Senin, 05/01/2009 16:19 WIB
Muchdi Pr Bebas, KY Rasakan Gelombang Ketidakadilan 
Aprizal Rahmatullah - detikNews
Jakarta - Komisi Yudisial (KY) belum bisa menilai laporan pengaduan yang 
disampaikan oleh Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM) atas bebasnya 
mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Muchdi Pr. KY hanya merasakan 
kasus itu merupakan keadilan yang belum terakomodir.
"Kami belum sampai menilai salah atau tidak. Namun baru bisa merasakan adanya 
gelombang perasaan tidak adil khususnya yang dirasakan tidak adil," ujar Ketua 
KY Busyro Muqqodas.
Hal itu disampaikan Busyro sebelum mengadakan pertemuan dengan istri mendiang 
pejuang HAM Munir, Suciwati, dan Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban 
Kekerasan (Kontras) yang tergabung dalam Kasum, Usman Hamid dan Chairul Anam di 
kantor KY, Jl Abdul Muis, Jakarta Pusat, Senin (5/1/2009).
KY hingga kini belum bisa menentukan apakah ada pelanggaran yang dilakukan oleh 
majelis hakim yang memutus bebas Muchdi Pr. Namun apabila nanti ditemukan, KY 
akan segera memanggil hakim tersebut.
"Nanti setelah salinan putusan kita bahas, kita bisa memanggil hakim. Lalu kita 
lihat pasal-pasal yang dilanggar," jelas Busyro.
Lebih lanjut Busyro mengatakan, KY akan beraksi setelah rapat internal dan 
meminta salinan putusan bebasnya Muchdi Pr.
"Minggu ini kita akan diskusi internal sekaligus menunggu salinan putusan. 
Setelah nanti mempelajari, baru nanti kami akan melakukan tindak lanjut," 
tandasnya.
(nik/iy) 
--
Minggu, 04/01/2009 09:13 WIB
Kemenangan Muchdi Tak Menguntungkan Bagi Gerindra
Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Salah satu petinggi Partai Gerindra yang juga terdakwa pembunuh 
Munir, Muchdi Pr divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Putusan 
ini mempertegas posisi Gerindra sebagai partai yang identik dengan pelanggaran 
HAM.
"Gerindra akan semakin dikenal publik sebagai partai yang identik dengan partai 
militer pelanggar HAM," kata pengamat politik UI Boni Hargens saat dihubungi 
detikcom, Minggu (4/1/2009) pagi.
Di dalam tubuh Gerindra, selain Muchdi yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum, 
hadir juga Prabowo Subianto. Nama Prabowo sudah beberapa kali disebut sebagai 
salah satu jendral yang tersangkut kasus orang hilang beberapa tahun silam. 
Kini Prabowo pun siap diusung Gerindra sebagai capresnya.
Bagi Boni, kondisi ini tidak terlalu menguntungkan bagi posisi Gerindra. 
Apalagi di berbagai survei nasional, Gerindra mulai menjelma menjadi kuda hitam 
partai-partai lain.
Untuk kalangan aktivis HAM atau masyarakat yang concern terhadap masalah ini, 
kemenangan Muchdi dinilai Boni akan menjadi pukulan balik bagi Gerindra.
"Publik yang bersuara tentang HAM pasti akan kecewa dan Gerindra pun akan gigit 
jari," pungkasnya.(mok/mok) 
--


      ___________________________________________________
Sök efter kärleken!
Hitta din tvillingsjäl på Yahoo! Dejting: 
http://ad.doubleclick.net/clk;185753627;24584539;x?http://se.meetic.yahoo.net/index.php?mtcmk=148783

Kirim email ke