JELAJAH PUTRI HIJAU

- MEDAN -


Perjalanan Tim Artistik Aron dalam menjelajahi Situs PUTRI HIJAU di Medan tidak 
terlalu melelahkan seperti saat di Seberaya, Sukanalu, ataupun Deli Tua. Situs 
pertama yang didatangi tentu saja MERIAM PUNTUNG di Istana Maimon. MERIAM 
PUNTUNG yang dipercaya adalah pecahan dari NINI MERIAM Sukanalu ini diletakkan 
dibawah sebuah bangunan mirip Geriten Karo dan ditempatkan di sebuah bangunan 
adat Karo.

Menurut Sarida Nasution sang juru kunci, MERIAM PUNTUNG ini sangat dikeramatkan 
oleh masyarakat Melayu Deli. Orang Melayu Deli mengakui bahwa SANG MERIAM 
berasal dari Karo. Terbukti rumah MERIAM PUNTUNG adalah rumah adat Karo.

"Dulu pernah dibuat rumah adat Melayu. Entah kenapa MERIAM ini tiba-tiba saja 
sudah berada diluar. Dia pergi begitu saja. Seolah dia katakan dia tidak mau 
tinggal kalau bukan di bangunan Karo," tambah Sarida lagi.

Bahkan menurut Sarida, dulu tidak satupun yang bisa mengangkat MERIAM PUNTUNG 
ke rumahnya. Hingga datanglah seorang Beru Sembiring asal Seberaya yang 
berhasil mengangkat MERIAM itu masuk.

Di Istana Maimon tersebut adalah bagian ekor dari NINI MERIAM. Di tubuhnya 
terdapat sebuah lubang yang konon bila kita dengarkan terdengar bunyi air, 
angin, ataupun Gendang Karo! Tim Artistik mencoba kebenarannya, ternyata apa 
yang dikatakan sang juru kunci terbukti benar.

Seijin Sarida Nasution, Tim Artistik melalukan proses pengambilan gambar MERIAM 
PUNTUNG dengan video kamera dan sesi wawancara. Berikut pengambilan gambar 
establish Istana Maimon.

Dari Istana Maimon, Tim Artistik bergerak menuju sungai Deli terutama pertemuan 
antara Sungai Babura dan Sungai Deli di belakang TVRI Medan. Dari sini Tim 
Artistik menyusuri sungai yang dipercaya tempat PUTRI HIJAU dilarikan oleh 
turangnya NINI NAGA guna menyelamatkannya dari kejaran tentara Aceh. Sungai 
Deli ini terlihat angker saat Tim Artistik tiba di tempat itu. 

Tim Artistik juga melakukan syuting di jalan PUTRI HIJAU yang konon di jalan 
ini pula tempat drama PUTRI HIJAU pertama kali pernah dipentaskan oleh Seniman 
Belanda.   

NEXT....

Tim Artistik tiba di kediaman Beru Sembiring yang dulu berhasil mengangkat 
MERIAM PUNTUNG di Istana Maimon. Kediaman Beru Sembiring itu terletak di sebuah 
belokan 'tusuk sate' jalan Pasar Baru Padang Bulan Medan.

Sehari sebelumnya Tim Artistik telah bertemu dengan Beru Sembiring membicarakan 
tentang kemungkinan pihak Aron berinteraksi dengan NINI BERU PUTRI yang lazim 
disebut PUTRI HIJAU.

Sore itu Tim Artistik bersama Kru Tabloid Sora Sirulo menyaksikan bagaimana 
Beru Sembiring memanggil PUTRI HIJAU dan bercakap-cakap dengan Tim. Di saat itu 
pula Tim Artistik banyak bertanya dengan PUTRI HIJAU tentang sejarah perjalanan 
hidupnya.

Proses percakapan antara PUTRI HIJAU dan Tim Artistik Aron ini memakan waktu 
hampir 2 jam. Momen ini juga diabadikan dalam bentuk video yang akan menjadi 
referensi di kemudian hari.

Setelah selesai melakukan ritual pemanggilan PUTRI HIJAU itu, malamnya Tim 
Artistik berkumpul di sebuah restoran di Pasar 1 Padang Bulan Medan. "Setelah 
kita bercakap-cakap dengan PUTRI HIJAU tadi bagaimana pendapat kam sekarang 
tentang cerita ini?" tanya seorang Kru Sora Sirulo pada Joey Bangun pimpinan 
Tim Artistik Aron.

"Semakin membingungkan saja," jawab Joey Bangun. Saat ritual percakapan dengan 
PUTRI HIJAU tadi sore Joey lebih banyak diam dibandingkan anggota tim lain yang 
saat itu ada Hendra Tarigan dan Alexander Gurky.

"Tadi aku banyak diam karena berpikir keras. Aku mengamati NINI BERU PUTRI 
berbicara. Tingkah lakunya. Semua yang diceritakannya," kata Joey Bangun lagi. 
"Yang membuat aku heran dia tidak sedikirpun menyinggung Kerajaan Haru yang 
disebut orang sebagai kerajaan PUTRI HIJAU. Apa yang diceritakan tadi adalah 
versi terbaru yang berbeda dengan yang lain."

"Jadi?!"

Joey Bangun menambahkan, "Saya punya 20 versi PUTRI HIJAU baik lisan yang sudah 
direkam maupun tulisan dalam bentuk artikel dan buku. Yang anehnya kesemuanya 
berbeda!"

"Versi mana menurut kam yang paling bisa dipercaya?"

"Kalau diajak untuk berpikir ilmiah yang hidup di peradaban modern tentu saja 
saya lebih percaya dengan versi Pinto penjelajah Portugis itu," ucap Joey 
Bangun.

"Lalu versi mana yang akan diikutkan untuk pementasan PUTRI HIJAU Oktober 
nanti?"

Dengan tersenyum Joey Bangun menjawab, ."Saya akan melakukan Ritual Art. 
Seperti Pawang Ternalem kemarin, saya juga akan melakukan Ritual Art untuk 
pertunjukan ini."

Tim Artistik telah mengumpulkan berbagai buku yang menuliskan tentang PUTRI 
HIJAU, Kerajaan Haru, Kerajaan Aceh, dan Adat Melayu. Buku dan berbagai 
referensi ini didapat dari jerih payah Tim Artistik menyusuri pedagang buku 
bekas di Titi Gantung Merdeka Walk dan juga perpustakaan Sumatera Utara.

Sementara 5 kaset Mini DV telah dihabiskan untuk syuting video dokumenter 
JELAJAH PUTRI HIJAU. Lebih 200 foto hasil dokumentasi penelitian PUTRI HIJAU 
oleh Tim Artistik di berbagai lokasi dengan total waktu 3 minggu untuk 
penelitian. 

Termasuk pecahan puing-puing Kerajaan Haru yang didapat dari Benteng PUTRI 
HIJAU di Deli Tua, kesemua referensi cerita PUTRI HIJAU Selasa malam kemarin 
telah dibawa terbang  ke Jakarta menuju home base Aron Arts di Sumur Batu 
Cempaka Putih.  

Semua berkas, barang, dan referensi ini oleh Joey Bangun akan dilakukan "Ritual 
Art" untuk menuliskan naskah PUTRI HIJAU yang akan dipentaskan di 16-17 Oktober 
nanti di Taman Ismail Marzuki Jakarta.       



 TeaterARON
Jln. Swadaya V No. 38 Cempaka Baru
Jakarta Pusat 10650
Telp : +62 21 4288 1932
Email : [email protected]
Website : www.teateraron.org


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke