Bola-bola liar dari permainan bola tetangga nampaknya telah bergulir. Liar tak bermata, berguliran diantara kaki-kaki liar si pemain bola liar. Liar memang liar, meski nyatanya cukup menarik untuk ditonton.
Kaki-kaki penonton seakan dituntun untuk ikut bersepak ria, menyepak- nyepak sibola liar. Dan bagi musafir-musafir kelana, terkadang tingkah polah sipenonton menjadi tontonan yang lebih menarik pula. Apalagi kalau yang namanya sipenonton adalah sejenis kambing kalameka, kambing yang kakinya cuma tiga. Tidakpun ada sibola liar, kakinya sudak saling sepak sendiri, maklum kakinya hanya tiga. Hati-hati bin hahati.
