Bujur melala Bang, Setelah membaca pendapatndu ini, experimentku ini kelirulah.... aku seharusnya tidak berawal dari asumsi pribadi tetapi dari data real yang ada. (Tapi aku tak sanggup, Bang!). Maksudku dengan data real, tulisan karo di tulan-tulan..... Wow.....tulisan di tulan-tulan....Bang....danci kang kirimkendu gambarna i bas milis ta enda contoh tulisan karo si ibas tulan-tulan e.....
Atau apakah ada website yang membuat tulisan-tulisan tersebut.......jadi asik nih.... advent tambun ________________________________ From: Si Laga Man <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, January 14, 2009 3:06:37 PM Subject: [tanahkaro] Re: bertanya-bahasa karo Dalam penulisan Haru memang rumit menuliskan "mbages". Makanya, dalam pustaka-pustaka, surat tulang-tulan ataupun buluh bilang-bilang terdapat variasi teknik penulisan yang sering kali kita baru mengerti apa yang sebenarnya dimaksudkan setelah menemukan keseluruhan kalimat dan kadang-kadang setelah membaca berulang-ulang keseluruhan teks. Sering kali terjadi, sepertinya sebuah teks yang ditulis orang Toba atau Simalungun. Baru setelah kita menemukan sesuatu yang kita yakini tak mungkin Toba maupun Simalungun, kita bisa membacanya ulang sebagai teks Karo. Misalnya, banyak teks Karo yang menuliskan bunyi "mbages" dengan karakter "mabagas" karena kelupaan menambahkan ketulungen yang mengubah "ga" menjadi "ge" untuk menulis "mabages". Kalau tadinya dia tulis "hembages" kita bisa langsung meyakini bahwa itu teks Karo. Gawatnya, kadang ada yang menulis "humbagas" yang membuat kita curiga itu adalah teks Simalungun atau Mandailing. Lebih gawat lagi, ada yang menulisnya "humabagas" atau "homabagas". Suatu hal yang menarik, kam (Advent Tambun) sekarang bereksperimen lagi tentang ini. Eksperimen saya dulunya lebih mengarah kepada bagaimana membaca dan mengidentifikasikan teks. Eksperimen kam menarik sekali bagi saya karena lebih mengarah ke pertanyaan bagaimana sebaiknya membuat penulisan. Pengalaman saya bereksperimen dulu mungkin membantu kam dalam menambah pertimbangan, tapi tidak untuk mengambil kesimpulan. Aku pe labo kueteh njawab penungkunenndu ena, em maksudku. jg --- In tanahk...@yahoogrou ps.com, Advent Tambun <atam...@... > wrote: > > Bang Juara, > > Saya tanya hal ini karena saya belajar surat haru sekarang...jadi kaitannya > dengan tulisan haru sebenarnya. > Kalau mengiktui tulisan haru saya pilih Bages: karena lebih mudan menuliskannya. > Menurut hemat saya lo bang, (he..he..he. ..belajar sendiri sih), > > Mbages : rumit tulisannya. > > Jadi logika yang sama pakai adalah logika tulisan..... > > Mohon tanggapenndu, Bang! > > advent tambun > > > > > > > > > > ____________ _________ _________ __ > From: Si Laga Man <juara_ginting@ ...> > To: tanahk...@yahoogrou ps.com > Sent: Wednesday, January 14, 2009 2:48:55 AM > Subject: [tanahkaro] Re: bertanya-bahasa karo > > > Coba kam baca sendiri satu per satu ketiga kata yang kam tulis itu > (Mbages, Embages, Bages) dengan mengeluarkan bunyi (bukan baca dalam > hati). Kukira, kam akan mendapatkan penulisan yang terbaik (untuk > mengatakan mana yang benar adalah persoalan lain lagi). > > jg > > --- In tanahk...@yahoogrou ps.com, Advent Tambun <atambun@ > wrote: > > > > Mjj, > > Nungkun sitik man perpulungen enda, > > > > Yang mana yang berikut ini paling tepat secara tata bahasa karo " > > > > Mbages. > > Embages > > Bages. > > > > bujur. > > advent tambun > > >
