PKS Pecah Dibantah, Hidayat: PKS Tetap Satu 
by Redaksi on Desember 6th, 2008
 
Jakarta (SIB)
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pecah menjadi faksi keadilan dan sejahtera 
dinilai sebuah isapan jempol. PKS tetap solid.
"Insya Allah PKS tetap satu secara keadilan dan secara kesejahteraan," ujar eks 
Presiden PKS Hidayat Nur Wahid di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (5/12).
Menurut Hidayat, PKS pecah menjadi dua faksi adalah pendapat publik. "PKS bukan 
harus dikotomikan. Selama dia ada kesesuaian dengan hukum, kepatutan, dan apa 
yang diputuskan oleh Majelis Syuro PKS," jelas Ketua MPR ini.
Kabar pecahnya faksi PKS berhembus gara-gara pemberian gelar pahlawan untuk 
mendiang Soeharto dan nominasi PKS Award untuk Mbak Tutut.
Kabarnya faksi keadilan adalah mereka yang masih setia pada PKS ‘lama’ dengan 
nilai-nilai Islam yang kental dan konservatif. Sedangkan faksi sejahtera adalah 
mereka yang agresif mencoba menarik dukungan di luar basis masa Islam dengan 
terobosan-terobosan yang berani.
Lili Romli: Iklan & Penghargaan PKS Kerjaan Faksi Sejahtera
Keinginan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk memperluas basis dukungan 
melalui iklan dan pemberian penghargaan diprakarsai salah satu faksi dalam 
tubuh partai Islam itu. Terobosan itu pun dinilai terlalu berani dan 
sensasional.
"Saya mengamini seperti yang ditulis media massa bahwa ada faksi keadilan dan 
kesejahteraan di tubuh PKS. Iklan dan penghargaan itu kerjaan faksi sejahtera," 
ujar pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli.
Lili menyampaikan hal itu usai Dialog Interaktif di Gedung DPD, Komplek 
Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/12).
Lili menjelaskan, faksi keadilan adalah mereka yang masih setia dengan PKS 
‘lama’ dengan nilai-nilai Islam yang kental dan konservatif. Sedangkan faksi 
sejahtera adalah mereka yang agresif mencoba menarik dukungan di luar basis 
masa Islam dengan terobosan-terobosan yang berani.
"Itu nggak suara bulat PKS," tegas Lili.
Menurut Lili, tujuan PKS untuk meperlebar sayap dukungan lewat iklan dan 
penghargaan tersebut justru bisa menjadi kontraproduktif dari tujuan awalnya.
"Kan masih banyak orang yang sakit hati dengan Soeharto, justru bisa jadi 
bumerang dan ditinggalkan konstituennya yang benci dengan Soeharto," jelasnya.
Lili menambahkan, cara yang dilakukan PKS untuk memperlebar basis dukungan di 
luar massa Islam sebaiknya tidak melalui tindakan-tindakan yang kontroversial 
seperti itu.
"Lebih baik mengumandangkan anti korupsi dan good governance," tandasnya. 
(detikcom/o)


      __________________________________________________________
Ta semester! - sök efter resor hos Kelkoo.
Jämför pris på flygbiljetter och hotellrum här:
http://www.kelkoo.se/c-169901-resor-biljetter.html?partnerId=96914052

Kirim email ke