Tentang Gua Umang                                                               
        
                                                        
                        
                        
                
                                        
                                        
                        
                                    SORA SIRULO XXIV (Desember 2008 – Januari 
2009) Halaman 7  Rockcut Chambers in Northeastern Sumatra  E. E. McKinnon 
(Bogor)    From
the early part of the twentieth century, a number of man made rock cut
chambers came to the attention of Dutch scholars. Investigations were
undertaken but little in the way of satisfactory conclusions were drawn
from them other than that these enigmatic chambers appear to date from
medieval times.                                                                 
          
                                                                                
                                                                
                
                                                
                                        
                                                
                                                        Read more...
                                        
                                
                                                

                 

                                        
                        
                                                                
                                        Ceramah Budaya/ Sejarah Juara R. 
Ginting                                                                        
                                                        
                        
                        
                
                                        
                                        
                        
                                    Djamin Gintings dalam Memperkuat Eksistensi 
Karo      (Makalah Seminar Kejuangan Djamin Gintings pada HUT-13 DPP HMKI, 8 
November 2008 di SPC Building Jakarta)* 
  Kejuangan
Djamin Gintings dapat dibicarakan dalam konteks nasional, wilayah
maupun kesukuan. Dalam kesempatan ini, saya membatasi diri membicarakan
kejuangan Djamin Gintings dalam kaitannya dengan keberadaan Karo
sebagai bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).     Tidak
mungkin membicarakan kejuangan Djamin Gintings dalam konteks Karo
semata dengan mengabaikan keberadaan Karo sebagai bagian NKRI. Meskipun
perlawanan Karo terhadap kekuasaan luar sudah sangat sengit pada akhir
abad 19 dan awal abad 20, Indonesia sebagai sebuah nation
masih sangat jauh dari pikiran mereka. Lain halnya di masa Djamin
Gintings menerjunkan diri dalam perjuangan melawan penjajahan,
kesadaran bagian dari sebuah negara bernama Republik Indonesia sudah
sangat tinggi di kalangan Karo.                         
                
                                                
                                        
                                                
                                                        Read more...
                                        
                                
                                                

                 

                                        
                        
                                                                
                                        Ceramah Budaya/ Sejarah Juara R. 
Ginting                                                                        
                                                        
                        
                        
                
                                        
                                        
                        
                                    Sejauh Manakah Kita Mencintai Kebudayaan 
Karo?: Etika dan Pengharapan
   (Makalah Seminar Kebudayaan Karo yang Diadakan oleh Mamre GBKP Rg. 
Simalingkar, Medan: 22 November 2008)*      Karo
adalah masyarakat yang sangat nasionalis dan sekaligus sukuis. Sukuisme
yang tinggi di kalangan Karo membuat orang-orang Karo sangat mencintai
kebudayaan sukunya. Bisa dikatakan, kecintaan yang tinggi itu pulalah
yang membuat orang-orang Karo selalu prihatin terhadap kebudayaannya.     Bila
kita yang hadir di sini ditanyakan “apakah kita mencintai kebudayaan
Karo (?)”, saya yakin semuanya kita akan menjawab “Ya”. Saya yakin,
jawaban “Ya” dari kita bukan sekedar basa basi. Memang kita sangat
mencintai kebudayaan Karo.     Akan tetapi, bila pertanyaannya “perlukah kita 
mempertahankan dan mengembangkan tradisi perumah jenujung (?)”,  saya kira 
jawabannya tidak semudah mengatakan “Ya” atau “Tidak”. Mengapa begitu?          
               
                
                                                
                                        
                                                
                                                        Read more...
                                        
                                
                                                

                 

                                        
                        
                                                                
                                        Soal SKB 4 Mentri                       
                                                
                                                        
                        
                        
                
                                        
                                        
                        
                                Petani, buruh dan nelayan di Sumut masih 
terpinggirkan                                                                   
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                                
                                                                               
Sunday, 28 December 2008 19:38 WIB                                              
                                                                                
                        WASPADA ONLINE
 

MEDAN - Fakta-fakta yang ada menunjukkan, sepanjang 2008 Pemprovsu
masih belum berpihak kepada masyarakat petani, buruh dan nelayan di
Sumut. Mereka kerap terpinggirkan dalam ruang kebijakan.
 
 "Hak
mereka dirampas dan diabaikan. Kenyataan inilah yang kemudian membuat
buruh, petani dan enlayan menjadi lebih menderita dalam kehidupannya,"
kata Wakil Ketua DPD PDIP Sumut, Eddy Rangkuti, kepada wartawan saat
menyampaikan refleksi akhir tahun partai tersebut di Medan, Minggu
(28/12).                        
                
                                                
                                        
                                                
                                                        Read more...
                                        
                                
                                                

                 

                                        
                        
                                                                
                                        Kilas Balik Peristiwa Kota Medan Selama 
2008                                                                    
                                                        
                        
                        
                
                                        
                                        
                        
                                Tahun 2008, sebentar lagi kita lewati dan kita 
akan memasuki tahun 2009. Banyak peristiwa terjadi tahun ini, dari ditangkapnya 
Walikota Medan Drs Abdillah AK,MBA dan Wakilnya Dr Ramli MM oleh KPK hingga 
persoalan-persoalan yang membuat masyarakat resah, seperti banjir yang melanda 
Kota Medan karena buruknya sistem drainase hingga kebakaran yang menyebabkan 
ratusan orang mengungsi dan tidur di bawah tenda.
 
Pada tahun ini juga Kota Medan dan Sumatera Utara mendapat pimpinan baru, 
sepertidilantiknya Gubsu H Syamsul Arifin SE dan wakilnya, Ir Gatot Pudjo 
Nugroho, Pj Walikota Medan Drs H Afifuddin Lubis MSi dan serahterima Kapoldasu 
dan Kapoltabes. Berikut ini rangkaian peristiwa penting yang yang terjadi tahun 
ini                  
                
                                                
                                        
                                                
                                                        Read more...


      

Kirim email ke