hahaha..., bangkit jadi pasar memang betul, tapi bangkit jadi peminpin mah dah "BASI"
2008/12/15 Advent Tambun <[email protected]> > Dari Milis sebelah, > Mungkin ada gunannya, > > > *KEBANGKITAN EKONOMI INDONESIA DI TAHUN 2020 -- CIA data* > ------------------------------ > *semoga bermanfaat..* > > menurut data dari national intelligence council US dan CIA indonesia bakal > mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat ditahun 2020.. > bahkan pertumbuhannnya bisa melampaui beberapa negara-negara dieropa > pada tahun 2020. > > pertumbuhan ekonomi indonesia bisa mencapai 6-7% menurut data tersebut. > cina saat ini aja udah 9%an..berarti kemajuan ekonomi indonesia bakal > sangat > pesat..didata itu juga ditunjukkin kalo indonesia juga brazil bakal > menjadi negara yang berpengaruh terhadap > perekonomian asia dan juga dunia. > > pertumbuhan ekonomi indonesia menurut para ahli juga ga lepas dari > pertumbuhan > penduduk indonesia yang bakal meningkat pesat, dan ini > bakal menarik minat investor asing untuk > menginvestasikan modalnya > di indonesia dengan buruh yang murah. > tapi jangan takut, karena nantinya MNC (multinational Corporation. > .contoh:unilever , freeport,dll) > justru akan tunduk pada pemerintahan kita dan > profil mereka yang lebih ramah pada budaya dan > keadaan dinegara kita.kenapa? karena kebutuhan > produksi mereka yang harus > bisa menuhin distribusi keseluruh dunia dengan cepat, > so solusinya adalah negara dengan penduduk > banyak dan bisa cepet memproduksi barang. > > pertumbuhan ekonomi indonesia tersebut juga memacu tumbuhnya banyak > megacities di indonesia.wow. . > > peta geopolitikpun akan berubah dan indonesia bakal diuntungin dengan > keadaan tersebut. > > *NILAI STRATEGIS INDONESIA (SELAT MALAKA, SUNDA DAN LOMBOK)* > > dari seminar saa beberapa minggu lalu, ada beberapa selat diindonesia yang > sampai saat ini jadi rebutan AS ama China. salah satunya selat malaka. > > > > ''Selat Malaka merupakan jalur perdagangan penting. > AS ingin terlibat dalam penjagaan keamanan di Selat Malaka > dari piracy terrorism. Sebab, Amerika khawatir > keamanan energi mereka diganggu > di Selat Malaka,'' > itu kata mbak nurani chandrawati (pengamat politik dari UI) > > ditambah lagi, selat malaka merupakan > jalur termurah dan terdekat untuk > distribusi minyak dari Timur tengah ke jepang dan korsel > yang merupakan sekutu AS.kalo jalur ini keganggu.. > hubungan dagang antar dunia pun terganggu!!! !!! > > selat sunda dan lombok, juga jadi nilai strategis > indonesia (liat peta diatas) > karena memang jalur tersebut merupakan > jalur distribusi pengapalan minyak dan juga > pedagangan yang amat sangat strategis,. > so..Indonesia bisa meningkatkan nilai tawar-menarnya dikancah > internasional. dan menjadi salah satu negara > yang disegani.tentunya dibawah pemerintahan yang benar. > > jalur-jalur diatas juga sangat bernilai bagi Cina, > kalo Cina kerjasama ama indonesia, berarti tamatlah AS..kalo AS yang > nguasain, Cina bakal ketar-ketir. > yang jelas jalur tersebut bisa jadi jalur "preman",hehehe. > artinya tiap kapal tanker pengangkut minyak lewat, kita pajak!!! > karena mau gak mau, suka gak suka..mereka harus bayar..karena ini jalur > yang paling murah, dari pada disuruh muter.. > > yang jelas, malaysia ga akan berani macem2 lagi > kalo fungsi dari ketiga selat ini nantinya udah di manfaatin > sebesar-besarnya. . > jadi jangan takut ama malaysia!! > > sekarang tinggal gimana kita para generasi muda, > ikut membangun dan mendukung pemerintahan untuk > tetep dijalur yang benar!! > > indonesia..pilih mana?china ato Amerika? > > *Spoiler* for *ni datanya dari NIC dan CIA *: > > > *The > economies of other developing countries, > such as Brazil and Indonesia, could > surpass all but the largest European > economies by 2020. > > > At the same time, other changes are > likely to shape the new landscape. These > include the possible economic rise of > other states—such as Brazil, South > Africa, Indonesia, and even Russia— > which may reinforce the growing role of > China and India even though by > themselves these other countries would > have more limited geopolitical impact. > Finally, we do not discount the possibility > of a stronger, more united Europe and a > more internationally activist Japan, > although Europe, Japan, and Russia will > be hard pressed to deal with aging > populations. > > > > Other Rising States? > > Brazil, Indonesia, Russia, and South > Africa also are poised to achieve > economic growth, although they are > unlikely to exercise the same political > clout as China or India. Their growth > undoubtedly will benefit their neighbors, > but they appear unlikely to become > such economic engines that they will > be able to alter the flow of economic > power within and through their regions—a key element in Beijing and > New Delhi's political and economic > rise. > > > Experts assess that over the course of > the next decade and a half Indonesia > may revert to high growth of 6 to 7 > percent, which along with its expected > increase in its relatively large population > from 226 to around 250 million would > make it one of the largest developing > economies. Such high growth would > presume an improved investment > environment, including intellectual > property rights protection and openness > to foreign investment. With slower growth > its economy would be unable to absorb > the unemployed or under-employed labor > force, thus heightening the risk of greater > political instability. Indonesia is an > amalgam of divergent ethnic and religious > groups. Although an Indonesian national > identity has been forged in the five > decades since independence, the > government is still beset by stubborn > secessionist movements. > > The > economies of other developing countries, such as Brazil, could surpass all > but the largest European countries by 2020; Indonesia's economy could also > approach the economies of individual European countries by 2020. > > —China, India, and perhaps others such as > Brazil and Indonesia—have the potential to render obsolete the old > categories of East and West, North and South, aligned and nonaligned, > developed and developing. Traditional geographic groupings will increasingly > lose salience in international relations. A state-bound world and a world of > mega-cities, linked by flows of telecommunications, trade and finance, will > co-exist. Competition for allegiances will be more open, less > fixed than in the past. > > Increased labor force participation in the global economy, especially by > China, India, and Indonesia, will have enormous effects, possibly spurring > internal and regional migrations. Either way it will have a large impact, > determining the relative size of the world's greatest new "megacities" > and, perhaps, act as a key variable for political stability/instabili ty > for decades to come. > > To the degree that these vast internal migrations spill over national > borders—currently, only a miniscule fraction of China's 100 million internal > migrants end up abroad—they could have major repercussions for other > regions, including Europe and North America. > > Most of the increase in world > population and consumer demand > through 2020 will take place in today's > developing nations—especially China, > India, and Indonesia—and > multinational companies from today's > advanced nations will adapt their > "profiles" and business practices to the > demands of these cultures. > * > buat data lengkap kunjungin aja > > http://www.foia. cia.gov/2020/ 2020.pdf<http://www.foia.cia.gov/2020/2020.pdf> > > http://geopolitiken ergi.files. wordpress. > com<http://geopolitikenergi.files.wordpress.com/> > > > *KIBARKAN MERAH PUTIH!!!!!* > > > sumber: www.kaskus.us > > > > > -- nangkoel Gutul THE SHEPHERD http://www.nangkoel.com ==================
