Aku pe setuju kang arah usul kila Enda impal Eddy, ija Guru Patimpus adalah 
pendiri kota medan , janah kape Badiuzzaman Barus adalah pejuang kemerdekaan 
yang notebene barada di daerah bandara kuala namu yang dibangun saat ini

Salam Mejuah Juah

Karo Cyber Community


--- On Tue, 12/16/08, MU Ginting <[email protected]> wrote:
From: MU Ginting <[email protected]>
Subject: [komunitaskaro] Re: [infokaro] Prihatin Dengan Polling Waspada Online
To: [email protected]
Date: Tuesday, December 16, 2008, 3:34 AM










    
            Bujur Eddy

Mejuah-juah kerina permilis

Usulku, Patimpus atau Badiuzzaman Surbakti

MUG



--- In komunitaskaro@ yahoogroups. com, "Radio Karo Accees Global" 

<radiokaroaccessglo b...@...> wrote:

Re: [infokaro] Prihatin Dengan Polling Waspada Online 



Mejuah juah,



Ibas wari sisendah aku ercakap cakap ras salah sada wartawan waspada 

si mengelola data untuk website. reh nina ibas piga piga wari 

silewat ia i panggil redaksi guna encakapken ise nge endai tokoh 

masyarakat karo si banci i ikut sertaken ibas polling online waspada.



Enggo ku cidahken kerina tanggapen simenyangkut diskusita i bas 

jambur enda. ibas sidenda ise saja nge siakap cocok gelah si ikut 

ibas polling , gelah banci i ajuken ku redaksi gelar gelarna. ibas 

pengajun gelar enda, endai sitik ku kataken, pengajun gelar enda 

rehna bas komunitas kalak karo silit ibas internet, si ringan i bas 

piga piga kuta, baik ia i dalam negeri ras luar negeri.



ibas sidenda man kam kerina sipeduli mari ras ras kita mengajuken 

nama tokoh kalak karo, sibagi sipernah i sura suraken i bas milis 

enda.



jadi dalan enggo me teridah "bola" gundari ibas tanta, uga ka ninta..



Bujur : Eddy Surbakti



2008/12/10, Alexander Firdaust <daustcoker@ ...>:

Lokasi Bandara Kuala Namo yang terdapat di kabupaten Deli Serdang 

Sumatera Utara merupakan areal pemukiman Masyarakat Karo secara 

turun temurun dari dulu sampai saat ini, dimana dari namanya saja 

yaitu "Kuala" yang dalam bahasa Karo artinya pertemuan antara dua 

buah sungai dan "Namo" yang artinya adalah pulau kecil di tengah-

tengah sungai, maka sudahlah jelas nama daerah ini merupakan daerah 

asli orang Karo (namun ironis akhir-akhir ini "Kuala Namo" sering 

ditulis dimedia massa dengan nama "Kuala Namu") dan apakah ini 

sebuah cara untuk menghilangkan jejak agar daerah ini tidak lagi 

dikenal sebagai daerah karo oleh masyarakat umum yang tidak begitu 

mengenal Kuala Namo?



Foto: Screen Shot Polling Waspada Online Yang Memprihatinkan Itu



Di situs Harian Waspada salah satu koran nasional yang terbit di 

kota medan tepatnya di www.waspada. co.id terdapat beberapa polling 

dan salah satu diantaranya adalah polling tentang nama yang pantas 

untuk bandara Internasional Kuala Namo yang saat ini sedang dalam 

tahap pengerjaan dan beberapa tahun kedepan mungkin sudah dapat 

digunakan.



Dan yang patut disesalkan dari polling yang dibuat oleh yang katanya 

koran Nasional dan yang mengklaim dirinya sebagai media terbesar di 

Sumatera Utara ini adalah bahwa tidak ada satu orang Karopun yang 

disertakan didalam polling tersebut untuk masuk dalam kandidat 

bakalan nama Bandara yang kelak mungkin akan digunakan, meskipun 

seperti yang saya sebutkan tadi diatas bahwasannya daerah Kuala Namo 

sendiri adalah daerah orang Karo.



Dengan hal sepele semacam yang dibuat oleh Waspada Online ini bukan 

tidak mungkin kecemburuan sosial akan muncul ditengah-tengah 

masyarakat Sumatera Utara yang dikenal sebagai masyarakat pluralis 

dengan berbagai ragam suku dan agamanya yang selama ini hidup rukun, 

aman ,dan damai.



Bila kecemburuan sosial itu suatu saat kelak berada dalam posisi 

puncak, maka bukan tidak mungkin pula kerukunan antar suku yang 

selama ini terjalin dengan baik berubah menjadi hal terburuk dan 

tidak diinginkan oleh semua lapisan masyarakat.



Oleh sebab itu maka selayaknyalah sebuah media seperti halnya 

waspada online agar lebih teliti dalam menerbitkan sebuah polling 

dan salah satunya polling tentang bandara Kuala Namo ini, sebab 

media adalah sebuah alat yang dapat diibaratkan sebagai pisau 

bermata dua, dimana disatu sisi bisa menjadikan sebuah kebaikan, dan 

sebaliknya media juga malah bisa membuat suatu keburukan yang tidak 

diinginkan.



Sumber: http://karodalnet. blogspot. com/2008/ 12/prihatin- dengan-

polling-waspada- online.html



Salam Mejuah Juah



Karo Cyber Community

 




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke