Bang Juara....
bisa kam jelaskan sedikit tentang kerajaan-kerajaan yang pernah ada di 
sumatera....
Saya kira, kerajaan Haru itu adalah kerajaan besar. Apakah juga dapat 
dibandingkan dengan Kerajaan Deli atau Kerajaan Sisingamangaraja, Kerajaan 
Aceh, etc. 

Berikut saya postingkan seditik tentang Sisingamangaraja yang saya kutib dari 
milis sebelah. 

Ketika Sisingamangaraja XII masih muda, masih berumur belasan
tahun, beliau disuruh oleh ayahandanya ke Aceh untuk sekolah dan
belajar beladiri/perang. Disitulah Beliau mengerti dan belajar tulisan
Arab dan paham tentang agama Islam. 
Karena ketertarikannya terhadap hal-hal yang global, maka dalam
beberapa hal dalam lambang-lambang kenegaraan/kerajaan nya dimasukkan
juga seperti huruf-huruf arab (tetapi bukan hanya huruf arab). Bahwa
dia pernah belajar di Aceh, itulah yang dilupakan oleh penulis.
Kemudian ketika perang terjadi, sahabat-sahabat  Sisingamangaraja XII
dari Aceh ikut membantu perang Batak (ada 5 orang panglima Perang
Aceh). Tetapi ini juga bukan hanya membantu karena terjadi pertukaran
pasukan juga. Pasukan Batak dikirimkan ke Aceh sebanyak 21 orang dan
sampai sekarang keturunan dari 21 orang batak ini masih ada di aceh dan
mereka mengakui bahwa nenek moyang mereka adalah ke 21 prajurit
tersebut. Mereka sering disebut sebagai Batak Gayo.
 
Kedekatan kerajaan Sisinganmangaraja dengan kerajaan  Aceh (baca
buku perang paderi), sudah terjalin sejak lama. Sisingamangaraja ke X
pun sudah pernah menjalin kerjasama dengan Raja-Raja Aceh dalam
mengantisipasi perang terhadap pasukan Paderi. Sayangnya ketika terjadi
perang dengan pasukan Paderi, pasukan dari Aceh tidak kunjung tiba.


advent 


      

Kirim email ke