OUREL, SERENADA DAWAI SIBAYAK

Oleh

JOEY BANGUN
- www.joeybangun.com -



Ronakan senandungmu petikan dawai
memperadukan kasih dalam pelupuk air mata
binar kisah di kala violet
tersapu angan stanza serenada

Ourel
nama gadis kecil itu 
telah guratkan pesona mega
lubukkan simfoni nan merdu

Secercah harapan bertumpu padanya
pesona sang bintang ada padanya
lugu dan kelembutan gadis Karo ada padanya

Saat aku torehkan sajak ini padanya
tersebutlah sebuah sketsa 
Ourel, gadis kecil itu
kini kusebut
Serenada Dawai Sibayak


Saya menulis sajak di atas saat saya menonton penampilan terakhir Ourel Kamis 
lalu di RCTI. Kemudian saya tuangkan dalam bentuk tulisan dan sketsa ini. Bukan 
karena rumah Ourel dekat dengan rumah keluarga saya di Medan. Bukan pula karena 
ayahanda Ourel, Jimmy Sinuhaji adalah teman Sekolah Minggu saya semasa kecil 
dulu di GBKP Km 8 Padang Bulan Medan. Tapi Ourel adalah sebuah fenomena yang 
membanggakan. Tidak hanya kepada keluarganya dan juga saya secara pribadi. Tapi 
juga kita semua masyarakat Karo dimanapun berada. Terlebih lagi masyarakat 
Sumatera Utara yang telah diwakilkan olehnya.

Ourel sudah menjadi bintang. Dia disambut sukacita oleh Konsulat Jenderal 
Republik Turki di kediamannya. Gubsu H. Syamsul Arifin juga berkenan memberikan 
doa restunya. Bishop gereja Methodist memberikan berkat untuk perjuangannya. 
Dalam setiap langkahnya semua orang yang menyaksikannya akan mendoakannya.

Ourel tidak datang dari perjuangan instan. Dia hadir, berdiri, dan menyanyi di 
kontes idola cilik penuh perjuangan. Dia berhasil menyisihkan pesaing-pesaing 
yang bermimpi mendapatkan tempatnya kini. Sebelumnya Ourel bukanlah 
siapa-siapa. Dia hanya siswi kelas 3 SD Methodist 1 Medan. Orang tuanya hidup 
dari mata pencaharian khas orang Karo yaitu pedagang sayur-sayuran. Bahkan di 
sesi penayangan lalu, ibu Ourel yang kesehariannya berjualan tomat ditampilkan 
di layar kaca. Yang membuat kita terharu, kedua orang tua Ourel tidak bisa 
menemani gadis itu di Jakarta karena sedang sakit. Di TV, Ourel menangis saat 
berbicara dengan ibunya yang berada di Medan melalui jalur komunikasi jarak 
jauh.

Ourel bukan yang pertama. Dari GBKP Km 8 pernah lahir Gadis Sampul 2006 Mega 
Trinastasia br Sembiring Meliala yang kini sedang menapak karir modelling di 
Jakarta. Seangkatan Mega terpilih menjadi juara Favorit Gadis Sampul 2006 lalu 
adalah Laura Blessa br Tarigan. Gadis blasteran Karo - Inggris ini saat itu 
sedang duduk di SMU St Thomas 1 Medan. Sebelum Mega dan Laura, di Gadis Sampul 
97 Eunike Fedora br Sinulingga menyabet juara 1. Nike nama panggilan akrabnya 
berhasil mengalahkan Annisa Pohan (menantu Presiden SBY) yang terpilih sebagai 
juara 3.

Di kontes tarik suara...
Mungkin saja Ourel yang pertama. Dia adalah The Rising Star. Sejak gadis ini 
terpilih sebagai finalis Idola Cilik, dia menjadi pusat perhatian. Ourel kini 
sering menyumbangkan suaranya bernyanyi di berbagai kebaktian Natal Runggun dan 
tingkat Klasis GBKP di Medan. Minggu ini dia kembali lagi ke Jakarta untuk 
mengukuti final 14 besar Idola Cilik.

Metoda pemilihan Idola Cilik menggunakan teknologi SMS. Ini lumrah, mengingat 
kontes sekelas American Idol saja memakai sistem ini. Yang menjadi pertanyaan 
apakah kita semua akan mendukung Ourel? Gadis kecil beru Karo-karo Sinuhaji 
bebere Sembiring itu. 

Judika Sihotang, penyanyi kelahiran Sidikalang dan banyak menyanyi di 
hotel-hotel berbintang di Brastagi itu sekarang sudah menjadi Indonesia Idol. 
Konon kemenangan Judika saat itu tidak terlepas dari "Patriotisme Karo". Bukan 
apa-apa, sepanjang penampilan Judika di babak penyisihan selalu saja ada 
spanduk kecil bertuliskan MEJUAH-JUAH. Judika besar dan berkarya di Brastagi. 
Dia adalah milik orang Karo.

Ourel Queen br Sinuhaji, hari Sabtu ini jam 13.00 akan muncul kembali di layar 
TV. Secara pribadi saya akan mendukung gadis kecil ini dengan segala kekuatan 
saya. Saya akan persembahkan terbaik untuknya. Untuk anak kesayangan teman saya 
semasa Sekolah Minggu dulu, ayahanda Ourel, Jimmy Sinuhaji.

Sudah saatnya Karo bangkit dan menunjukkan eksistensinya di bumi pertiwi ini. 
Potensi Karo memang ada. Ourel adalah mutiara yang lahir dari ketidakberadaan. 
Ourel adalah gadis kecil Karo yang sedang berjuang. Ourel telah membanggakan 
kita. Dia berdiri, dan bernyanyi dihadapan 220 juta pasang mata. Suaranya telah 
menunjukkan bahwa Karo memang ada dan punya arti.

Suatu saat nanti saya akan hadir dihadapannya, menyalamnya, dan mengatakan 
padanya 

Ourel, Serenada Dawai Sibayak

------------------------------------------

Dari Kilandu Joey Bangun yang bangga terhadap perjuanganndu....


Jakarta, 181208 1.22


      

Kirim email ke