihaknya siap memberikan
presentasi kepada para petani untuk memanfaatkan produk agro kimia,
berupa insektisida, fungisida dan herbisida yang sangat tangguh untuk
membasmi hama, berbagai gulma daun sempit maupun berdaun lebar,
termasuk mengendalikan gulma gulma yang mengganggu tanaman pokok,
persiapan lahan sebelum tanam serta pemeliharaan dan pembebasan lahan.
Membantu Petani 
Pengunaan insektisida secara tepat, kata Olman, diyakini
akan dapat membantu para petani jeruk untuk melenyapkan berbagai
gangguan hama itu, hingga hasil panennya bisa ditingkatkan kembali.
“Lalat buah memang musuh petani jeruk nomor satu di Kabupaten  Karo,’’ kata  
Simpang Karo Karo.
Simpang Karo Karo  berharap agar harga penolakan jeruk ke pasaran tidak anjlok 
seperti beberapa bulan lalu.
Menurut Simpang Karo Karo, harga penolakan jeruk ke
pasaran kini berkisar antara Rp 1500 hingga Rp 3500 tergantung mutu dan
kualitasnya.
“Kalau harganya tidak anjlok, kami bisa memperoleh
keuntungan yang memadai, walaupun biaya penglolaan dan perawatannya
kini cukup tinggi,’’ kata Simpang Karo Karo. 
Sementara itu, Saksi Sitepu dan istrinya Riahate Ginting
petani jeruk dari Sukanalu Kecamatan Barus Jahe, mengucapkan
terimakasih kepada pihak yang memberikan penyuluhan dan pelatihan
kepadanya dan berbagai kunjungan ke lahannya untuk memberikan berbagai
penjelasan yang berarti bagi kemajuan pertanian yang dikelolanya. 
“Saya siap menerapkan berbagai presentasi yang
diberikan, semoga ini memberikan pengalaman tambahan yang cukup berarti
bagi kami,’’ kata Saksi Sitepu.
Kegiatan yang merupakan program peduli petani di wilayah
Sumut itu, juga dihadiri pimpinan wilayah DCI Sumut, Budi Malem, Public
Relation Eddysta, Selamat Bangun, kordinator perwakilan Tanah Karo,
Musa Ginting dan tenaga penyuluh pertanian dan perkebunan, Fredy
Tarigan, Dharma Tua Ginting dan Selamat Tua Lingga. (rel/abah)

SGM V ( Suryadana Ginting Munthe 
)-------------------------------------------------------------------Hidup ini 
adalah proses, pilihlah Pasu-pasu Ula Palu-palu


      

Kirim email ke